Sikap Agresif Diantara Kucing
29/08/2015 6394 Views

Sikap Agresif Diantara Kucing

Sulit bagi kita untuk memperkirakan sebarapa baik sikap toleran diantara kucing dalam satu kelompok. Beberapa kucing ada yang tidak bersikap teritorial dan tidak memiliki masalah menyesuaikan diri dengan berbagi rumah dengan kucing lainnya. Namun ada juga kucing yang sangat mempertahankan teritorial dan struktur hirarkinya, sehingga dia akan sulit akur dengan kucing lainnya.

Banyak masalah agresifitas diantara kucing dapat berhasil diselesaikan. Untuk melakukannya, kita mungkin memerlukan bantuan dari dokter hewan dan cat behavior specialist yang memiliki pengetahuan tentang perilaku kucing. Kucing yang memiliki masalah dengan agresifitas mungkin tidak pernah menjadi bersahabat, namun ia bisa belajar untuk bersikap toleran satu sama lain dengan meminimalkan konflik yang terjadi. Cattery.co.id akan membahas tentang agresifitas yang terjadi diantara kucing untuk catlovers. Silakan disimak!

FBpic

Sikap Agresif Teritorial

calico-250-250 kotak-250x250

Seperti kita tahu, kucing adalah hewan teritorial, lebih teritorial dibandingkan dengan anjing. Sikap agresif teritorial terjadi ketika kucing merasa bahwa wilayahnya telah diserang oeh penyusup. Tergantung dimana kucing menghabiskan waktunya, ia dapat melihat lingkungan sepanjang jalan atau RT sebagai wilayahnya. Kucing betina bisa menjadi bersikap teritorial juga seperti kucing jantan.

Pola perilaku dalam jenis ini biasanya si kucing akan mengejar dan menyergap penyusup, serta akan mendesis dan mengusirnya jika terjadi kontak fisik. Masalah teritorial sering terjadi ketika kita baru membawa kucing ke rumah, saat anak kucing yang muda mulai mencapai kematangan, atau ketika kucing bertemu kucing dari luar lingkungannya. Jarang terjadi kucing akan bersikap agresif teritorial dalam satu keluarga, ia akan ramah dan toleran dengan yang lain.

plays4smee

Sikap Agresif antar Pejantan

Kucing jantan dewasa biasanya cenderung mengancam, dan terkadang bertarung dengan pejantan lainnya. Perilaku ini dapat terjadi untuk memperebutkan betina, atau untuk mencapai posisi dominan dalam struktur hierarki sosial kucing.

Jenis agresif ini seringkali melibatkan banyak ritual, seperti posisi tubuh, menguntit, menatap, mengeong dan melolong. Serangan biasanya akan dihindari jika salah satu kucing mundur dan pergi. Jika serangan tak terhindarkan, penyerang biasanya akan melompat ke depan, mengarahkan gigitannya ke tengkuk lawannya. Sementara lawannya akan jatuh ke tanah dan mencoba untuk menggigit dan mencakar perut penyerangnya dengan kaki belakangnaya. Kucing akan berguling-guling, menggigit dan berteriak, lalu tiba-tiba berhenti, mereka akan menentukan sikapnya, apakah ia akan bertarung lagi atau pergi. Kucing biasanya tidak parah melukai satu sama lain dengan parah, namun kita harus memeriksa lukanya karena rentan terkena infeksi. Pejantan yang belum disterilkan jauh lebih mungkin untuk melawan ketika berkelahi dibandingkan pejantan yang telah disterilkan.

mean-cat

Sikap Agresif Defensif

Agresif defensif terjadi ketika kucing mencoba untuk melindungi dirinya dari serangan yang ia anggap tidak bisa melarikan diri. Ini seringkali terjadi ketika ia merasa terancam akibat hukuman orang, serangan atau percobaan serangan dari kucing lain, atau saat i merasa terancam atau takut.

Postur defensif kucing biasanya ia akan meringkuk dengan kaki ditarik dibawah badannya, menaruh telinganya ke bawah, menyelipkan ekornya ke bawah, dan mungkin akan berguling sedikit ke samping. Posisi ini berbeda dengan postur tunduk (submissive) yang ditunjukkan oleh anjing, karena kucing tidak bermaksud untuk menonaktifkan serangan terhadap kucing lainnya. Melanjutkan atau mendekati kucing yang dalam posisi ini kemungkinan akan memicu terjadinya serangan.

Two cat sitting on the window sill

Agresif yang Dialihkan

Jenis agresif ini adalah agresif yang diarahkan ke hewan lain yang tidak melakukan perilaku provokatif. Misalnya, kucing indoor sedang duduk di jendela lalu melihat seekor kucing outdoor yang berjalan melintas pekarangan. Karena si kucing tidak bisa menyerang kucing luar, ia bisa berbalik dan menyerang kucing di rumah yang duduk di sampingnya. Agresif yang dialihkan bisa berupa sikap ofensif dan defensif secara alamiah.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

– Jika kucing kita berubah secara tiba-tiba, langkah pertama yang kita lakukan adalah hubungi dokter hewan untuk diperiksa secara menyeluruh kesehatannya. Kucing sering menyembunyikan gejala penyakitnya sampai ia sakit parah. Setiap perubahan dalam perilaku kucing mungkin adalah indikasi awal dari masalah medis.
– Memperkenalkan kembali kucing secara perlahan untuk membuat kedua kucing ini akur kembali. Cara ini mungkin membutuhkan bantuan orang yang ahli dalam perilaku kucing.
– Jika kucing kita berkelahi, jangan biarkan perkelahian terus berlanjut. Kucing adalah hewan yang sangat teritorial, dan karena hirarki sosial pada kucing cukup longgar, tidak seperti hirarki sosial pada anjing yang kuat. Oleh karena itu semakin kucing sering berkelahi, maka akan semakin buruk masalahnya.
– Untuk menghentikan perkelahian, kita bisa membuat suara keras, seperti berteriak atau meniup peluit, menyemprotkan air, atau melemparkan sesuatu yang empuk pada mereka. Jangan mencoba untuk memisahkannya dengan tangan kosong, atau catlovers akan dicakar atau digigit oleh si kucing.
– Cegahlah perkelahian ke depannya. Ini berarti kita harus memisahkan antara kucing yang berkelahi, hingga kita bisa memecahkan masalahnya. Hal ini untuk mencegah kontak antara mereka yang bisa memicu perkelahian.
– Jangan pernah menghukum kucing yang berkelahi. Hukuman dapat memancing agresif lebih lanjut dan respon yang mengerikan, yang hanya akan membuat masalah menjadi lebih buruk. Jika kita mencoba untuk menghukum kucing, bisa jadi kita akan menjadi target untuk agresif yang dialihkan atau agresif defensif.
– Jangan tambah lebih banyak kucing. Beberapa kucing bersedia untuk berbagi rumah dan wilayah mereka dengan beberapa kucing, tapi semakin banyak kucing yang berbagi wilayah, maka semakin besar kemungkinan kucing tidak bisa hidup akur.
– Pisahkan sumber daya si kucing. Kurangi kompetisi diantara mereka dengan menyediakan beberapa mangkuk makanan yang identik, tempat tidur dan litter box di berbagai tempat di rumah kita.
– Berikan tempat bertengger tambahan. Memberikan tempat bertengger dan bersembunyi lebih banyak memungkinkan kucing kita untuk memilih tempat yang ia suka.

544x259_tuckerann17280

Karena hierarki sosial pada kucing bersifat agak fleksibel, beberapa kucing relatif toleran untuk berbagi rumah dan wilayah mereka dengan beberapa kucing. Namun bukan hal yang aneh ada kucing yang bisa toleran terhadap beberapa kucing, namun tidak toleran dengan kucing yang lainnya di rumah. Jadi semakin banyak kucing yang berbagi wilayah yang sama, maka semakin besar kemungkinan mereka akan berkelahi satu sama lain.

Ketika kita memperkenalkan kucing satu sama lain, salah satunya mungkin mengirimkan sinyal untuk bermain, namun disalahartikan oleh kucing yang lain. Jika sinyal tersebut ditafsirkan sebagai sikap agresif oleh salah satu kucing, maka kita harus menanganinya sebagai sikap agresif.

Faktor-faktor yang menentukan seberapa baik kucing bisa akrab bersama-sama tidak sepenuhnya dapat dipahami. Kucing yang disosialisasikan dengan baik (mereka memiliki pengalaman yang baik dengan kucing lain ketika masih kecil) kemungkinan akan lebih ramah daripada kucing yang tidak terbiasa dengan keberadaan kucing lain. Di sisi lain, kucing jalanan yang terbiasa berkelahi dengan kucing lain untuk memperhatikan wilayah dan sumber makanan, mungkin tidak akan akur dengan rumah yang memiliki banyak kucing. Faktor genetik juga berpengaruh terhadap temperamen kucing. Orang tua yang ramah lebih mungkin untuk menghasilkan keturuan yang ramah juga. Berusaha untuk menyelesaikan masalah agresifitas pada kucing memang membutuhkan waktu dan komitmen kita. Jangan menyerah ya catlovers!

(rbb)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Perilaku Kucing

Apakah si Kucing Merasa Senang Jika Kita Cium?

Kucing bagi kita adalah hewan peliharaan terbaik yang pernah ada di dunia, bukan begitu catlovers? Lalu kita juga telah melakukan beragam cara untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada mereka, namun

Perilaku Kucing

6 Permainan Asah Otak untuk Kucing

Kita semua suka dengan permainan asah otak, seperti puzzle dan permainan kata, yang diharapkan bisa membuat mental kita tetap tajam. Ini adalah alasan yang bagus. Setiap kita belajar sesuatu yang baru, kita

Perilaku Kucing

Tangisan Kucing: Ungkapan Emosi atau Sekedar Menjaga Kesehatan Mata

Pernahkah kamu melihat kucing kamu menangis atau terlihat berlinang air mata? Apakah kucing kamu menangis dikarenakan perasaannya? Beberapa orang mungkin mengandai-andai apakah kucing meneteskan air matanya ketika sedih. Banyak binatang, termasuk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!