Tips Memilih Kucing yang Sehat
28/10/2016 4115 Views

Tips Memilih Kucing yang Sehat

Bagi kamu yang berencana untuk mengadopsi kucing, kamu dihadapi resiko mendapatkan kucing sakit. Seekor anak kucing yang diadopsi dari breeder yang bertanggung jawab biasanya telah diberikan vaksin pencegahan flu, infeksi radang usus, dan kemungkinan Chlamydia dan leukaemia kucing, juga telah diberikan obat cacing, kulit dan bulunya bebas dari parasit (seperti kutu) dan infeksi jamur (ringworm).

IMG_1921

Kucing betina memberikan kekebalan alami melalui kolostrum (susu pertama) saat anak kucing berumur beberapa hari. Kekebalan ini akan bertahan sampai anak kucing berumur enam sampai sepuluh minggu, setelah itu wajib digantikan dengan kekebalan buatan melalui vaksinasi. Sebelum mencapai umur delapan atau Sembilan minggu, sebaiknya tidak mencampuri kekebalan alami yang didapat dari induknya.

maxresdefaultgu

calico-250-250 kotak-250x250

Tidak disarankan untuk membawa pulang seekor anak kucing yang belum mendapatkan imunisasi dasar jika sebelumnya kamu sudah memiliki kucing di rumah. Mereka bisa menjadi pembawa (carrier) penyakit yang didapat dari induknya yang belum memiliki kekebalan dari penyakit tersebut, otomatis anak kucing pun tidak memiliki kekebalan atas penyakit tersebut. Sertifikat dari dokter hewan yang menyatakan vaksinasi komplit telah diberikan adalah bukti penting  bahwa kucing tersebut dalam keadaan sehat, jika tidak dilakukan vaksinasi maka tidak akan ada dokumentasinya.

 

Apa saja yang diperiksa

Calon pemilik dapat dengan segera memeriksa sendiri kondisi kucing saat memilih. Jika kamu melihat beberapa ekor anak kucing seperindukan, pilihlah kucing yang pertumbuhannya normal dengan otot yang padat. Struktur tulang anak kucing jantan lebih besar daripada anak kucing betina. Anak kucing sebaiknya memiliki berat yang sesuai dengan ukurannya, dan memiliki tulang punggung tidak kurus dan menonjol.

SONY DSC

Jika kamu memiliki kesempatan saat anak-anak kucing tersebut makan, perhatikanlah saat sesudah makan, anak kucing kemungkinan mengantuk, tapi jika mereka memutuskan untuk bermain, kamu bisa memperhatikan kemampuan sosialnya. Takut. Anak kucing yang tidak bisa bersosialisasi akan segera bersembunyi dan memperlihatkan rasa takut dan tidak senangnya dengan gemetar, suara marah atau mencakar-bahkan mungkin perpaduan ketiganya. Anak kucing yang bersahabat yang mengantuk akan mendengkur dan senang jika perutnya dikelitik. Anak kucing aktif yang sehat memiliki stamina dan energi ketika berjalan. Hal ini juga menunjukan tingkat kecerdasan dan kemampuan dalam memimpin ketika bermain. Ketika bingung memilih, biasanya salah satu anak kucing akan memilih dan mengajak kamu bermain, dan berakhir dengan tidur dipangkuan kamu.

Anak kucing yang sehat memiliki kulit hidung yang sedikit hangat dan lembab, tidak panas dan kering, atau ada kotoran yang keluar dari lubang hidungnya. Napas panjang tidak berbunyi atau mendengus. Mata yang bersih dan cerah tanpa kotoran, tidak berair, dan tidak berwarna kemerahan. Gusi berwarna pink cerah dan lidah yang bersih tanpa bulu dan luka. Telinga bersih dan bebas dari serumen.

 

Indikator Kulit dan bulu

animal-cat-field-warm-picture-photography-dreaming-hd-wallpaper

Bulu yang bersih terasa ringan, hangat dan tercium aroma alami, tanpa tanda-tanda parasit, ataupun lesi. Ektoparasit biasanya adalah kutu, yang biasanya meninggalkan butiran-butiran seperti pasir yang biasanya ditemukan di atas bagian ekor, diantara tulang belikat, dibawah dagu, dan ketiak. Penumpukan kutu akan membuat kucing tidak aktif, juga merupakan indikasi bahwa kucing terinfeksi cacing.

Tanda-tanda terjadinya infeksi cacing biasanya adalah bulu yang kasar dan perut yang kembung. Pada kasus yang berat anak kucing akan menunjukan gejala anemia dan diare. Periksa bagian bawah ekor adakah luka akibat diare.

 

Memeriksa seekor kucing dewasa

Cat-With-Doctor1

Memeriksa kucing dewasa sama dengan memeriksa anak kucing. Periksa apakah kucing jantan telah di steril (kebiri). Apabila baru-baru ini dilakukannya, akan terlihat bekas luka bedah nya, tapi ini hanya mempengaruhi estetika saja. Bagian tubuh lain yang sering terjadi kerusakan adalah bagian mulutnya. Beberapa gigi mungkin hilang atau rusak, dan gusi mungkin terlihat tanda penyakit, tapi hal ini dapat ditangani oleh dokter hewan, yang akan membimbing kamu melakukan perawatan gigi dirumah.

Berapapun umur kucing yang kamu inginkan, anak kucing atau kucing dewasa, atau secantik dan memenariknya kucing yang kamu inginkan, jika kamu meragukan kesehatannya, terlebih jika kamu sudah memiliki kucing di rumah, sebaiknya jangan membawanya pulang.

Tips diatas bukan berarti harus membuat sulit mengadopsi kucing ya, tetapi sesuai pepatah mencegah lebih baik dari pada mengobati kan Catlovers. Tetap sayangi kucing kita ya Catlovers.

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Cara Memeriksa Kesehatan Kucing Secara Berkala

Barometer kesehatan kucing dapat dilihat pada bulu nya. Kondisi bulu menunjukkan kualitas pola makan dan kesehatan kucing secara umum, normalnya mengkilat dan bebas ketombe. Mata kucing yang sehat terlihat bersih

Cara Merawat Kucing

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kucing Sakit? (Bag 2)

Pernakah catlovers menyadari bahwa kucingnya sedang sakit? Apa tanda-tanda jika kucing kita sedang sakit? Pada artikel kali ini Cattery.co.id akan membahas bagaimana mengetahui bahwa kucing kita sedang sakit (bagian 2)

Cara Merawat Kucing

Pemberian Nafas Buatan Untuk si Kucing. Bisakah?

Hallo catlovers! Kembali lagi bersama Cattery.co.id yang selalu memberikan informasi seputar kucing ter-update hanya untuk catlovers di rumah! Bagaimana nih ngomong-ngomong puasa catlovers? Semoga lancar terus ya bagi catlovers yang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!