Panleukopenia: ‘Silent Killer’ untuk si Kucing.
24/11/2016 1369 Views

Panleukopenia: ‘Silent Killer’ untuk si Kucing.

Kucing amat sangat rentan terhadap berbagai jenis virus yang jahat nih catlovers. Salah satu virus yang sekarang sangat meresahkan adalah virus yang bernama Panleukopenia. Panleukopenia disebut-sebut sebagai virus yang menular dan berakar dan disebabkan oleh Parvovirus. Namun sayangnya banyak dari kita yang merupakan pemelihara kucing masih keliru dalam mengira bahwa Parvovirus hanya merupakan virus atau penyakit yang dapat menyerang anjing saja, padahal tidak hanya anjing tetapi juga hewan mamalia berbulu lainnya seperti rakun, rubah dan juga si kucing. Nah kira-kira apa sih panleukopenia dan parvovirus itu catlovers? Yuk kita bahas di artikel cattery.co.id kali ini!

cute-cats-sleeping-on-dogs-26__605 Parvovirus tidak hanya menyerang anjing, tetapi juga si kucing.

calico-250-250 kotak-250x250

Panleukopenia seringkali dianggap sebagai penyakit ‘distempramental ‘ pada kucing karena tanda-tanda kemunculan Panleukopenia ini memang sangat mirip dengan penyaki distempramental pada anjing. Akan tetapi, virus yang menyebabkan seekor anjing menjadi distempramental adalah virus yang sama sekali beda dan tidak berkaitan dengan parvovirus yang menyebabkan Panleukopenia pada kucing (meski gejala mereka terlihat sama).

Apa yang akan Terlihat?

Gejala-gejala dari Panleukopenia pada kucing memang sangat mirip dengan gejala demam parvovirus pada seekor anjing, yakni: demam tinggi, muntah-muntah, diare (mungkin juga terjadi pendarahan pada saat diare) dan juga nafsu makan yang turun drastis. Ini dikarenakan virus jahat tadi telah masuk kedalam tiap-tiap sel tubuh hewan peliharaan kita dan terus menyerang sel-sel vital yang ada di dalam tubuh dengan terus-menerus. Parvovirus ini juga dapat membelah diri mereka dengan sangat cepat di dalam tubuh si kucing atau anjing. Sel-sel yang sering diserang oleh virus jahat ini antara lain system pencernaan dan juga sumsum tulang.Mengerikan ya catlovers?

panleukopenia-and-calicivirus-15-638Apa sih Panleukopenia?

Lalu virus ini kemudian akan menyebabkan kerusakan fatal pada saluran usus yang akan menyebabkan muntah-muntah, diare dan kurangnya nafsu makan pada si kucing. Infeksi sumsum tulang juga merusak kemampuan tubuh si kucing untuk memproduksi sel darah putih sehingga jumlah dari sel darah putih si kucing akan menurun drastis. Ini menjelaskan dengan gamblang daripada nama Panleukopenia itu sendiri jika kita terjemahkan secara etimologi dalam bahasa latin. Panleukopenia merupakan 3 penggabungan daripada 3 kata yang memiliki arti masing-masing, yakni : “Pan” berarti Semua; “Leuko” berarti Putih; “Penia” berarti Menurunnya Jumlah. So, Panleukopenia adalah virus yang akan merendahkan (menurunkan jumlah) jumlah seluruh sel darah putih.

Bagaimana Bisa si Kucing Terkena Panleukopenia?

Hal ini paling sering tertular pada kucing yang memiliki daya tahan tubuh (imunitas tubuh) yang rentan yang kemudian datang ke satu tempat yang kotor dengan feses kucing lainnya, urine kucing lainnya, darah atau bahkan saliva dari kucing lain yang memiliki penyakit tertentu. Benda yang biasanya mudah terkontaminasi dengan virus Panleukopenia ini adalah tempat tidur si kucing, kandang, tangan mereka sendiri atau bahkan mangkuk makanan si kucing yang jarang dicuci dan dibersihkan sehingga dapat dengan mudah menjadi ‘markas besar’ daripada virus-virus jahat yang siap menyerang si kucing. Yang paling naas adalah Panleukopenia juga dapat ditularkan oleh induk si kucing kepada anak-anak kucingnya pada saat mereka masih di dalam rahimnya.

old-catTempat si kucing biasa tidur atau bermain dapat menjadi ‘sarang’ dari berbagai jenis virus termasuk Panleukopenia

Lalu, meskipun Panleukopenia ini dapat menginfeksi kucing pada usia berapapun, anak kucing yang sedang berada pada usia 3 sampai 5 bulan merupakan kucing yang paling rentan terserang Panleukopenia. Ketahui gejalanya,yakni: diare yang akut, muntah-muntah, demam yang tinggi dan terlihat sangat lesu (jauh dari keaktifan kucing yang masih kecil). Pemelihara kucing yang mengatakan bahwa anak kucing mereka yang pada usia tersebut melaporkan bahwa mereka sering melihat kucing mereka yang masih kecil tadi selalu saja minum dan tidak jauh dari tempat mereka minum. Nah, pada usia 3 dan 5 bulan ini kucing-kucing yang terinfeksi Panleukopenia juga akan sangat mudah dehidrasi lih catlovers. Bahaya bukan?

imgSepertinya mulai sekarang kita harus mengetahui jelas dimana si kucing akan bermain dan beristirahat ya catlovers?

Diagnosis presumtif biasanya dibuat berdasarkan usia dan status vaksinasi seekor kucing yang akan ditandai secara klinis. Kembali lagi, ini dikarenakan Panleukopenia juga merupakan virus sejenis dengan Parvovirus, sehingga ‘tes di dalam rumah’ pada seekor anjing yang terpelihara di dalam rumah juga menemukan bahwasannya mereka dapat mendeteksi virus serupa pada feses seekor kucing atau juga anjing. Akan tetapi tes serupa yang dilakukan pada kucing menemukan beberapa keterbatasan dan kebuntuan sehingga diagnose praduga ini tidak dapat dijadikan patokan utama bahwa seekor kucing dapat menghindari Panleukopenia dengan pertahanan dirinya sendiri. Dengan kata lain, kita harus mencegah-nya lebih dulu sebelum si kucing tidak sadar telah menderita Panleukopenia.

Lalu, Apa yang Harus di Lakukan?

Nyatanya tidak ada sama sekali obat medis yang dapat membunuh virus Panleukopenia, sehingga kita sebagai pemelihara si kucing harus memberikan perawatan pada si kucing yang terdiri dari perawatan suportif kepada si kucing dengan memberikan cairan intravena, obat antibiotic anti-mual dan juga penambahan gizi berbentuk cairan. Lalu apabila si kucing sudah cukup parah mengidap Panleukopenia bukan tidak mungkin jika akhirnya mereka memerlukan plasma darah tambahan dengan transfusi darah.

OIoYa, berikanlah vaksinasi pada kucing sejak dini!

Lalu, prognosis untuk pemulihan juga harus diperhatikan dan dijaga karena nyatanya angka kematian pada kucing cukup tinggi pada saat seekor anak kucing telah terinfeksi Panleukopenia selama 8 minggu lamanya. Untuk kucing yang sudah cukup dewasa apabila mereka tetap dapat bertahan hidup pada 48 jam pertama setelah terinfeksi Panleukopenia dan diberlakukan perawatan tetap, kemungkinan mereka untuk tetap hidup cukup besar. Bagi anak kucing yang sudah tertular dengan virus Panleukopenia sejak di dalam rahim dan dapat terus bertahan hidup hingga waktu kelahiran dan juga pertumbuhan mereka biasanya disertai dengan adanya kelainan pada otak mereka yang dinamakan cerebellum hypoplasia. Cerebellum adalah otak kecil yang bertanggung jawab atas keseimbangan gerak tubuh dan juga coordinator daripada gerak tubuh pada makhluk hidup (termasuk juga pada kucing) sehingga gangguan pada otak kecil ini akan membuat seekor kucing menjadi pengidap keterbelakangan mental dengan ciri-ciri sangat aktif, lincah akan tetapi tidak singkron gerak jalannya. Ya, karena sifat menular dari virus Panleukopenia ini rumah sakit harus memiliki ruangan tersendiri yang khusus dan terisolasi dari kucing lainnya. Namun dipercaya pula bahwasannya seekor kucing yang dapat keluar dari belenggu virus Panleukopenia akan kebal dari penyakit apapun selama sisa hidup mereka.

Jangan Biarkan Panleukopenia Menyerang si Kucing

Tentu kita tau cara terbaik untuk menjauhkan diri dari penyakit adalah mencegahnya sebelum datang pertama kali. Untungnya, vaksinasi pada kucing menawarkan perlindungan yang sangat aman dan juga efektif untuk si kucing. Awalnya, anak kucing akan memiliki kekebalan tubuh (imunitas) dari setiap penyakit selama mereka masih mengkonsumsi ASI dari induknya. Namun, antibody yang didapatkan dari ASI induknya tersebut ternyata hanya tahan selama beberapa minggu dan setelah itu tingkat antibody anak kucing tadi akan menurun drastis dan sangat rentan terhadap infeksi. Nah, untuk melindungi anak kucing dari virus-virus jahat yang siap mereka adalah dengan memberlakukan vaksinasi kepada mereka. Waktu terbaiknya adalah pada saat si kucing berada pada usia 6-8 minggu, dan terus dilakukan setiap dua sampai empat minggu sekali hingga mereka mencapai usia 16 minggu.

cute-cats-kittens-that-look-alikeVaksinasi pada seekor kucing memang sangat penting untuk dilakukan ya catlovers

Panleukopenia dapat menjadi penyebab utama dari kematian kucing di setiap tempat penampungan kucing, rumah penyelamatan dan perawatan kucing terlantar atau di setiap rumah yang memelihara banyak sekali kucing di dalamnya. Namun apabila kucing-kucing yang banyak tadi telah diberlakukan vaksinasi pada jangka dan jenjang  usia seperti diatas, dapat diyakinkan bahwa mereka akan jauh daripada virus Panleukopenia dan virus-virus jahat yang siap menyerang mereka pada setiap fase-nya. Akan tetapi hal ini juga terlepas dari kondisi fisik si kucing dan status kehamilan seekor kucing.

c24836d55ec95a86f1bda1b42b2297c0Tentu kita sama sekali tidak ingin si kucing terkena Panleukopenia bukan?

Lalu, dikatakan juga bahwasannya Parvovirus dan Panleukopenia ternyata sangat mudah dibasmi dengan beberapa desinfektan tertentu. Salah satu desinfektan yang dapat membunuh dan menjaga kebersihan dari tiap-tiap virus termasuk Parvovirus dan Panleukopenia antara lain adalah pemutih (yang mengandung senyawa natrium hipoklorit). Ini telah terbukti loh catlovers!

ccc6All love!

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Penyakit Kucing

Fakta tentang Muntah pada Kucing

Mari kita bahas masalah muntah pada kucing, apakah kucing kamu sedang mengalaminya? Salah satu hal yang bisa diingat tentang kucing adalah muntah, karena mereka lebih sering muntah dibandingkan dengan hewan

Penyakit Kucing

10 Cara Mudah Basmi Jamur/Ringworm Pada Kucing

Indonesia adalah negara yang beriklim tropis dengan tingkat kadar kelembapan yang cukup tinggi. Hal ini memicu sering ditemukannya kasus jamur/ringworm pada kucing. Terlebih lagi pada anak kucing/ kitten. Jamur/ringworm pada

Penyakit Kucing

Ciri-ciri Kucing yang Terkena Katarak dan Cara Pengobatannya

Pada pembahasan sebelumnya Cattery.co.id telah membahas mengenai katarak pada kucing dan penyebabnya. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa kucing kita terkena katarak dan cara mengobatinya? Yups, maka pada kali ini, kita

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!