Ternyata Kucing Telah di Jinakkan di China semenjak 5.000-an Tahun yang Lalu!
27/01/2016 1358 Views

Ternyata Kucing Telah di Jinakkan di China semenjak 5.000-an Tahun yang Lalu!

Holla catlovers! Bagaimana kabar catlovers dengan kucing-kucingnya? Kami harap selalu dalam keadaan sehat dan terus bersemangat ya pastinya! Kali ini kita akan membahas sedikit tentang sejarah si kucing yang mungkin telah menjadi pertanyaan besar bagi kita sebagai pemelihara mereka sejak lama, namun seringkali luput dipertanyakan kepada para ahli kucing ataupun terlalu rumit untuk merunut jawabannya. Kami tanya kepada catlovers, menurut catlovers sejak kapan kucing telah dijinakkan di dunia ini? Apakah kucing sejak dulu sudah menjadi kucing yang jinak seperti yang kita miliki sekarang? Atau mereka harus melewati beberapa fase sehingga menjadi kucing peliharaan seperti sekarang? Sebenarnya hingga saat ini jawaban untuk pertanyaan tersebut masih menjadi polemik yang krusial bahkan untuk para ilmuwan biologis sekalipun. Banyak sekali penelitian yang merunut tentang pertanyaan ini, hanya saja pada saat mereka sudah mencapai ujung penelitian selalu saja ada missing link yang sekiranya amat sulit untuk diambil sebagai kesimpulan. Nah, beberapa waktu lalu sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Perancis, Inggris dan Cina juga katanya menghasilkan sebuah kesimpulan tentang sudah sejak kapan dan dimana pertama kali kucing dijinakkan di bumi. Kira-kira apa ya kesimpulan yang mereka ambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan? Apakah hasil dari penelitian mereka masih menuju pada polemik yang mungkin tidak kunjung usai? Kali ini cattery.co.id akan me-review studi mereka hanya untuk catlovers dirumah. Jadi, disimak terus ya artikel cattery.co.id kali ini!

CZk_zDQW0AECJlPFosil kucing yang ditemukan oleh para ilmuwan di Cina dikatakan telah berumur 5.000 tahun!

“Apakah kucing domestik telah ada di cina sejak 5.000 tahun yang lalu? Atau benarkah kucing kecil (kucing rumahan) pertama kali dijinakkan di Cina pada masa lalu?”

img_1136_webFosil yang ditemukan pada penelitian sebelumnya dan diyakini sebagai fosil dari kucing kecil

calico-250-250 kotak-250x250

Ya, kedua hipotesis ini mungkin tidak akan pernah terjawab apabila para ilmuwan Perancis dari ‘Archéozoologie, Archéobotanique: Sociétés, Pratiques et Environnements’ yang bekerja sama dengan para ilmuwan dari Inggris dan juga Cina mengatakan bahwa penelitian mereka sukses dalam menemukan spesies yang sesuai dengan kucing peliharaan di era sekarang ternyata sama persis dengan fosil yang mereka temukan di sebuah pemukiman pertanian di Cina dan ditaksirkan telah terkubur disana semenjak 3.500 tahun sebelum masehi!

Para ilmuwan Perancis, Inggris dan Cina yang tergabung dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa fosil tulang yang mereka temukan adalah fosil leopard cat (kucing yang memiliki corak seperti macan), dan kucing jenis leopard cat sama persis dan memiliki gen yang hampir sama dengan kucing liar dari barat (western wildcat) yang mana merupakan dasar keturunan dari seluruh jenis kucing peliharaan di masa sekarang ini. Para ilmuwan tadi juga mengatakan dan setuju bahwa kucing pertama kali menjadi kucing yang jinak (domesticated) sejak 3.000 tahun sebelum masehi adalah di Cina, dan mereka mengambil kesimpulan ini berdasarkan bukti-bukti yang mereka temukan selama penelitian berlangsung. Kesimpulan yang para ilmuwan tadi ambil juga sangat cocok dengan sebuah studi yang telah lalu yang di lakukan di bagian timur Cina dan juga Mesir yang menyimpulkan bahwa ikatan antara manusia dan kucing pada awalnya terbangun karena mereka berbagi tempat tinggal dan saling bertumbuh berdasarkan daerah yang sama sehingga kucing juga menjadi jinak atas manusia.

Seperti yang kita tahu, dewasa ini kucing adalah hewan peliharaan terfavorit dan terbanyak sedunia dengan jumlah kurang lebih sekitar 500 jutaan kucing telah terpelihara di dunia ini (yang terdaftar). Dan kucing-kucing sejumlah tadi (dan sisanya) dipercaya bahwa kucing keturunan langsung dari kucing liar yang ada di Afrika dan Timur tengah (Felis silvestris lybica) sejak zaman dahulu kala. Mengacu kepada sebuah studi yang diluncurkan pada tahun 2004, manusia dan kucing pertama kali memiliki hubungan / ikatan yang kuat dan dekat di Timur Tengah, dan hal tersebut berlangsung sejak 9.000 sampai 7.000 tahun sebelum masehi. Hal ini ditaksir dengan pengacuan kepada lahirnya kebudayaan pertama kali di dunia. Namun pada masa tersebut kucing belum berukuran kecing seperti sekarang, hanya memang ikatan mereka sudah sangat dekat dengan manusia.

Pada tahun 2001, para peneliti dari Chinese Academy of Sciences dari Beijing, China menemukan fosil kucing pada sebuah pemukiman pertanian di bagian utara Cina (provinsi Shaanxi lebih tepatnya). Ditaksir oleh mereka bahwa fosil kucing tersebut telah ada dibawah tanah Cina sejak 3.500 tahun sebelum masehi. Pertanyaannya adalah apakah ini bukti bahwa adanya ikatan / hubungan yang kuat antara kucing kecil Cina (Chinese cat) dengan masyarakat Cina pada 4 tahun sebelum Masehi? Atau ini merupakan kucing jinak yang ekspansi ke Cina dari Timur Tengah sejak 3.500 tahun sebelum masehi?

Ya, tidak dapat diambil jawaban dari kedua pertanyaan tadi sebelum kita mengidentifikasi fosil tersebut sampai dapat diambil kesimpulan bahwa fosil tersebut termasuk dari spesies apa. Meskipun Cina memiliki tidak kurang dari 4 jenis kucing peliharaan yang terlahir disana, belum pernah ditemukan adanya satu jenis kucing yang merupakan keturunan langsung dari gen kucing modern (Felis silvestris lybica). Dan Cina pun mengakui bahwa mereka belum pernah mencatat adanya jenis kucing yang termasuk dalam keturunan Felis slvestris lybica tadi. Dalam rangka menemukan jawaban dari pertanyaan tadi, kolaborasi dari para ilmuwan CNRS, French Natural History Museum (MNHN), University of Aberdeen, Chinese Academy of Social Science dan Shaanxi Provincial Institute of Archaeology mengambil sebuah analisis yang dinamakan geometric morphometric analysis, yang mana dikarenakan tidak adanya DNA yang tersisa dari fosil tersebut, satu-satunya cara untuk membedakan dan menyamakan tulang tersebut adalah dengan menyamakan fosil tulang hewan yang dikira sejenis dan memiliki morfologi yang sangat mirip tanpa menggunakan teknik yang konvensional.

falbkatze_7d_41193Felis silvestris lybica yang diyakini merupakan turunan langsung dari fosil yang ditemukan di Cina

Para ilmuwan tadi menganalisis lima rahang berbeda yang dimiliki lima kucing dari Shaanxi dan Henan yang diperkirakan telah ada sejak 3.500 – 2.900 tahun sebelum masehi. Penelitian mereka ini pada akhirnya menghasilkan secara jelas dan menetapkan bahwa tulang rahang dari kelima fosil kucing tadi memiliki kesamaan dengan kucing hutan (leopard cat / Prionailurus bengalensis). Kucing hutan jenis ini bahkan sampai saat ini masih sangat tersebar luas keberadaannya di Asia Timur, dan nyatanya leopard cat ini merupakan kerabat jauh dari kucing liar dari barat (Felis silvestris lybica). Karakteristik mereka pun sama, yakni selalu hidup tidak jauh dari pemukiman manusia (ini sejak dulu lho catlovers! Hebat bukan?). Sama seperti di Timur Tengah. Leopard cat selalu tertarik untuk tinggal berdekatan dengan pemukiman orang-orang Cina bahkan mendatanginya pada saat itu karena tertarik dengan keberadaan tikus yang juga ada di pemukiman tersebut, dan sebenarnya ini merupakan simbiosis mutualisme diantara para kucing dan orang-orang Cina disana, terutama bagi para pemilik toko gandum pada masa itu.

7136074909_bc09180862Prionailurus bengalensis / leopard cat yang sempat ada di Cina pada masa Neolitikum namun telah punah pada akhir masa Neolitikum dan persebarannya di Cina berhenti semenjak itu.

Kesimpulan dari para ilmuwan ini menunjukkan bahwa proses perkembangan kucing jinak di timur tengah juga berkembang dengan sendirinya di Cina setelah lahirnya era pertanian di tanah Cina (yang diperkirakan bermula pada 8 tahun sebelum masehi. Di cina sendiri kucing jinak yang pertama kali memiliki kedekatan dengan manusia adalah jenis leopard cat ( P. bengalensis) dan bukanlah kucing berjenis kucing liar dari barat (western wildcats / F. silvestris lybica). Domestikasi kucing itu sekurang-kurangnya terjadi pertama kali pada 3 wilayah di dunia yang juga merupakan wilayah yang melahirkan era pertanian di dalamnya (karena dimana ada pertanian, pasti ada tikus. Dan dimana ada tikus, pasti ada kucing).

Namun demikian nih catlovers, kucing domestik di Cina yang ada pada masa sekarang tidak memiliki keturunan langsung dari leopard cat, melainkan memiliki keturunan gen dari Felis silvestris lybica. Ini dikarenakan keberadaan macan tutul purba dan juga kucing hutan purba asli Cina punah pada masa akhir Neolitikum. Lalu, tugas untuk para ilmuwan sekarang adalah apakah Felis silvestris lybica datang ke Cina dengan sendirinya? Atau para kucing tersebut datang pada saat Cina membuka Jalan Sutra (Silk Road) ketika bangsa Romawi dan Han mulai menjalin hubungan antara wilayah Timur dan Barat? Ini adalah pertanyaan besar selanjutnya yang menjadi tanggung jawab para ilmuwan di seluruh dunia. Lalu tanggung jawab kita sebagai catlovers? Rawatlah dan teruslah bermain dengan si kucing agar ia tidak pergi kemana-mana!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Pippin, Kucing yang Tetap Bahagia Walaupun Hidup Hanya dengan Dua Kaki

Yuk kenalan dengan Pippin, kucing yang bahagia menjalani hidupnya hanya dengan dua kaki. “Pippin lahir dengan hipoplasia radial, penyakit langka yang memutar tulang-tulang di kaki depannya. Ketika ia dilharikan ia

Cat News

Bantuan “ Hermes ” kepada Para Kucing Besar di Seluruh Dunia!

Holla catlovers! Kembali lagi di cattery.co.id yang pastinya selalu memberikan informasi terkini dan terbaik seputar kucing kecil hingga kucing besar hanya untuk catlovers semuanya! Lalu, kami mengawali artikel hari ini

Cat News

Jasmine : Seekor Kucing yang Buta namun Memiliki Mata Terindah

Catlovers semua pasti tahu sedikit banyak tentang disabilitas bukan? Lalu bagaimana catlovers memandang hal tersebut? Apakah itu berarti sebuah keterbatasan semata karena hilangnya satu kemampuan dari makhluk hidup? Sebaiknya kita

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!