Sekelompok Kucing Besar yang Dianggap telah Punah akhirnya Ditemukan di Ethiopia!
04/02/2016 3530 Views

Sekelompok Kucing Besar yang Dianggap telah Punah akhirnya Ditemukan di Ethiopia!

Catlovers semua pasti tahu bahwa binatang yang ada di bumi ini dimasukkan ke dalam beberapa kategori. Antara lain kategori hewan yang populasinya masih meluas, langka dan juga punah. Tugas kita sebagai manusia yang juga makhluk hidup sama seperti mereka adalah menjaga agar populasi mereka terus terkontrol dan penanganannya harus tepat terhadap masing-masing kategori. Seperti misalnya penanganan untuk hewan yang populasinya masih meluas di muka bumi. Tugas kita adalah terus menjaga populasi mereka agar tidak menurun drastis dan juga menaik secara drastis, karena populasi yang tidak seimbanga pada satu jenis makhluk hidup pasti akan berpengaruh pada alam. Penanganan kita terhadap hewan yang langka juga pastinya mulai masuk ke dalam penanganan yang serius. Ini dikarenakan populasi mereka sudah termasuk ke dalam hewan yang tingkat natalitasnya dapat dikatakan tidak akan secepat semasa mereka masih memiliki populasi yang meluas. Tapi sayangnya tidak semua orang ingin bekerja sama agar populasi mereka tetap lestari. Ada orang yang sama sekali tidak acuh dengan lingkungannya dan juga sesama makhluk hidup, sehingga tingkat hewan yang menjadi langka terus meningkat dan masuk dalam daftar hewan yang terancam kepunahan. Bahkan ada beberapa kelompok orang yang membentuk sindikat tidak berperikemanusiaan yang tega untuk memburu hewan-hewan langka yang masih ada di bumi.

ethiopia-sudan-Border-AffairsSekelompok singa ditemukan didekat perbatasan Sudan – Ethiopia

Namun kabar baik datang dari tanah Ethiopia. Sekelompok singa yang dikabarkan sempat hilang, bahkan dianggap telah mati ditanah Sudan ternyata ditemukan di daerah daratan utara Ethiopia dengan anggota yang lengkap. Mengacu kepada sebuah media Amerika bahwa telah proven sekelompok singa tersebut adalah yang sempat dikabarkan hilang sebelumnya dan berada di sekitar Sudan. Lalu kira-kira bagaimana kabar selanjutnya dari sekelompok singa yang berhasil ditemukan ini? Apakah mereka akan tetap ditempatkan di Ethiopia atau dikembalikan ke habitat asalnya? Bagaimana gerak pihak perlindungan hewan langka yang ada di sana menanggapi hal ini? Daripada penasaran, cattery.co.id akan membahasnya untuk catlovers! So, terus disimak ya artikel cattery.co.id kali ini!

ethiopian-lion-2Bagaimana ya kabar kelompok singa yang akhirnya ditemukan di sekitar Ethiopia dan Sudan tadi?

calico-250-250 kotak-250x250

Sebuah konfirmasi telah diterima dari satu tim ekspedisi yang melakukan perjalanan ke Alatash National Park yang berlokasi di sekitar barat-laut Ethiopia dan amat dekat dengan perbatasan Ethiopia dan Sudan. Tim ekspedisi ini didukung penuh oleh sebuah badan amal Washington, D.C. dan dipimpin oleh Hans Bauer yang merupakan seorang konservatoris singa yang bekerja untuk Oxford University’s Wildlife Conservation Research Unit (WildCRU). WildCRU sendiri merupakan sebuah badan yang dinaungi Oxford yang bergerak dibidang penelitian dan konservatorium alam. Mereka juga seringkali berperan dalam aksi penyelematan populasi hewan liar yang langka dan hapir punah. Ekspedisi yang dipimpin oleh Hans Bauer ini juga baru berakhir pada bulan November kemarin.

maxresdefaultHans Bauer (kanan) merupakan pemimpin tim ekspedisi yang turun langsung ke Ethiopia untuk menguak keberadaan sekelompok singa yang telah dikabarkan hilang.

Bauer dan timnya pada ekspedisi kemarin menemukan bukti jelas dan tak terbantahkan dari kelompok singa tersebut adalah singa-singa yang memang sedang dicari keberadaannya dan telah dianggap hilang. Mereka berhasil mengumpulkan bukti dari keberadaan para kelompok kucing besar tersebut di bagian barat-laut Ethiopia dengan mengambil fotonya secara diam-diam dengan kamera yang tersembunyi dan terus mengidentifikasi kemana kelompok singa ini terus berjalan dan pergi. Tim ekspedisi yang di pimpin oleh Hans ini juga mengatakan bahwa kelompok kucing besar ini kemungkinan besar akan berkumpul dengan kelompok lainnya sehingga menjadi sebuah koloni. Mereka juga mengetahui bahwa ada kelompok singa lainnya yang letaknya tidak jauh dari lokasi mereka namun sudah menyeberangi perbatasan Sudan. Kelompok singa yang lain itu lebih tepatnya berada di Dinder National Park, Sudan.

Sudan_Dinder_EntranceGerbang masuk Dinder National Park (Sudan)

“Alatash sendiri merupakan wilayah yang sangat besar namun hanya sedikit orang yang berkunjung kesini” ulas Born Free Foundation yang juga ikut andil dalam ekspedisi ini. “Meskipun hampir seluruh singa disini telah ada sejak berabad-abad lalu juga terus berkembang biak dan penduduk disekitarnya juga sadar dengan keberadaan singa-singa tersebut, komunitas internasional tidak pernah memperdulikan hal ini. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) bahkan hingga saat ini hanya menganggap Alatash sebagai sebuah situs yang memiliki potensi singa dengan populasi yang sedikit rentang” tambah Born Free pada ulasan yang mereka buat pasca selesainya ekspedisi. Hans sang pemimpin ekspedisi penyelamatan para kucing besar tersebut mengatakan : “Para singa yang ada di Alatash National Park, Ethiopia dan Dinder National Park, Sudan ini sudah pasti terlahir ditanah tempat mereka hidup hingga sekarang. Keberadaan singa di Alatash sayangnya belum pernah dikonfirmasi dalam peremuan di tingkat nasiona ataupun internasional yang acap kali membahas konservatorium alam yang juga selalu bersangkutan dengan hewan langka”.

new-lion-population-alatash_lion_reportFoto yang berhasil diambil oleh Hans dan tim ekspedisinya di Ethiopia yang menjadi bukti bahwa keberadaap populasi kucing besar yang telah di anggap hilang ternyata masih dapat bertahan hidup

“Kesimpulannya juga termasuk relatif mudah untuk diambil karena ada kemungkinan bahwa seluruh singa yang ada di Alatash dan Dinder ini merupakan ‘penduduk’ asli disana dan masih saling berhubungan. Sayangnya karena persediaan air yang terbatas, jumlah hewan mangsaan yang rendah otomatis populasi singa pun semakin menurun. Hal inilah yang membuat singa asli Alatash dan Dinder terlihat seperti populasi singa pendatang. Kita dapat secara konservatif menganggap bahwa adanya keberada 1-2 singa setiap 100km2 (38 mil2). Luas permukaan daratan adalah sekitar 10.000km2 (sekitar 4.000 mil2), ini berarti populasi para kucing besar pada hamparan daratan Alatash – Dinder adalah sekitar 100 sampai 200 ekor untuk seluruh ekosistem dan yang berada di Alatash hanya ada sekitar 27 hingga 54 ekor” tambah Hans.

817Salah satu foto juga yang berhasil diambil Hans dan tim ekspedisinya. Kali ini secara jelas singa betina benar-benar berada di dekat kamera tersembunyi yang dipasang oleh Hans dan tim ekspedisinya.

“Konfirmasi bahwa singa dapat bertahan di daerah Alatash – Dinder ini merupakan berita yang amat menarik dan melegakan” tukas Ada M. Roberts yang merupakan CEO dari Born Free Amerika Serikat dan juga Born Free Foundation. Para kucing besar yang telah dianggap punah secara lokal di Sudan ternyata masih bertahan hidup hingga saat ini. Sungguh, ini merupakan kabar yang amat sangat menggembirakan” tambah Adam. “Sekarang tim ekspedisi telah sukses menuntaskan tugasnya, langkah berikutnya adalah untuk menjalin komunikasi dengan pihak pemerintahan Ethiopia dan Sudan dalam rangka pengadaan kebutuhan untuk konservasi di daerah mereka sehingga para singa yang sebelumnya tidak terlindungi ini dapat dilindungi dan berada dibawah pengawasan secara rutin”.

kenya-ethiopia-2-1bb42Perbatasan Ethiopia dan Sudan

Bagaimana catlovers? Kita pasti salut kan dengan kerjasa sama tim pimpinan Hans sekaligus dukngan besar dari pihak Born Free Amrica, Born Free Foundation? Sebenarnya yang mereka lakukan berawal dari sebuah kesadaran yang amat sederhana, yakni : kita hidup di dunia tidaklah sendiri, banyak makhluk hidup di dunia ini yang harus saling kita rangkul dan saling bekerja sama sehingga tercipta kedamaian yang sempurna di muka bumi. Kami yakin catlovers termasuk orang-orang yang berhati mulia dan ingin sekali ikut serta dalam gerakan-gerakan manusia dan ekspedisi seperti diatas, namun sebenarnya dengan kita memilhara si kucing dengan baik, kita telah menjadi orang yang turut serta peduli dengan alam dan makhluk hidup di muka bumi loh catlovers! Hanya saja sayangnya masih banyak sekali oknum yang tidak mementingkan keharmonisan dalam hidup sehingga mereka benar-benar tega membunuh hewan-hewan langka di muka bumi seperti para kucing besar (singa,harimau, macan dan sebagainya), gajah, badak dan hewan lainnya. Apakah catlovers tahu bahwa harimau Sumatera telah termasuk di dalam hewan yang terancam punah karena hanya tersisa beberapa ratus di Indonesia? Sebenarnya ini merupakan kewajiban kita untuk menjaga mereka agar tetap hidup di alamnya. Ya, semoga saja kita memiliki kesempatan untuk ikut memajukan kehidupan dunia yang lebih damai dengan cara saling menjaga dan melindungi sesama makhluk hidup ya catlovers?

150401165411-gabon-first-lion-super-169Singa juga merupakan makhluk hidup yang tentunya memiliki hak untuk hidup yang sama seperti manusia. Jadi kita juga harus menjaga keberadaan mereka!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Aplikasi Dari Jepang ini Bisa Membaca Suasana Hati Kucing

Apakah catlovers pernah sesekali mengira apa yang akan dilakukan oleh si kucing pada satu waktu? Seperti disaat ia sedang duduk terdiam dan seperti ingin melompat namun pada akhirnya tebakkan kita

Cat News

Felix si Kucing yang Menjadi Kepala Bagian Pembasmi Tikus di Stasiun Kereta Api

Hallo catlovers apa kabar semuanya? Kembali lagi bersama cattery.co.id yang akan selalu membawakan artikel terhangat untuk catlovers yang akan terus membahas tentang si kucing tentunya! Seperti biasa, kami akan memberi

Cat News

Ekspresi Kucing yang Viral setelah Mencium ‘Kentut’ Teman Kucing-nya!

Kucing merupakan salah satu dari sekian banyak hewan peliharaan yang raut wajahnya / ekspresi wajahnya tidak bisa kita baca secara kasat mata.  Ini karena memang mereka tidak menggunakan raut wajah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!