Ternyata Asap Rokok Lebih BERBAHAYA Untuk si Kucing!
06/01/2016 4190 Views

Ternyata Asap Rokok Lebih BERBAHAYA Untuk si Kucing!

Hallo catlovers semua! Apa kabar catlovers dan si kucing? Semoga semakin baik dan kompak ya pastinya! Lalu, kami akan mengawali artikel ini dengan satu pertanyaan nih untuk catlovers : Apakah catlovers termasuk perokok?. Well, seperti kita tahu bahwa “merokok” bukanlah sebuah ‘pengisi waktu laung’ yang baik. Bagaimanapun juga sedikit atau banyak dari kita tahu bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 5.000 zat kimia yang sangat berbahaya untuk tubuh, terutama paru-paru. Sekarang pun merokok telah menjadi sebuah kebiasaan yang amat sangat mewabah ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Dijalan kita pasti sadar bahwa tingkat asap rokok dapat disamakan dengan tingkat asap polutan lainnya yang merupakan hasil pembakaran mobil, motor dan kendaraan lainnya. Lalu, kembali kepada catlovers. Apabila catlovers adalah seorang perokok dan masih belum dapat memberhentikan kebiasaan tersebut, pasti pernah kan suatu saat catlovers sedang merokok di khalayak umum atau bahkan dirumah dan seketika orang yang berada di sekeliling catlovers segera menjauhi bahkan menegur terang-terangan karena terkena asap rokok catlovers. Tentunya, jangan marah ya catlovers, karena hal ini selain dapat membahayakan catlovers yang merokok, juga dapat membahayakan mereka yang berperan sebagai perokok pasif! Namun ternyata memang ada hasil sebuah penelitian yang menyatakan bahwa perokok pasif memiliki resiko yang sama bahkan lebih besarnya dengan si perokok aktif. Lalu, pertanyaan selanjutnya yang tentunya berkenaan dengan si kucing : Apakah asap rokok membahayakan si kucing?. Nah, kali ini kami akan membahas artikel berkenaan dengan hal ini, dan bagi catlovers yang perokok khususnya artikel ini sangat penting untuk dibaca. So, teruslah membaca artikel cattery.co.id kali ini ya!

cat,cigarette,cute,telefons-5e5c7340bfbc0b4972d13f40471a60d5_hAsap dari rokok dapat membahayakan si kucing!

Tidak hanya manusia di sekitar kita yang dapat menjadi perokok pasif atas asap rokok yang kita hembuskan, akan tetapi juga si kucing yang kita sayangi sangat berpotensi untuk menjadi perokok pasif dan tentunya hal tersebut juga membahayakan si kucing berdsarkan sebuah penelitian! Hasil dari penelitian ini datang dari para peneliti dan juga ilmuwan dari sebuah universitas di Glasgow yang bernama University of Glasgow program studi Small Animal Medicine dan Oncology (sebuah bidang pembelajaran untuk pengobatan tumor). Program studi ini memang mengkhususkan bidang pembelajaran dan perkuliahan mereka dalam pengobatan binatang-binatang berukuran kecil. University of Glasgow disini juga bekerja sama dengan sebuah tim peneliti yang didanai oleh sebuah asosiasi yang bergerak di bidang kedokteran hewan yang dinamakan British Small Animal Veterinari Association (BSAVA). Para tim peneliti ini mengatakan bahwa anjing kecil dan juga kucing ternyata dapat lebih menderita dibanding para perokok pasif pada umumnya (orang-orang yang tidak merokok) dikarenakan kucing dan anjing selalu dekat dengan karpet dan keset yang mana zat kimia dari asap rokok sangat mudah tersangkut pada tekstur karpet dan juga keset, sehingga mereka secara tidak langsung juga menghirup zat kimiawi tersebut.

Young cowboy with cat is smokingKucing dapat jauh lebih menderita dari perokok pasif manapun

calico-250-250 kotak-250x250

Disini, kucing bahkan jauh lebih menderita dan juga riskan dibanding anjing sebagai perokok pasif. Ini dikarenakan kebiasaan kucing yang selalu melakukan self-grooming (menjilati bulunya sendiri). Seperti yang kita tahu, kucing pasti akan seringkali duduk terdiam, tertidur bahkan bermain pada alas yang hangat dan berbulu seperti karpet dan keset, dan apabila pemelihara atau orang di rumah tempat si kucing itu dipelihara adalah seorang perokok, sangat besar kemungkinannya zat kimia dari asap rokok juga ikut tertempel pada bulu mereka pada saat mereka sedang bersantai atau bermain diatas karpet dan juga keset. Jadi, bisa dibayangkan bukan apabila disaat mereka melakukan self-grooming dan zat kimiawi dari asap rokok yang hinggap pada bulu mereka ikut terjilat dan tertelan? Tidakkah itu ironis?.

Photo illustration by Jaclyn Sage LacorazzaSama halnya seperti anak-anak dan tiap orang di sekeliling kita, kucing terancam kesehatannya apabila menghirup asap rokok (menjadi perokok pasif)

Seperti halnya kita yang mungkin seorang perokok dan tidak ingin anak-anak kecil dan wanita disekitar kita menghirup asap rokok karena kita tahu hal itu membahayakan mereka, apalagi jika kita mengajari mereka bagaimana caranya merokok. Disini apabila kita merokok di dekat si kucing, sama saja dengan kita menawarkan rokok secara cuma-Cuma kepada si kucing. “Korelasinya sama dengan yang terlihat kepada anak-anak: Paru-paru yang masih sehat dan kecil memiliki daya pernafasan yang kecil pula dan lebih mudah untuk terancam dengan asap rokok yang terhirup” tukas seorang ahli kedokteran hewan yang bernama Laura Sullivan dari Hospital for Animals, di Grand Rapids, Michigan yang juga meneliti hal yang sama perihal kerugian yang akan dialami si kucing apabila dekat dengan seorang perokok aktif. Penelitian terakhir dari Dr. Sullivan menyatakan secara jelas bahwa bahaya dari asap rokok dapat menimbulkan penyakit yang sangat mematikan terhadap si kucing. Jadi, jika belum ada gangguan kesehatan pada diri kita yang perokok dan juga anggota keluarga kita dirumah sebagai perokok pasif atas asap rokok yang kita hembuskan, disini akan muncul korban baru: si kucing yang kita pelihara kemungkinan akan menjadi anggota keluarga pertama kita yang terserang penyakit atas asap rokok. Sungguh menyedihkan.

article-2336998-1A2F5CAB000005DC-997_468x319Kucing juga dapat terkena kanker apabila menghirup asap rokok dalam jangka panjang dan rutin

Resiko penurunan tingkat kesehatan yang terikat dengan menghisap asap rokok telah terbukti bahwasannya dapat juga membahayakan si kucing. “Jika kita manusia yang pasti dapat segera menghindari ruangan atau tempat yang dipenuhi asap rokok dengan mencari udara segar, si kucing tidak dapat melakukan hal ini” tukas Shera Dickie yang merupakan seorang dokter hewan dari St. Julian’s Cat Care, di Dearborn, Michigan. Disini Shera juga mengambil kesimpulan yang sama dengan hasil penelitian dari para tim peneliti University of Glasgow dan juga British Small Animals Veterinary Association yang menyatakan bahwa asap rokok dapat hinggap pada tekstur bulu si kucing dalam waktu yang lama, dan zat kimawi yang hinggap dari asap rokok pada bulu si kucing tersebut pasti akan tertelan oleh si kucing mengingat kebiasaan si kucing yang selalu melakukan Self-Grooming.

4231353050_1fdbf84d54_o-775x390

Mengacu kepada sebuah penelitian dari Swedia yang dilakukan oleh Dr. Dickie : “6 dari 7 kucing yang tinggal di sebuah rumah yang terdapat perokok didalamnya sudah dipastikan akan mengalami perubahan patologikal dari paru-paru mereka, dan perubahan ini sangat berpotensi untuk memunculkan sebuah bibit penyakit yang amat sangat mematikan bahkan untuk seorang manusia: Kanker”. Kanker ternyata juga dapat diderita oleh si kucing yang kita cintai. dan rata-rata kanker yang dapat muncul pada kucing-kucing yang menjadi perokok pasif antara lain:

  • Malignant Lymphoma. Kanker jenis Malignant Lymphoma merupakan salah satu jenis kanker yang sangat agresif yang dapat terjadi di kelenjar getah bening dan sangat berakibat fatal. “Tiga dari empat kucing yang mengipad kanker ini seringkali meninggal pada masa diagnose dalam jangka waktu setahun” tukas Dr. Dickie. Kucing yang hidup dengan perokok memiliki 2 kali kemungkinan yang lebih besar untuk terkenan kanker jenis Malignant Lymphoma, dan setiap waktu prosentase-nya kian meningkat.
  • Squamous Cell Carcinoma. Kanker jenis ini akan hinggap pada bagian mulut si kucing. Sebuah studi yang dilakukan di Tufts College of Veterinary Medicine menyatakan bahwa kanker jenis ini lebih mudah diderita si kucing yang telah hidup dengan seorang perokok aktif selama kurang lebih 5 tahun.
  • Nicotine Poisoning (Keracunan Nikotin). Seperti yang kita tahu, nikotin merupakan unzur kimia yang cukup dominan pada tiap batang rokok dan nikotin sangat tidak dianjurkan untuk kehidupan manusia. Kemungkinan kucing untuk keracunan nikotin sangatlah besar mengingat sifat dasar si kucing yang selalu penasaran akan sesuatu. Contohnya, jika kita membuang puntung rokok di sembarang tempat, sangat besar kemungkinan seekor kucing yang lewat akan penasaran dengan punting tersebut hingga akhirnya menggigitnya dan menjilatnya. Hal ini sangat beresiko karena si kucing kemungkinannya besar untuk keracunan nikotin. Puntung rokok ternyata masih mengandung banyak zat kimia berbahaya dari keseluruhan rokok dan yang masih dominan adalah nikotin. Telah terjadi banyak kasus pada kucing yang meninggal secara tiba-tiba dan itu dikarenakan keracunan nikotin.
  • Asthma (Asma / Sesak Pernafasan). Asma yang juga masih menjadi momok menakutkan bagi manusia, ternyata juga dapat diderita oleh si kucing. Seperti kita tahu asma memiliki gejala sesak pernafasan sehingga nafas kita akan menjadi tersengal-sengal. Ironisnya lagi, ternyata si kucing juga tidak hanya terkena asma apabila mereka menjadi perokok pasif, bahkan cenderung menjadi lebih fatal. “kucing yang menghirup asap rokok secara rutin memiliki kemungkinan besar untuk terkena asma dan proses penyembuhan yang sangat lama. Bahkan ini akan menjadi infeksi virus pneumonia”. Tukas Dr. Sullivan. Gejala-gejala bahwa si kucing telah terkena asma adalah sama dengan manusia, yakni si kucing mulai kesulitan bernafas, tiap kali ia bernafas akan bersuara dan juga batuk-batuk.

Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini agar si kucing terlepas dari belenggu asap rokok dan tidak menjadi perokok pasif?

  • Buatlah sebuah ruangan yang bebas asap rokok atau sebaliknya (membuat sebuah ruangan khusus merokok / smoking area) dirumah kita. Mungkin bagi seorang perokok aktif, merokok adalah sebuah kebiasaan primer yang akan sulit dilepaskan. Maka dari itu, mulailah peduli kepada sekitar kita! Merokoklah diruangan yang tidak ada seorangpun dan juga kucing yang boleh masuk.
  • Gunakanlah penyaring udara dirumah kita. Penyaring udara akan membantu kita untuk terus membersihkan udara kotor disekitar rumah dengan menghilangkan tiap zat kimia yang hinggap di sekitar rumah yang dapat mengganggu pernafasan si kucing dan juga anggota keluarga lainnya.
  • Mandikan si kucing dan bersihkan rumah kita secara rutin. Memandikan si kucing secara rutin atau sekedar mengelap bulunya dengan handuk yang cukup basah akan membantu menghilangkan zat kima dari asap rokok yang hinggap pada bulu si kucing tukas Dr. Dickie. Lalu, teruslah gunakan Vacuum Cleaner dalam membersihkan setiap ruangan, karpet dan keset yang mungkin dapat dihinggapi oleh zat kimia dari asap rokok. Jangan lupa juga untuk membuang puntungrokok pada tempatnya yang tidak mungkin dapat terjangkau oleh si kucing yang dapat membahayakan dan sangat mematikan bagi si kucing
  • Yang paling jitu jika kita adalah seorang perokok yang juga memeilhara seekor bahkan banyak kucing dirumah agar kucing kita terhindar dari bahaya asap rokok adalah, BERHENTILAH MEROKOK!

Nah catlovers, kurang lebih seperti itulah kebahayaan yang akan ditimbulkan oleh asap rokok pada si kucing. Jika, kita benar-benar mencintai si kucing, pastinya kita tidak akan tega untuk membahayakan mereka bukan? So, love your cat like you love yourself!

2pilas-animal-cat-cigarette-cute-Favim.com-443545Stop it!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

Apakah Kucing Liar membuat Kucing Peliharaan Kita Dirumah Tertekan? Ini Solusinya!

Kali ini kita akan membahas tekanan apa yang dirasakan kucing peliharaan kita dirumah jika melihat ada kucing liar yang ada di luar rumah berkeliaran disekitar rumah. Tentu sebenarnya hal ini

Dunia Kucing

Kucing Pengintip

Seekor kucing sedang berusaha mengintip pemiliknya tanpa diketahui. Namun sayang usahanya tersebut malah membuat pemiliknya tertawa karena kelucuan tingkah kucingnya. Artikel ini disponsori oleh:

Dunia Kucing

Kenapa Kucing Pemilih Makanan sedangkan Anjing Tidak?

Kita pasti seringkali melihat kucing yang memakan rumput atau hal apapun yang sekiranya dapat dimakan olehnya, akan tetapi ia memuntahkan kembali yang ia makan atau bahkan tidak menyentuhnya sama sekali.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!