Senjata Kimia pada Kucing Ampuh Basmi Tikus
06/07/2015 3082 Views

Senjata Kimia pada Kucing Ampuh Basmi Tikus

Kucing memang dirancang tubuhnya sebagai predator, termasuk menjadi predator tikus. Kucing juga dipersenjatai dengan taring dan cakar yang kuat untuk menangkap mangsanya. Namun kucing juga memiliki senjata rahasi lainnya lho. Pada kali ini Cattery.co.id akan menjelaskan senjata rahasia yang dimiliki kucing.

Selain memiliki cakar dan taring yang cukup untuk melumpuhkan tikus, ternyata kucing juga memiliki senjata kimia yang terkandung di dalam urine kucing yang ampuh untuk mengalahkan tikus. Urin kucing mengandung senyawa kimia yang disebut L-Feline, dan tikus telah berevolusi untuk bereaksi terhadap senyawa ini. Ketika tikus mencium L-Feline, tubuh mereka akan memproduksi hormon stres yang disebut kortikosteron, dan mereka akan melarikan diri dari kucing.

Penemuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Experimental Biology’s di Prague. Para peneliti dari AN Severtov Institute of Ecology and Evolution di Moscow, sebelumnya menemukan bahwa ada suatu senyawa di dalam urine kucing yang dapat menyebabkan tikus hamil menjadi keguguran atau menahan tikus agar tidak bereproduksi. Reaksi tersebut tidak lah unik hanya untuk tikus saja. Beberapa spesies juga tidak akan bereproduksi, atau akan menunda kelahirannya, jika mereka tahu ada predator di dekatnya.

a-common-housecat

calico-250-250 kotak-250x250

Dr Vera Voznessenskaya menjelaskan bahwa tikus memiliki respon fisiologis terhadap L-Feline yang dihasilkan oleh kucing. Pengindraan aroma kimia yang dimiliki tikus dapat merangsang neuron pada otaknya sehingga memicu peningkatan hormon stres. Interaksi senyawa kimia antara tikus dan kucing ini telah terjadi selama ribuan tahun.

Studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa bayi tikus yang terkena senyawa kimia yang dihasilkan oleh kucing, pada masa perkembangannya, tikus tersebut tidak akan lari terhadap kucing, sehingga tikus tersebut mudah ditangkap oleh kucing. Para peneliti melakukan percobaan dengan bayi tikus yang berumur satu bulan, bayi tikus tersebut dipaparkan senyawa kimia kucing selama dua minggu. Ketika tikus tersebut dewasa, probabilitas untuk si tikus lari ketika mencium aroma kedatangan kucing sangat kecil. Indra penciuman tikus sangat tajam, dalam keadaan normal, tikus akan segera lari ketika mencium kedatangan kucing. Namun ketika sudah terkena paparan senyawa kimia kucing, kecenderungan tikus itu untuk lari ketika bertemu kucing sangat kecil.

Itu artinya kucing menjadi hewan penting dalam pengendalian populasi tikus. Selain ketangkasannya sebagai predator tikus, kucing juga memiliki senjata kimia L-Feline dalam urinenya untuk mengontrol populasi tikus secara tidak langsung. Tertarik untuk memelihara kucing? Bisa dipastikan rumah catlovers menjadi bebas tikus jika terdapat kucing di sekitar rumah.

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

Mitos Kucing: Kucing adalah Hewan Penyendiri, Acuh Tak Acuh dan Independen

Sejak dahulu kucing dikenal sebagai hewan penyendiri dan independen. Tapi benarkah kucing seperti itu? Pam Johnson-Bennett, seorang cat behaviorist, salah satu orang yang berusaha meneliti perilaku kucing sejak 1982. Pada

Dunia Kucing

Kucing dan Kotak Kardus

Gerombolan kucing sedang bermain di kotak kardus. Terlihat para kucing senang sekali bermain di dalam kardus. Mereka melompat dari kardus satu ke kardus lainnya. Lucu banget .. :3   Artikel

Dunia Kucing

Tempat Terbaik untuk Mengelus Kucing

Kucing memang binatang yang paling suka dielus-elus. Namun catlovers harus hati-hati ketika mengelus kucing, karena jika salah, bisa jadi kita akan dicakar atau digigit oleh kucing. Oleh karena itu, kita

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!