Terpisah Jarak 2000 Mil, Keluarga Irak Dipertemukan Kembali dengan Kucing Peliharaannya!
22/02/2016 23845 Views

Terpisah Jarak 2000 Mil, Keluarga Irak Dipertemukan Kembali dengan Kucing Peliharaannya!

Apa catlovers pernah membayangkan jika catlovers terjebak di sebuah negara atau mungkin di sebuah daerah yang sedang dilanda peperangan? Mungkin catlovers akan dilanda dengan perasaan panik, resah, takut dan putus asa. Bayangkan saja jika setiap harinya catlovers mendengar suara tembakan beruntut disekitar rumah catlovers, dencingan magasin yang jatuh setelah terpakai, rudal yang terbang kesana kemari dan bom yang meledak secara tiba-tiba. Apa mungkin kita kuat untuk bisa tetap memiliki kondisi fisik dan psikis yang tetap normal dalam keadaan seperti itu? Lalu tentu kita tahu bahwa peperangan merupakan hal yang sebenarnya tidak memiliki dan juga menghasilkan manfaat sedikitpun bagi orang-orang yang terlibat didalamnya, apalagi korbannya. Nyatanya korbannya juga tidak hanya manusia, melainkan juga tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Lalu, jika kita sudah bicara tentang hewan pasti fikiran kita langsung tertuju kepada kucing bukan? Ya, dan akungnya kucing juga tidak jarang menjadi korban didalam sebuah peperangan, hanya saja mereka tidak pernah dimasukkan kedalam headline berita manapun di dunia ini sehingga mereka selalu luput dari pembicaraan dan fokus massa. Nah, kali ini catlovers ingin membahas seekor kucing yang ikut menjadi korban dalam peperangan di Irak dan terpisah dengan keluarga pemeliharanya hingga 2000 mil jauhnya! Tapi beruntungnya kini si kucing dapat kembali bergabung dengan keluarga pemeliharanya! Wah, kira-kira bagaimana ya kisah si kucing tersebut hingga akhirnya dapat bersama lagi dengan pengadopsinya? Tenang saja, cattery.co.id akan membahas kisah ini untuk catlovers!

dias-reunited-featuredKunkush (Dias) kembali dipertemukan dengan keluarga pengadopsinya setelah perjalanan panjang dengan total jarak 2000 Mil!

Kunkush. Kucing berjenis Turkish Van ini terpaksa terpisah dengan keluarga pengadopsinya karena peperangan yang terjadi di Irak. Ya, seperti biasa, birokrasi yang sangat kemelut dan rumit menjadi alasan utama mengapa banyak sekali keluarga pengungsi dari sebuah negara peperangan pada akhirnya terpisah dengan hewan-hewan peliharaannya pada saat di perbatasan. Kali ini Kunkush dan keluarga pengadopsinya juga menjadi korban dari kemelutnya hal tersebut. Tapi tetap saja, kesalahan tidak dapat ditumpukan pada birokrasi, akan tetapi terutama karena gabungan teroris ISIS yang telah menguasai dan mengontrol penuh daerah Mosul, Irak secara penuh. Akungnya, ini merupakan tempat tinggal keluarga pengadopsi Kunkush si kucing yang hanya beranggotakan seorang ibu single parent dan lima anak-anaknya yang masih kecil. Tentu saja, keluarga ini sudah menganggap Kunkush sebagai anggota keluarga yang tidak dapat diabaikan dan ditinggalkan begitu saja, sehingga mereka terus berusaha semaksimal mungkin agar Kunkush terus dapat bersama mereka.

lifebuzz-492ef67e79e49fab47c6635565c55aea-limit_2000Kunkush dibawa serta oleh keluarga pengadopsinya yang mengungsi dari Mosul, Irak ke tempat yang lebih aman karena tempat tinggal mereka di Mosul juga telah terkontaminasi dan dikendalikan oleh teroris ISIS

calico-250-250 kotak-250x250

Selama 10 Hari sang ibu dan kelima anaknya membawa Kunkush dalam perjalanan menuju perbatasan dan juga pos pengungsian korban perang (dan selama sepuluh hari ini mereka lebih sering berjalan kaki ditimbang menaiki alat transportasi). Kunkush mereka bawa di dalam sebuah keranjang anyam dan digendong secara bergantian dari Irak menuju Turki. Tidak hanya via darat, akan tetapi juga via laut. Mereka mengarungi laut Aegean hingga Yunani menggunakan sebuah perahu karet. Tentu itu merupakan perjalanan yang sangat tidak dikelilingi rasa nyaman dan juga aman. Lalu, Kunkush? Apa mereka dapat membawa Kunkush menuju Yunani secara cuma-cuma? Tentu tidak, karena mereka harus membayar ‘biaya tambahan’ kepada para penyelundup sebesar 1.000 Euro (Rp. 15.000.000 kurang lebih). Tentu itu merupakan nominal uang yang sangat besar bukan?

cat210 hari keluarga pengadopsi Kunkush yang beranggotakan seorang ibu single parent dan lima anak-anak yang masih kecil membawa Kunkush didalam sebuah keranjang dalam perjalanannya ke tempat pengungsian.

Beruntung mereka dapat berlabuh di pantai Skala Sikaminea yang memiliki sebuah desa di Lesbos. Disini mereka bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang menjadi relawan internasional dan siap membantu dan melayani setiap pengungsi dalam segala hal yang dibutuhkan, akungnya Kunkush si kucing merasa kaget dengan keramaian disana hingga melompat keluar dari keranjang dan lari jauh dari mereka.

7185378-3x2-700x467Sayangnya sesampainya mereka di pantai Skala, Lesbos Kunkush kaget dengan keramaiannya dan melompat keluar dari keranjang dan lari entah kemana.

Tentu saja keluarga pengadopsi Kunkush tidak hanya tinggal diam. Selama mereka masih belum dipindahkan dari pos pengungsian di Lesbos, mereka terus memfokuskan pencarian Kunkush disekitar desa. Mereka juga mencari Kunkush dibantu oleh para relawan disana, namun akung sekali berhari-hari berlalu keluarga pengadopsi Kunkush harus dipindahkan ke pos pengnungsian lainnya sesegera mungkin, dan itu berarti mereka pergi dari Lesbos tanpa Kunkush di sisi mereka. Tentu mereka merasa sangat putus asa meengingat perjuangan mereka membawa Kunkush ikut mengungsi.

10296469_511998482293134_429340502644051321_oKunkush belum sempat ditemukan pada saat keluarga pengadopsinya harus pindah pos pengungsian. Disinilah petualangan Kunkush dimulai!

Sementara itu di Lesbos ada sebuah dusun yang juga berloksi di Skala Sikaminea yang sangat dipenuhi kucing liar, kelompok-kelompok kucing liar seringkali terlihat mengelilingi perahu para nelayan yang sedang berada di pinggir pantai, mengeong ditengah-tengah angin yang menderu dan sesekali menerbangkan taplak meja cafe di pinggir pantai. Terlihat pula banyak kucing yang bermain diantara bebatuan di sekitar pantai. Satu hari di dusun tersebut, lebih tepatnya setelah 3 hari keluarga pengadopsi Kunkush yang berkebangsaan Irak meninggalkan Lesbos ke pos pengungsian lainnya terlihat seekor kucing putih yang basah kuyup sedang duduk di sekitar pantai dan berada jauh dari kelompok-kelompok kucing lainnya. Ya, itu adalah Kunkush. Orang yang melihat ini bernama Amy Shrodes. Ia adalah seorang berkebangsaan Amerika yang menjadi Relawan dari Michigan. Lalu Amy membawa Kunkush kerumahnya tanpa mengetahui secara pasti siapa nama Kunkush sehingga ia memberi Kunkush nama baru, yakni Dias yang berarti dewa tertinggi ‘Zeus’ di Yunani. Keesokan harinya Amy membawa ‘Dias’ (Kunkush) ke dokter hewan untuk mendapatkan pengecekan kesehatan dan perawatan yang intensif jika memang diperlukan. Di rumah sakit hewan itupun Kunkush menyita banyak perhatian orang-orang karena sangat lucu dan amat aktif. Niat Amy sang relawan adalah mengembalikan Kunkush kepada pemelihara sebelumnya karena ia yakin bahwa seekor Turkish Van ini terlihat sangat terawat meskipun ia menemukannya basah kuyup di pinggir pantai. Ashley Anderson yang merupakan seorang relawan rekan Amy pada akhirnya mulai menemukan keputus asaan dalam mencari pemelihara ‘Dias’ (Kunkush).

7185384-3x2-700x467Kunkush pertama kali ditemukan Amy di sekitar pinggiran pantai dan terlihat menyendiri, terpisah dari kelompok kucing lainnya.

Lalu terfikirlah oleh Amy dan Ashley untuk mempublikasi foto Dias di laman Facebook pribadi mereka beserta segala informasi tentang Dias yang mereka tahu hingga sejauh ini. Mereka juga menyebarkan info kucing temuan mereka ini dengan poster yang di cetak dalam bahasa Arab, Farsi dan juga Inggris. Mereka menuliskan info dari Kunkush seperti Kunkush yang sedang berbicara tentang dirinya sendiri dan bertuliskan : “Aku yakin keluarga pengadopsiku sudah terlebih dahulu sampai di Eropa dan aku harap dengan bantuan kalian aku dapat kembali lagi bersama keluarga pengadopsiku. Keluarga pengadopsiku telah berkorban banyak untukku agar aku dapat terus bersama mereka dalam masa pengungsian jadi aku yakin bahwa mereka sangat-sangat menyayangiku! Kami harus kembali hidup bersama, kami telah melalui masa sulit bersama dan aku benar-benar rindu kepada keluarga pengadopsiku”. Sontak laman facebook yang memampang informasi kucing temuan ini mendapatkan 2.000 likes. Tentu informasi yang pada awalnya hanya berada di sosial media facebook semakin meluas dan merambah ke twitter dengan hashtag #refugeecat. Sebuah grup penyelamatan hewan di Athena mengirimkan Kunkush sebuah sweater, makanan dan juga mainan.

3118327E00000578-0-image-a-176_1455208658340Poster yang disebarkan Amy dan Ashley perihal ‘Dias’ (Kunkush) kucing temuan mereka.

Lalu usaha mempertemukan Kunkush (Dias) kembali dengan keluarga pengadopsinya-pun terus berlanjut dan semakin besar. Amy sang relawan pada akhirnya menemukan sebuah keluarga relawan di Berlin, Jerman yang bersedia menampung Kunkush sementara di rumah mereka hingga akhirnya pemelihara asli dari Kunkush diketahui. Langkah ini Amy ambil berdasarkan pengalamannya sebagai relawan yang sering bertemu dengan banyak pengungsi. “Banyak sekali pengungsi dari Lesbos yang dikemudian harinya menetap di Jerman, dan bagi saya ini merupakan sebuah langkah lanjutan terbaik untuk Dias menemukan keluarga pengadopsinya” tukas Amy sang relawan. Lalu setelah paspor hewan milik Dias dibuat, Amy menerbangkan Dias (Kunkush) ke Jerman pada tanggal 4 Januari. Lalu, sesampainya di Jerman, Dias tidak lagi merupakan kucing Turkish Van yang kumal dan berbulu kusut karena tidak terurus. Di sini Dias menjadi lebih putih dari sebelumnya dan terlihat seperti kucing yang anggun. Lalu apakah perjalanan Dias berhenti disini? Tentu tidak. Berita temuan Dias (Kunkush) ini terus tersebar di sosial media hingga pada akhirnya tanggal 12 Februari keluarga pengadopsi Dias yang berkebangsaan Irak ditemukan. Keluarga pengadopsi Dias (Kunkush) lalu dikirimkan foto jelas dari Dias, dan mereka mengkonfirmasi bahwa kucing tersebut adalah kucing adopsian mereka dan memiliki nama asli ‘Kunkush’.

cat4Jarak yang ditempuh Kunkush untuk akhirnya bertemu dengan pengadopsi aslinya

Beberapa hari setelahnya keluarga pengadopsi Kunkush kemudian bertemu kembali dengan Kunkush via virtual Skype. “Kunkush mengenali wajah keluarga pengadopsinya dan mencari-cari apakah keluarga pengadopsinya ada di belakang layar komputer” tukas ibu dari keluarga pengadopsi sementara Kunkush di Berlin, Jerman pada laman facebook-nya. Lalu disini Mr. Kuntz seorang jurnalis sekaligus relawan berkebangsaan Amerika Serikat ditugaskan untuk mengantar Kunkush ke Norwegia yang merupakan negara tempat keluarga pengadopsi Kunkush tinggal pada saat ini. Pada awalnya penerbangan ini diharapkan mudah karena mereka telah berencana mengambil penerbangan yang hanya bertujuan dari Yunani ke sebuah bandara lokal di Norwegia. Akan tetapi jadwabl penerbangan tersebut sedang ditutup karena beberapa kondisi sehingga mereka harus terbang terlebih dahulu ke Oslo dan mendapatkan sebuah penerbangan lainnya yang mencapai Norwegia. Tapi itupun tidak sampai tepat di Norwegia melainkan di sebuah bandara yang berada dekat dengan Norwegia sehingga Mr. Kuntz harus menyewa sebuah mobil dan berkendara selama hapir seharian untuk mencapai kota tempat keluarga pengadopsi Kunkush tinggal.

departure-party-leaving-lesbosFoto Kunkush bersama pengadopsi sementaranya di Berlin, Jerman.

Sesampainya dirumah keluarga pengadopsi Kunkush, Mr. Kuntz mengatakan bahwa : “ini merupakan moment yang penuh rasa emosional dalam hidup saya”. “Semuanya menangis, termasuk saya” tukas Mr. Kuntz. “Dari situ saya tahu bahwa Kunkush (Dias) tidaklah hanya dianggap sebagai seekor kucing bagi keluarga pengadopsinya, melainkan bagian penting dari keluarga. Ini merupakan pecahan gambar kecil dalam sebuah kesatuan gambar yang sangat besar, dan ini mungkin alasan mengapa semua orang juga harus memfokuskan pemberitaan dan juga birokrasi yang mudah untuk kasus seperti ini” tambah Mr. Kuntz. “Secara global mungkin kita hanya mendengar kesedihan, luka, darah, kematian dan peperangan yang tidak kunjung akhir tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi disini saya belajar bahwa selalu ada bagian positif dan juga cahaya di dalam sebuah kegelapan. Dan cahaya ini benar-benar cerah. Tentunya ini karena kisah dari seekor kucing. Tentu, kita juga harus secara ‘manusia’ menanggapi kasus ini karena Kucing juga makhluk hidup seperti kita” tukas Mr. Kuntz.

7185364-3x2-700x467Kunkush siap dipertemukan kembali dengan pengadopsi aslinya!

Ya, reunion ini pada akhirnya menjadi sebuah ending yang sangat diharapkan oleh semua orang yang mengikuti kisah Kunkush. Tentu, berawal dari perjuangan nyata, hingga akhirnya perjuangan via dunia maya dan kembali lagi dengan kebahagiaan yang terlahir di dunia nyata. Mungkin memang, keegoisan manusia dalam situasi yang amat genting membuat tiap-tiap kita tidak ingat untuk saling membantu sama lain. Jangankan membantu hewan, bahkan terkadang kita sering lebih mementingkan diri sendiri dibanding orang lain jika sedang berada dalam situasi yang genting. Hal inilah sebenarnya yang masih menjadi masalah pelik bagi kita, namun tidak ada salahnya untuk memperbaiki dari sekarang bukan? Ingatlah bahwa bahkan sekecil apapun, selemah apapun, se-tidak penting apapun hal itu, pada akhirnya pasti akan berpengaruh. Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran penting untuk kita juga ya catlovers!

“Kunkush’ Epic Journey” by The Guardian

“Kunkush’ Reunion with His Family”

 

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Dorian Wagner dan Sukses-nya “CatLadyBox”

Kucing. Siapa sih yang tidak tahu hewan peliharaan yang paling menggemaskan sedunia ini? Bahkan orang-orang yang sudah memelihara hewan lain pun tetap saja menyukai kucing! Pokoknya tidak akan ada deh

Cat News

Vito Vincent si Aktor Kucing yang Terkenal di Hollywood

Hallo catlovers! Kami selalu harapkan catlovers dan seluruh kucing di dunia ini dalam keadaan baik dan terus semangat! Nah, sebelum-sebelumnya kita pernah membahas beberapa kucing yang dapat bekerja di bidang

Cat News

Pria Ini Menyelamatkan 3 Kucing Kecil yang Tenggelam Saat Badai dan Mempertemukan Kembali dengan Induknya

Seorang pria baik hati menyelamatkan tiga anak kucing yang tenggelam di perairan saat badai. Ketika ia mempertemukan kembali dengan induk kucingnya, sang induk pun sangat senang anak-anaknya bisa kembali. Saat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!