Pemberian Nafas Buatan Untuk si Kucing. Bisakah?
20/06/2017 1275 Views

Pemberian Nafas Buatan Untuk si Kucing. Bisakah?

Hallo catlovers! Kembali lagi bersama Cattery.co.id yang selalu memberikan informasi seputar kucing ter-update hanya untuk catlovers di rumah! Bagaimana nih ngomong-ngomong puasa catlovers? Semoga lancar terus ya bagi catlovers yang menunaikan ibadah puasa di bulan yang suci ini! Well, kali ini kita akan masuk ke dalam pembahasan yang mungkin catlovers tidak boleh skip dalam membaca-nya karena apa yang tertulis di dalam artikel cattery.co.id kali ini sangat berkaitan antar satu poin dengan poin yang lain. Ya, kita akan membahas langkah pertolongan pertama untuk si kucing dalam keadaan darurat! Pernah mendengar Artificial Respiration (AR) dan juga Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)? Baiklah, di dalam artikel ini kita akan membahas langkah kedua hal tersebut dari awal hingga tuntas. Disimak baik-baik ya catlovers!

human-animal_bond9

Siapa sih yang tidak sayang kepada kucing peliharaannya? Tentunya kita tidak pernah ingin terjadi sesuatu kepada mereka kan catlovers?

Artificial respiration (AR) adalah istilah lain dari pemberian nafas buatan dan Cardiopulmonary Resuscitation  (CPR) adalah istilah lain dari prosedur pertolongan pertama berupa pemberian pernafasan buatan diselingi dengan pemberian kompresi pada detak jantung secara manual dalam keadaan yang darurat bagi  orang yang membutuhkan. Tujuannya adalah agar dapat menyelamatkan hidup orang tersebut. Akan tetapi, tahukah catlovers bahwasannya CPR ini dapat juga menjadi langkah pertolongan pertama pada si kucing dirumah apabila terjadi sesuatu yang tidak  pernah kita harapkan pada si kucing, misalnya si mpus mendadak tidak sadarkan diri.

calico-250-250 kotak-250x250

670px-bond-with-your-cat-step-2

Akan tetapi kemungkinan terburuk bisa saja terjadi kepada si kucing. Bukan kita berharap, namun tidak akan pernah ada yang tahu perihal apa yang terjadi di kemudian hari terutama jika menyinggung ‘Kesehatan si Kucing’

Tentu saja, kita semua tidak akan pernah berharap sedikitpun untuk berada di dalam situasi seperti itu kan catlovers? Tapi tentu ada baiknya untuk mengetahui penanggulangan dari kemungkinan terburuk kan catlovers? Tapi tentu saja, sebelum cattery.co.id akan membahas bagaimana tahap memberikan CPR yang baik dan benar,  akan lebih baik jika kita semua tidak membiarkan si kucing dekat dengan keadaan terburuk tersebut. Jadi sekarang yang terpenting adalah jangan membiarkan si kucing sampai kepada titik ia akan tidak sadarkan diri dalam keadaan apapun. Perhatikanlah beberapa tanda seperti :

  • Kesulitan bernapas (sesak nafas pada si kucing, ditandai dengan deru nafas yang tersengal-sengal)
  • Lemah, terlihat seperti lesu dan tidak aktif seperti biasanya.
  • Terluka parah tanpa kita tahu sebabnya (mungkin karena berkelahi dengan kucing lain atau hewan lain)

Nah, jika beberapa tanda-tanda diatas telah terlihat pada diri si kucing, tidak usah berlama-lama lagi segeralaha bawa si kucing ke dokter hewan terdekat. Namun jika si kucing kemudian sampai kepada titik terburuk yakni tidak sadarkan diri, di sinilah CPR mungkin memberi cukup tenggat waktu hingga sampai ke dokter hewan terdekat (usahakan jika catlovers membawa kendaraan, minimal ada 2 orang di dalam mobil dimana catlovers adalah salah satunya karena teman catlovers bertugas untuk mengendarai kendaraan. Sangat tidak mungkin memberikan CPR kepada si kucing sekaligus berkendara.)

cat-cpr-combined-01

Tata cara CPR!

Tapi ingat, tenanglah! Jangan tergesa-gesa. Karena sebelum kita memberikan CPR kepada si kucing, ada beberapa hal yang harus kita periksa. Dari hal-hal ini akan terlihat apakah si kucing membutuhkan CPR atau tidak:

  1. Periksa pernapasan si kucing

Kita bisa memerikasa pernapasan si kucing dengan memantau gerakan dada si kucing. Kita bisa meletakan tangan kita persis diatas hidung si kucing atau dengan meletakan cermin di atas hidung si kucing untuk merasakan apakah nafas-nya masih ada atau tidak. Jika menggunakan cermin, nafas kucing akan terlihat dari adanya embun di cermin itu. Jika ternyata tanda-tanda si kucing bernafas masih terlihat, kemungkinan besar CPR tidak perlu dilakukan.

  1. Periksa warna gusi si kucing

Jika si kucing tidak mendapatkan cukup oksigen maka warna gusi si kucing bisa berubah menjadi warna kebiruan atau abu-abu, bukan pink seperti biasanya. Jika gusi si kucing mulai berwarna putih, ini juga malah menandakan sirkulasi darah yang buruk. Di saat inilah CPR dibutuhkan. Namun jika gusi si kucing masih berwarna merah atau merah muda. Itu berarti kadar oksigen bagi si kucing masih cukup.

  1. Periksa detak jantung atau denyut nadi si kucing

Kita bisa memeriksa denyut nadi si kucing dengan meletakan tangan di bagian dalam paha si kucing (tempat dimana kaki si kucing bertemu dengan tubuh). Jika tidak merasakan denyut nadi di sana, cobalah untuk mendengar detak jantung si kucing dengan meletakan telinga, tangan (lebih baik stetoskop jika ada) pada bagian kiri dada si kucing, di dekat dengan siku. Jika masih ada, CPR tidak diperlukan. Namun jika semakin melemah, kemungkinan CPR diperlukan.

Berikut adalah langkah pemberian CPR pada si kucing. Baca langkah demi langkah. Tetap tenang dan jangan sampai ada yang terlewat ya catlovers:

 cWn8rzQr

  1. Periksalah pernafasan si kucing.
  2. Jika nafas benar-benar tidak ada, maka buka mulut si kucing dan pastikan tidak ada penghalang aliran udara untuk bernafas lewat mulut.
  3. Tarik keluar lidah ke bagian mulut depan, lalu tutup mulut si mpus secara perlahan. Selanjutnya pegang erat mulut si kucing ketika dalam keadaan tertutup.
  4. Pastikan leher si kucing dalam posisi benar-benar lurus dan tidak tertekuk sama sekali. Jika sudah, berikan nafas buatan dengan meniupkan udara ke hidung si kucing dengan rentang antara tiupan sekitar 4 sampai 5 detik. Tidak perlu kencang, samakan dengan posisi kita jika sedang bernafas. (Jika sebelumnya catlovers pernah mengikuti pelatihan pemberian CPR untuk bayi, gunakanlah kekuatan nafas yang sama)
  5. Perhatikan tiap gerakan dari dada si kucing; Kedua bagian dadanya harus naik pada saat kita memberikan nafas (seperti ketika si kucing menarik nafas dalam kondisi normal) dan menurun secara perlahan pada saat kita hentikan pemberian interval nafas (seperti ketika kucing membuang nafas).
  6. Jika jantung si kucing juga berhenti, bersiaplah untuk memberikan respirasi buatan untuk detak jantung si kucing (langkah 7-10).
  7. Periksa detak jantung dan denyut nadi si kucing. Detak jantung bisa dirasakan pada bagian dada sebelah kiri si kucing. Denyut nadi pada bagian lipatan kaki yang ada pada tubuh.\
  8. Jika keduanya tidak ada. Posisikan si kucing dengan bagian sisi kanan mengarah kepada anda pada permukaan yang benar-benar rata.
  9. Letakan jari-kari salah satu tangan pada salah satu sisi dadanya, usahakan tepat berada dibelakang siku si kucing dan kemudian remas sebentar dada si kucing untuk membuat dadanya agak sedikit tertekan.
  10. Jika catlovers sudah yakin tangan catlovers telah dalam posisi yang tepat, tekan dada si kucing sekitar 15 kali setiap 10 detik; Berikanlah nafas buatan per 10 kali kompresi kejut yang telah kita lakukan pada dada si kucing.

Lakukanlah tahap tahap diatas hingga catlovers sampai di dokter hewan untuk si kucing mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut yang tentunya lebih intensif dan mendetil.

the-importance-of-annual-health-checks-for-your-cat-564b3aca0dfca

Sesampainya di dokter hewan. Biarkanlah sang dokter hewan yang mendiagnosa lebih lanjut karena pasti ia tahu apa yang harus dilakukan secara lebih mendetil.

AR dan CPR ini sangat membantu dalam kebanyakan kasus darurat pada kucing. Akan tetapi, ada saatnya pemberian CPR tidak dapat membantu. Biasanya ini dalam kasus serangan jantung pada kucing (ya, serangan jantung tidak hanya ada pada manusia, namun juga pada si kucing). Namun itu bukan berarti catlovers harus menyerah pada mpus mu. Justru dengan kita memberikan CPR kepada mereka, itu berarti kita masih terus percaya dan ikut berjuang agar si kucing tetap bisa berada disamping kita dan dapat meneruskan hidupnya. Namun, meski begitu. Kucing yang telah sampai pada titik pemberian CPR seperti tadi kemungkinan akan dirawat terlebih dahulu selama beberapa lama di dokter hewan (rawat inap), dan tentunya perlu perawatan lanjutan agar lebih baik. Ikuti dengan seksama dan mendetil setiap petunjuk dari dokter hewan dan jika kita merasa ada yang tidak beres pasca selesainya si kucing dirawat di dokter hewan. Segeralah menghubungi kembali dokter tersebut jika kesehatan mpus mu kembali memburuk.

cat-and-vet-hero-image

Segala hal yang terbaik pasti akan kita tetap lakukan untuk si kucing tercinta kan catlovers?

Well, catlovers. Setiap kemungkinan terbaik ataupun terburuk akan selalu berdampingan dengan kehidupan kita dan juga si kucing, apalagi jika itu meliputi masalah kesehatan. Namun, jika kita terus berhati-hati da menjaga kesehatan sejak awal seperti check-up rutin untuk si kucing dan pemberian pelatihan yang membuat si kucing aktif, itu akan menjauhkan si kucing dari kemungkinan kesehatan terburuk seperti yang telah kita bicarakan di atas ya catlovers. So, take care of your own cat! They count just on you!

maxresdefault

You look pale! Let me give you these CPR things!

Source:

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Temperatur Sebagai Pengukur Kesehatan Kucing

Semua fungsi tubuh kita (seperti pencernaan, gerakan, otak, syaraf dan lainnya) merupakan hasil dari reaksi kimia yang dikendalikan oleh enzim. Untuk bekerja dengan baik, enzim harus berada pada suhu tubuh.

Cara Merawat Kucing

Cara Membuat Kucing Tetap Bahagia ketika Kita Tinggal Pergi

Ceritanya kita mau berpergian lama, jangan-jangan kucing kita cuma bersembunyi dibawah karpet rumah seharian, bahkan pup disana… Mitos lama bahwa kucing adalah hewan penyendiri memang masih ada, padahal faktanya adalah

Cara Merawat Kucing

Memilih Dokter Hewan

Jangan menunggu keadaan darurat untuk membawa kucing kamu pergi ke dokter hewan. Sebaiknya persiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu sebelum membawa kucing sebagai peliharaan baru (tips persiapannya cattery.co.id ulas disini). Jika kamu mendapatkan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!