Setelah 20 Tahun Menjadi Penyejuk Bagi Para Pelayat, Barney si Kucing Pemakaman Akhirnya Beristirahat Selamanya
08/03/2016 2744 Views

Setelah 20 Tahun Menjadi Penyejuk Bagi Para Pelayat, Barney si Kucing Pemakaman Akhirnya Beristirahat Selamanya

Catlovers ingat bagaimana cara si kucing membuat kita menjadi tenang setiap harinya? Senang setiap waktu. Terhibur dan terkadang lelah mengejar si kucing karena gesit nan lincah berlari kesana kemari? Tapi pernahkah terbayangkan oleh catlovers apabila sosok si kucing yang selalu menemani catlovers setiap harinya telah tiada karena umurnya yang semakin menua atau penyakit yang dideritanya? Pastinya kita tidak pernah mau hari itu datang ya catlovers, akan tetapi kucing jugalah makhluk hidup yang kelak akan tiada. Maka dari itu sebelum kita merasa terlambat untuk menyayangi si kucing, tidak ada salahnya kita selalu menyempatkan waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan si kucing entah itu lama ataupun sebentar. Kali ini ada seekor kucing yang sejak 20 tahun lalu tinggal di sebuah pemakaman. Tidak, ini bukanlah cerita menyeramkan akan tetapi cerita nyata yang menyentuh tentang seekor kucing yang telah membuat para pelayat dari pemakaman tempat si kucing tinggal nyaman bermain dengannya di waktu senggang setelah berziarah atau melayat. Hingga akhirnya ‘waktu’ si kucing pun datang dan meninggalkan duka yang amat sangat mendalam bagi pengurus pemakaman dan juga para peziarah yang sering datang kesana. Lalu, seperti apa kisah ini selengkapnya? Bagaimana si kucing ini akhirnya mendapat julukan ‘kucing pemakaman’ (cemetery cat)? Simak kelanjutannya hanya di cattery.co.id!

PAY-Pet-CsgBarney the cemetery cat (Barney si kucing pemakaman) merupakan seekor kucing yang hidup di areal pemakaman St. Sampson dan memiliki ‘tugas’ mulia semasa hidupnya.

 

Seekor kucing yang bernama Barney adalah kucing yang hidup normal seperti kucing biasanya di seluruh belahan dunia, hanya saja ia memiliki tempat tinggal sekaligus tempat bermain yang cukup tidak lazim. Ya, pemakaman lah yang menjadi tempat tinggalnya sekaligus tempatnya bermain. Ia sejak awal memang terlahir di kawasan pemakaman tersebut tanpa diketahui dimana induknya dan juga saudara-saudaranya. Kemungkinan pada saat sang induk dari Barney ini memindahkan anak-anaknya, Barney merupakan anak yang tertinggal dikawasan tersebut. Semenjak ia lahir, Barney merupakan kucing yang sangat bersahabat, ramah dan tidak ‘nakal’ sama sekali terhadap para pengurus pemakaman dan juga para pelayat dari pemakaman tersebut. Para pengurus dari pemakaman tersebut selalu memberi makannya secara rutin, para pelayat dari pemakaman tersebut juga melakukan hal yang sama terhadapnya. Maka dari itu Barney merupakan sosok kucing yang amat sangat melekat di hati para orang-orang yang seringkali berinteraksi dan bermain dengannya. Sampai-sampai sosok Barney yang bersahabat ini pernah menjadi sorotan media Guernsey Press pada tanggal 24 Desember 2014 lalu. Guernsey Press mengatakan bahwa ada seekor kucing ginger lokal yang memiliki ‘misi’ mulia dalam hidupnya, yakni menjadi penenang dan penghibur daripada para pelayat dan pengurus pemakaman di St. Sampson.

calico-250-250 kotak-250x250

PAY-Pet-CemetaryTugas mulia Barney semasa hidupnya adalah dengan terus berada didekat para peziarah / pelayat disaat mereka sedang merasa bersedih atas pemakaman kerabat / saudaranya di St. Sampson. Hebatnya, tidak ada seorang-pun yang meeminta Barney untuk melakukan itu, melainkan Barney melakukan hal tersebut karena keinginannya sendiri.

 

Akan tetapi berita tersebut sekarang sontak menjadi berita yang sangat meninggalkan duka yang mendalam di hati para pembaca terutama para pengurus pemakaman dan juga pelayat / peziarah dari pemakaman St. Sampson, karena Barney telah tiada setelah mengemban tugas mulianya selama 20 tahun di pemakaman St. Sampson. Barney yang dulu seringkali berkeliling-keliling disekitar pemakaman, tidur diatas batu marmer / nisan dan juga tidur diatas rumput makam kini juga telah meninggal dunia dan dikuburkan di tanah rumput yang selalu menjadi tempatnya tidur dan bersantai selama ia hidup. Tentu berita ini sontak tersebar ke seluruh pengurus pemakaman dan juga orang-orang yang sering berziarah ke pemakaman St. Sampson sehingga mereka tetap memakamkan Barney si kucing pemakaman sebagaimana mereka memakamkan kerabat-kerabat mereka yang telah terdahulu meninggal dan dimakamkan di sana. Salah seorang pengurus tanah makam di St. Sampson yang bernama Alan Curzon mengatakan : “sekarang Barney si kucing yang amat kita sayangi dan cintai ini telah beristirahat dengan tenang dibawah tanah pemakaman St. Sampson dimana ia selalu menjadi cahaya penyejuk ditengah-tengah rasa kesedihan dan kemuraman para pelayat atas pemakaman saudara dan kerabatnya di St. Sampson”. “Kami berjanji bahwa kami akan selalu merindukannya dan tidak akan pernah melupakan tugas mulianya disini” tambah Alan.

PACEAFSDAWXMeninggalnya Barney meninggalkan duka yang amat mendalam untuk para pengurus pemakaman dan para peziarah pemakaman St. Sampson

Sebenarnya Barney si kucing merupakan kucing peliharaan dari seorang warga yang tinggal dekat pemakaman St. Sampson di Guernsey. Hanya saja setelah Barney (pada waktu ia berumur 4 tahun) di pelihara di rumah tersebut, Barney selalu saja kembali dan kembali lagi ke pemakaman St. Sampson. Alan (63 tahun) pada akhirnya dipercaya untuk memelihara dan merawat Barney si kucing di situs pemakaman St. Sampson sejak tahun 1996. “Disaat banyak sekali orang yang melakukan ziarah dan juga pelayatan di pemakaman St. Sampson, mereka pasti sedang merasakan rasa kehilangan yang mendalam karena pemakaman atas kerabatnya. Akan tetapi, pada saat seperti apapun Barney si kucing pasti ada di samping orang-orang yang sedang merasakan sedih dan kehilangan tadi untuk terus menghibur mereka” tukas Alan yang juga sangat terpukul atas meninggalnya Barney. “Setiap orang yang memasuki areal pemakaman dengan rasa yang sedih dan hati yang berat, Barney kembali mencerahkan hari-hari mereka. Barney pasti akan menunggu orang-orang yang datang ke pemakaman tersebut dan berjalan mengikuti mereka seperti ikut mengantar dan juga mengeluskan dirinya kepada kaki para peziarah. Tidak ada sama sekali hal buruk yang pernah ditinggalkan Barney si kucing semasa hidupnya dalam hidup saya dan juga orang-orang yang mengenalnya, sehingga kami selalu menyediakan bangku kecil di tempat kesayangannya di St. Sampson yang sekarang telah menjadi tempat ia disemayamkan dengan tenang. Kami benar-benar kehilangan sosok Barney” tambah Alan dengan raut wajah yang sedih.

fawefceKini tubuh dari Barney si kucing telah disemayamkan dibawah bangku kesayangan Barney di St. Sampson. Bangku tersebut juga disediakan khusus untuk Barney oleh pihak St. Samnpson.

Tentu tanggapan tidak hanya datang dari pihak pengurus pemakaman St. Sampson seperti Alan Curzon, akan tetapi juga datang dari para pelayat dan peziarah yang rutin datang ke pemakaman St. Sampson. Seperti banyak dari mereka yang menuliskan pada dinding facebook mereka: “Saya dan seluruh anggota keluarga saya benar-benar menyayangi dirimu (Barney), dan kami amat sangat berterima kasih atas kenyamanan yang tidak bosan kau berikan kepada kami pada saat masa-masa tersulit kami. Kau membawa seberkas cahaya kedalam hidup kami pada saat kehidupan kami sedang berada dalam gelapnya kesedihan” tulis Kelly Ogier di akun facebook pribadinya. “Anak-anak saya sangat merasa senang mengunjungi Barney si kucing setiap kali mereka datang bersama saya ke pemakaman St. Sampson untuk berziarah ke pemakaman kakeknya. Barney si kucing yang telah menjadi penyejuk kami atas rasa sedih kami di pemakaman kini telah tiada dan saya yakin banyak sekali orang yang merasa kehilangan atas kepergiannya” tulis Pauline Goddard pada akun facebook pribadinya. “Ia harus memiliki pemakamannya sendiri untuk dirinya di St. Sampson mengingat Barney si kucing yang semasa hidupnya selalu berada di sekitar St. Sampson dan menghibur para pelayat, termasuk saya” tulis Andy Baker. “Ia benar-benar terlahir untuk pemakaman St. Sampson” tambah Mandy Hardman.

barney-the-cat_900Kamu akan selalu dirindukan, Barney!

Ya catlovers. Sosok yang paling kita sayang memang seringkali pergi karena dikatakan bahwa tuhan lebih menyayanginya disana untuk menjadi salah satu penghuni surganya, dan kami yakin bahwa Barney kini telah tenang berada di sisinya. Selain menjadi kisah nyata yang amat menyentuh, tentu ini membawa pelajaran penting terhadap kita bahwasannya teruslah kita membuat si kucing merasa senang dan bahagia semasa hidupnya. Buatlah mereka mengenal diri kita cukup dalam agar terbangun satu ikatan yang mungkin tidak hanya menjadikan si kucing sebagai hewan peliharaan dirumah, melainkan juga bagian dari keluarga. Tentu saja setelah catlovers membaca artikel ini perasaan sayang catlovers semakin meningkat dan tidak ingin lepas dari mereka bukan? Kami tentu akan terus berdoa dan berharapo agar catlovers dan juga para kucingnya kemudian panjang umur dan selalu diselimuti oleh perasan senang dan bahagia. Untuk Barney, kami yakin tidak akan ada satu orang pun yang dapat melupakan kebaikkan yang ia perbuat selama ia hidup di dunia, dan pasti akan selalu ada banyak orang yang merindukan sosok dirimu yang bersahabat dan hangat, Barney!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Musisi dan Aktris Menentang Pembantaian 2 Juta Kucing oleh Pemerintah Australia!

Australia memang sangat disayangkan disaat merencanakan pembasmian untuk 2 juta kucing liar karena dianggap menjadi hama untuk beberapa tanaman dan juga hewan disana (baca artikel cattery.co.id : Cat-Mageddon! Australia Akan

Cat News

Setelah Kedinginan Tertimbun Salju, Kucing Lucu ini Berhasil Diselamatkan!

Teriknya matahari dan turunnya hujan. Kita sebagai masyarakat di Indonesia sudah terbiasa dengan dua cuaca tersebut, dan pastinya kita tidak memiliki satu musim, yakni salju. Mungkin saja kita juga tidak

Cat News

Seekor Kucing Masuk dalam Jajaran Kepolisian di Manurewa, New Zealand

Catlovers pasti tahu bukan kisah tentang Tara dan Tama yang cukup mencengangkan karena mereka adalah kucing yang menjadi kepala bagian perkereta api-an di Jepang? Lalu Tardar Sauce yang amat terkenal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!