Seorang Perempuan Berjuang Untuk Hak Hidup Kucing di Israel
26/01/2016 1521 Views

Seorang Perempuan Berjuang Untuk Hak Hidup Kucing di Israel

Dikala semua orang berfikir tentang Israel, pasti semua orang selalu berfikir tentang bom yang memborbardir di Tel Aviv dan sekitarnya. Perang yang merugikan banyak pihak dengan duduk persoalan yang sejak awal dapat dikatakan ‘sepele’ dan dapat segera dihindari dengan satu kata : toleransi. Akan tetapi kita manusia memang memiliki sifat dasar yang amat berbahaya jika membesar, ego. Karena ego inilah pada akhirnya bom, rudal, misil, roket tiada henti-hentinya “mondar-mandir” diatas langit Israel – Gaza. Yang dirugikan? Tentu saja manusia. Namun apakah benar hanya manusia sebagai makhluk hidup yang dirugikan? Disinilah ego kita mulai membesar lagi dan lagi. Bagaimana dengan makhluk hidup lain yang juga hidup di tanah Israel seperti pepohonan dan juga sahabat hewan kita, kucing? Ya tentu, sebagai makhluk hidup mereka juga menjadi korban dari peperangan tersebut. Hanya saja media massa pasti luput tentang para kucing yang menjadi korban. Mereka tidak mengerti apa-apa akan tetapi ikut menjadi korban ledakan roket / misil yang jatuh. Hingga akhirnya sekarang ada seorang wanita yang memperjuangkan hak hidup para kucing yang ada di Israel. Ia peduli tentang hak hidup yang juga dimiliki oleh para kucing disana dan tidak perlu menjadi korban perang. Bahkan kini ia terus berusaha agar dapat menyelamatkan para kucing tersebut. Nah, bagaimana ya kira-kira kisah perjuangan wanita ini? Apakah tujuan ia yang amat mulia pada akhirnya tercapai dan memiliki akhir yang diharapkan? Kali ini cattery.co.id akan membahas perjuangan wanita ini hanya kepada catlovers! So, simak terus ya artikel cattery.co.id kali ini!

IMG_0303_400x400Riva Mayer, aktivis penegak hak hidup untuk kucing

Disebuah kota kecil yang berlokasi diluar Tel Aviv ada seorang wanita yang merupakan seorang aktivis penegak hak hidup kucing dan merupakan seorang pendiri dari The Cat Welfare Society. Wanita ini bernama Riva Mayer. Apa yang membuat ia hebat? Kurang lebih telah 30 tahun lamanya ia memperjuangkan hak hidup untuk seluruh kucing di Israel yang terlantar (tidak dipelihara / diadopsi). Pada saat ia masih berumur 20 tahun ia telah menjadi saksi hidup dari aksi brutal pemberian racuk secara paksa kepada sebuah koloni kucing yang berjumlah amat banyak oleh sebuah tim di Israel tanpa alasan yang jelas dan Riva sendiri tidak mengetahui. “Hal itu amat sangat mengerikan, kucing-kucing yang diracun tadi amat merasa kesakitan. Jahat” tukas Riva.

Sejak itulah Riva pada akhirnya membangun sebuah organisasi yang bergerak di bidang perjuangan hak hidup untuk kucing yang dinamakan The Cat Welfare Society. Riva dan organisasinya selalu berada di barisan paling depan di Israel dalam hal penyuluhan publik dan perembukan dengan pemerintah dalam hal penegakan hak hidup untuk binatang (terutama kucing) agar lebih baik dan diperhatikan. Pada tahun 2004, Riva mulai menunjukkan kesuksesan bersama organisasinya. Ini dibuktikan pada saat ia menang banding untuk kasus peracunan koloni kucing yang sebelumnya ia saksikan sendiri. Banding itu diadakan langsung di Mahkamah Agung, dan tentunya seperti yang diharapkan, Riva menang dan kasus tersebut berhasil meluncurkan sebuah undang-undang berbasis hukum negara yang baru perihal pelarangan keras untuk percobaan peracunan untuk seluruh kucing Israel yang terlantar.

calico-250-250 kotak-250x250

Riva sendiri mengakui bahwa tujuan mulianya ini terinspirasi oleh Karn Meyers dan juga FixNation yang sebelumnya telah berjuang untuk mengimplementasikan TNR (Trap-Neuter-Return) di Tel Aviv, dan pada tahun 2012, Riva dan orang tuanya pergi ke Amerika Serikat dimana mereka bertemu langsung dengan Karn dan mendapatkan sedikit tur dari fasilitas-fasilitas yang ada di FixNation. Tentu saja, ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Riva pribadi. Ia amat antusias mengikuti penyuluhan dan tiap-tiap langkah dalam penegakan hak hidup kucing disebuah negara sehingga pada akhirnya Riva kembali ke Israel dan sudah memiliki bekal yang amat matang untuk memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan atas kucing-kucing terlantar di Israel.

RivaColonySalah seorang dari organisasi The Cats Welfare Socety yang sedang memberikan makan malam kepada para kucing liar

Tentu, bagi siapapun memperjuangkan hak hidup binatang ke ranah negara pasti sangat sulit. Apalagi mengingat hak hidup binatang yang diperjuangkan adalah hak hidup kucing terlantar di Israel yang notabenenya sekarang merupakan negara yang amat kontradiktif. Jangankan memberikan sumbangan kepada para kucing, pengiriman logistik untuk korban manusia pun masih sering tersendat karena peperangan yang tak kunjung akhir. Akan tetapi Riva tidak sedikitpun bergeming dan merasa gentar, ia tetap merasa bahwa masih ada seberkas harapan yang terang dalam niat mulianya ini. “Berbeda dengan bagian negara yang ada di tiap belahan bumi, Israel cenderung memiliki cuaca yang cukup dingin, dan karena cuaca inilah kucing-kucing disini berkembangbiak sebanyak 4 kali setahun. Disinilah problem utamanya. Lalu permasalahan lainnya adalah sumbangan. Diestimasikan bahwa 2 juta kucing adalah kucing yang terlantar di Israel. Tentu, sebagai binatang yang alamnya pun ikut hancur karena peperangan, mereka tidak lagi dapat bertahan hidup sebagaimana manusia yang dapat menahan segala rasa lapar dan dahaga” tukas Riva.

“Orang-orang kaya di Israel sama sekali tidak memperdulikan kucing. Mereka lebih perduli terhadap anjing. Hal ini juga termasuk tugas berat bagi kami agat dapat menampung banyak sumbangan untuk para koloni kucing di Israel” – Riva Mayer

Riva kembali menjelaskan bahwa memang sejak awal Israel tidak pernah terbiasa untuk menjadikan seekor kucing ataupun anjing sebagai hewan peliharaan. Anjing selalu diikat diluar rumah sebagai anjing penjaga, sedangkan kucing tetap dibiarkan dijalan dan sama sekali tidak ada yang mengadopsi. “Banyak sekali orang di Israel yang hanya ingin memiliki seekor hewan yang jelas mereka beli / jelas identitasnya untuk dipelihara daripada mengadopsi binatang yang lahir di jalanan atau hidup di sebuah penangkaran” tukas Riva.

Akan tetapi Riva tidak menyerah sampai disitu. Justru karena permasalahan yang krusial dan kemelut itulah Riva ada disini. Tujuan ia adalah menegakkan hak hidup kucing terlantar di Israel hingga akhir khayatnya dan tidak akan pernah berubah. Ia terus berfikir positif dan positif dalam tiap kegiatannya dalam memperjuangkan kucing di Israel. Ia terus berusaha memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar ikut perduli terhadap kucing-kucing liar dan terlantar di Israel. Kali ini Riva memiliki harapan dan mimpi baru, yakni untuk membangun sekurang-kurangnya 10 klinik hewan yang tersebar di seluruh Israel dimana di klinik ini tiap kucing dapat di sterilkan, bahkan target dari Riva sendiri adalah 100 kucing perhari harus disterilkan karena memang Riva yang notabenenya seorang catlovers tetap menganggap bahwa jumlah kucing yang berada di Israel sudah overpopulated.

shelter_for_cats_09Memang kucing di Tel Aviv sudah termasuk overpopulated

Nah catlovers, jelas dapat kita lihat dari pribadi Riva dimana penduduk Israel dan media massa tidak menyorot tentang kucing di Israel, Riva tetap terus memperhatikan para kucing disana. Bahkan sekarang Riva telah menyebarluaskan pesan ke seluruh Israel bahwa kucing terlantar juga memiliki hak hidup yang sama seperti kita manusia di dunia. Disinipun kita belajar bahwa sebagai manusia kita tidak dapat berlaku semena-mena diatas dunia. Ingatlah terus bahwa yang menghirup oksigen di dunia ini bukan hanya kita manusia, akan tetapi makhluk hidup lain seperti hewan-hewan dan tumbuhan. Kucing pun termasuk dalam hewan yang amat bergantung terhadap kita manusia. Sebenarnya kedamaian dunia pun akan tercapai jika kita terus memberlakukan toleransi, tidak memaksakan kehendak dan terus berlaku baik kepada sesama. Tentu saja dengan begitu tidak akan ada lagi pihak yang dirugikan!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Seekor Kucing Menjadi doorman di Sebuah Museum karena April Fool’s!

Kali ini kita akan membahas tentang seekor kucing ginger yang dilansir telah bertugas disebuah museum sejarah dan seni yang cukup terkenal di Rusia. Lalu kira-kira apa saja ya yang dilakukan

Cat News

Nitama, Kucing Penerus Kepala Stasiun Kereta Api di Jepang!

Kucing kali ini tidak hanya berperan sebagai hewan peliharaan yang disayang oleh manusia, tetapi juga memerankan peran yang biasanya dijalankan oleh manusia. Seperti halnya yang dilakukan Nitama, di Jepang. Jenis

Cat News

Jackson Galaxy, Sang “Cat Daddy” hadir Jakarta!

Jackson Galaxy, atau yang dikenal sebagai Cat Daddy dan pembawa acara My Cat From Hell dari Animal Planet. Jackson hadir di beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!