Senjata Kimia pada Kucing Ampuh Basmi Tikus
06/07/2015 3553 Views

Senjata Kimia pada Kucing Ampuh Basmi Tikus

Kucing memang dirancang tubuhnya sebagai predator, termasuk menjadi predator tikus. Kucing juga dipersenjatai dengan taring dan cakar yang kuat untuk menangkap mangsanya. Namun kucing juga memiliki senjata rahasi lainnya lho. Pada kali ini Cattery.co.id akan menjelaskan senjata rahasia yang dimiliki kucing.

Selain memiliki cakar dan taring yang cukup untuk melumpuhkan tikus, ternyata kucing juga memiliki senjata kimia yang terkandung di dalam urine kucing yang ampuh untuk mengalahkan tikus. Urin kucing mengandung senyawa kimia yang disebut L-Feline, dan tikus telah berevolusi untuk bereaksi terhadap senyawa ini. Ketika tikus mencium L-Feline, tubuh mereka akan memproduksi hormon stres yang disebut kortikosteron, dan mereka akan melarikan diri dari kucing.

Penemuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Experimental Biology’s di Prague. Para peneliti dari AN Severtov Institute of Ecology and Evolution di Moscow, sebelumnya menemukan bahwa ada suatu senyawa di dalam urine kucing yang dapat menyebabkan tikus hamil menjadi keguguran atau menahan tikus agar tidak bereproduksi. Reaksi tersebut tidak lah unik hanya untuk tikus saja. Beberapa spesies juga tidak akan bereproduksi, atau akan menunda kelahirannya, jika mereka tahu ada predator di dekatnya.

a-common-housecat

calico-250-250 kotak-250x250

Dr Vera Voznessenskaya menjelaskan bahwa tikus memiliki respon fisiologis terhadap L-Feline yang dihasilkan oleh kucing. Pengindraan aroma kimia yang dimiliki tikus dapat merangsang neuron pada otaknya sehingga memicu peningkatan hormon stres. Interaksi senyawa kimia antara tikus dan kucing ini telah terjadi selama ribuan tahun.

Studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa bayi tikus yang terkena senyawa kimia yang dihasilkan oleh kucing, pada masa perkembangannya, tikus tersebut tidak akan lari terhadap kucing, sehingga tikus tersebut mudah ditangkap oleh kucing. Para peneliti melakukan percobaan dengan bayi tikus yang berumur satu bulan, bayi tikus tersebut dipaparkan senyawa kimia kucing selama dua minggu. Ketika tikus tersebut dewasa, probabilitas untuk si tikus lari ketika mencium aroma kedatangan kucing sangat kecil. Indra penciuman tikus sangat tajam, dalam keadaan normal, tikus akan segera lari ketika mencium kedatangan kucing. Namun ketika sudah terkena paparan senyawa kimia kucing, kecenderungan tikus itu untuk lari ketika bertemu kucing sangat kecil.

Itu artinya kucing menjadi hewan penting dalam pengendalian populasi tikus. Selain ketangkasannya sebagai predator tikus, kucing juga memiliki senjata kimia L-Feline dalam urinenya untuk mengontrol populasi tikus secara tidak langsung. Tertarik untuk memelihara kucing? Bisa dipastikan rumah catlovers menjadi bebas tikus jika terdapat kucing di sekitar rumah.

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

[Video] Kucing yang Mengerti Bahasa Manusia

Kucing putih ini membuktikan kalau mpus sebenarnya mengerti bahasa manusia… Well, setidaknya yang berhubungan dengan makanan. Apa mungkin selama ini kucing kamu mengerti apa yang kamu bicarakan, tapi karena kamu tidak sogok

Dunia Kucing

Sejarah Kucing: Kucing sangat Disayangi di Mesir Kuno?

Mesir Kuno terkenal sebagai bangsa yang menghormati hewan-hewan yang hidup bersama dengan mereka di bumi, dan mengaitkannya dengan dewa-dewa atau karakterisitik manusia yang positif lainnya. Namun tidak ada hewan yang

Dunia Kucing

Bagaimana Kucing Akhirnya Bisa Menjadi Hewan Peliharaan?

Kucing, kucing dan kucing. Sampai kapanpun kita sebagai catlovers tidak akan pernah merasa bosan dengan mamalia berbulu yang sangat imut dan menggemaskan tersebut bukan? Tetapi pernahkah kita berfikir, apakah kucing

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!