Pada Usia Berapakah si Kucing Seharusnya di Sterilisasi? Adakah Pengaruhnya?
15/10/2016 2051 Views

Pada Usia Berapakah si Kucing Seharusnya di Sterilisasi? Adakah Pengaruhnya?

Kucing yang terlantar di jalanan memang banyak sekali jumlahnya ya catlovers. Kita setiap kali melihat kucing yang terlantar dijalan pasti seringkali terbersit untuk menampung mereka dirumah. Namun pastinya banyak sekali pertimbangan, dan pertimbangan pertama adalah kita pasti sudah memiliki kucing dirumah entah itu satu bahkan lebih dari satu kucing. Lalu, sebenarnya adakah cara untuk menekan angka kucing yang terlantar? Jelas ada, dan yang terbaik adalah sterilisasi. Mungkin kucing-kucing dirumah kita pun sudah kita sterilisasi ya catlovers? Sebelumnya cattery.co.id juga sempat membahas perihal banyaknya keuntungan sterilisasi pada si kucing. Lalu, sekarang kita akan membahas sebenarnya umur terbaik si kucing untuk di sterilisasi adalah saat si kucing umur berapa? Lalu adakah pengaruh si kucing yang sudah di sterilisasi pada umur tertentu? Well, simak baik-baik ya artikel kali ini!

d11eec5fd1721da9d6f2d5dc10e7afa9Usia si kucing pada saat disterilisasi akankah begitu berpengaruh kedepannya?

Biasanya, seekor kucing disterilisasi pada usia 6 – 8 bulan. Dalam hal ini seekor anak kucing memiliki kesamaan dengan anak anjing, mereka nyatanya memiliki periode yang sensitif dan harus memiliki kesempatan bersosialisasi yang amat sangat diperlukan pada usia tersebut. Pada akhirnya tidak jarang setelah disterilisasi pada jenjang usia tersebut kemungkinannya adalah 2, yakni si kucing menjadi semakin galak atau bahkan semakin penakut seiring mereka beranjak dewasa. Oleh karena itu banyak juga pemelihara yang takut untuk mensterilisasi-kan si kucing pada jenjang usia tersebut karena pada jenjang tersebut si kucing seharusnya mulai bersosialisasi dengan lingkungannya.

Search-terms-cute-cats-cute-cat-cat-wallpaper-cat-background-cute-catBiasanya seekor kucing di sterilisasi pada usia 6-8 bulan. Apakah itu usia yang tepat?

calico-250-250 kotak-250x250

Natalie Porters dari Ghent University di Belgia pada akhirnya mempelajari hal ini dengan mengambil sampel 800 ekor anak kucing yang ada di penampungan hewan. Jumlah anak kucing tadi kemudian dibagi menjadi dua kelompok yang berjumlah sama rata dengan tujuan kelompok pertama diberlakukan sterilisasi pada usia dini dan kelompok kedua disterilisasi pada usia yang sekiranya cukup dewasa untuk di sterilisasi. Pada kedua kelompok tersebut juga terdapat jumlah kucing jantan dan betina yang hampir sama dalam setiap kelompoknya.

tumblr_nuqghii8Ho1t9ud40o1_1280Ternyata benar bahwa kucing yang disterilisasi memiliki beberapa perubahan sikap. Kira-kira apa saja itu ya?

Kemudian kucing-kucing tersebut dipersilakan untuk diadopsi oleh orang-orang yang berminat, sekaligus orang-orang yang mengadopsi si kucing tadi diminta untuk menjadi relawan dan ambil bagian di dalam studi ini. Para pengadopsi kucing-kucing yang telah dijadikan sampel tadi harus mengisi catatan harian selama kurang lebih 30 hari yang pada akhirnya hasil dari catatan harian ini kembali dikumpulkan kepada peneliti dan ditindak lanjuti berdasarkan kasus yang ada di dalam setiap catatan harian. Survei jangka panjang-nya kemudian berlangsung hingga 24 bulan (kurang lebih 2 tahun) sampai akhirnya menyisakan total 480 kucing yang dimasukkan ke dalam analisis akhir dikarenakan partisipasi dari pemeliharanya pun terus berlanjut dan antusias.

tumblr_n2sbuldY7b1qin2xoo6_1280Perilaku si kucing yang berubah pada akhirnya di breakdown hingga mendapatkan sebuah hasil oleh tim peneliti Natalie

Catatan harian tersebut sebenarnya berupa kuesioner yang menanyakan hal-hal seperti adakah perilaku yang menyimpang, adakah perilaku si kucing menjadi tidak wajar dan tidak mewakili sifat kucing pada umumnya, apakah si kucing menjadi penakut, menjadi galak, destruktif atau mungkin juga mengeong dengan frekuensi yang sering dengan suara yang lantang. Sebenarnya perilaku ini dikategorikan menjadi suatu ‘masalah’ juga tergantung dari sudut pandang si pemelihara. Apakah sang pemelihara merasa perubahan sikap pada si kucing tersebut menjadi satu masalah, atau malah tidak. Sehingga tidak mengherankan juga bahwa banyak sekali hal yang dirasakan oleh sang pemelihara adalah sebuah masalah tapi sebenarnya tidak.

Kucing memang harus tetap melewati masa sosialisasi dengan lingkungannya pada usia tertentu

Hasil dari penelitian ini adalah kabar baik bagi pemelihara atau tempat penampungan yang mensterilisasi si kucing lebih awal, dikarenakan perubahan perilaku si kucing / perbedaan sikap si kucing tidak begitu banyak terjadi pada kucing-kucing yang disterilisasi pada usia dini (dibawah 6-8 bulan) dan mereka beranjak dewasa dengan normal dibandingkan kasus-kasus dan juga masalah yang lebih banyak muncul pada kucing-kucing yang disterilisasi pada usia 6-8 bulan ke atas (pada masa mereka seharusnya bersosialisasi).

oscarAda perbedaan yang cukup signifikan pada kucing yang disterilisasi di jenjang usia yang berbeda.

Tindak lanjut para peneliti yang dilakukan berdasarkan catatan harian jangka waktu 30 hari dari para pemelihara tadi pun membuahi kesimpulan dimana jika para pemelihara memberlakukan hukuman lisan atau fisik, maka si kucing akan 12 kali lebih mungkin menunjukkan perubahan sikap yang tidak wajar, karena banyak dari pemelihara yang mengatakan bahwa pada 30 hari pertama mereka megnadopsi si kucing dan memberlakukan hukuman lisan atau fisik, si kucing ,malah meningkatkan agresinya, mejnadi lebih destruktif sekaligus menjadi lebih penakut dalam merespon suara atau gerakan sekalipun itu ajakan si pemelihara untuk bermain atau memberi makan.

maxresdefaultKucing yang disterilisasi pada jenjang 6-8 bulan ke atas memiliki kecenderungan agresi tinggi, penakut dan tidak mudah didekati.

Lalu, jika kita baru saja memelihara seekor kucing dan sangat memerlukan house training (dimana termasuk toilet training di dalamnya), pastinya kita sangat tidak mau jika si kucing akan poop atau pipis sembarangan bukan? Ide terbaiknya adalah beberapa saat setelah si kucing memakan makanannya dan juga meminum air yang telah kita berikan, segeralah gendong si kucing ke dalam litter box-nya dan garuk-garuk lah pasir di dalam litter box dengan tangan kita (diharapkan si kucing memperhtikan gerakan tersebut) agar di kemudian hari si kucing ingin poop dan pipis, ia segera berlari ke litter box dan melakukannya disitu. House training dan toilet training ini dikutip dari buku seorang behaviorist kucing yang bernama Pam Johnson – Bennet yang berjudul Think Like a Cat.

Dollarphotoclub_64087757Jangan sampai melewatkan toiet training!

Hasil dari penindak lanjutan jangka pendek dari penelitian Natalie Porters juga menyatakan bahwa pemelihara yang memelihara lebih dari 1 sampai 2 kucing di dalam rumahnya mengatakan bahwa kucing-kucing peliharaannya tidak menjadi kucing yang penakut namun tetap menjadi kucing yang ramah pada saat bermain dengan pemeliharanya dan juga tetap tidak menimbulkan agresinya pada saat bermain dengan kucing lainnya. Lalu, kucing-kucing yang selalu memiliki perhatian yang cukup dari para pemeliharanya selalu tertanam sikap yang tidak penakut dan juga tidak pernah menjadi kucing yang destruktif. Kemudian juga kucing yang ramah kepada setiap makhluk hidup disekitarnya (terutama manusia) tidak akan menjadi kucing yang galak dan juga takut kepada anggota keluarga kita diurmah atau teman-teman yang datang kerumah.

many-cats-world_4d3ed6a78c600697Kucing yang dipelihara di satu rumah bersama-sama cenderung dapat menjadi kucing yang mudah bersosialisasi dan tidak mudah meningkat agresi-nya.

Lalu hasil dari tindak lanjut jangka panjang adalah jikasi kucing diberikan hukam fisik ataupun lisan dikemudian hari si kucing akan semakin destruktif dan tidak akan bisa akrab dengan kucing lainnya atau bahkan dengan pemeliharanya sendiri. Mereka cenderung galak dan tidak akan mudah didekati karena adanya rasa defensif terhadap sesuatu yang datang mendekati mereka.

v0zjSbBKucing yang disterilisasi pada usia dini juga cenderung ramah terhadap hal baru yang datang ke dalam lingkungannya.

Namun tetap ada hasil yang masih cukup membingungkan karena dari beberapa catatan para pemelihara ada cukup banyak juga yang mengatakan bahwa meskipun mereka berinteraksi positif dengan si kucing pada siang hari justru memungkinkan si kucing memiliki peningkatan agresi atau ketakutan, contohnya adalah mendadak menggigit tangan pemeliharanya atau mencakar tangan pemeliharanya ditengah waktu bermainnya dengan sang pemelihara. Kemudian muncul pertanyaanm apakah sebenarnya setiap kucing memiliki kecenderungan seperti ini kepada pemeliharanya atau mungkin saja beberapa pemelihara yang mengalami hal ini sebenarnya melakukan hal yang menyenangkan bagi sang pemelihara tetapi tidak bagi sudut pandang si kucing? (Misal dengan menggoda si kucing dengan mainan tongkat berbulu ayam dan mendadak si kucing menggigit tangan sang pemelihara). Tetapi pada penelitian yang dilakukan oleh Strickler dan Shull menyatakan bahwa kucing dan pemelihara yang rutin bermain setidaknya sekitar 5 menit per-harinya cenderung tidak memiliki masalah perilaku dalam aspek apapun untuk si kucing.

lotsofcats001Bukankah menyenangkan memelihara kucing dalam satu rumah dan semuanya akur? Ini juga berawal dari sterilisasi sejak usia dini pada si kucing!

Well, ini merupakan hasi penelitian yang sebenarnya sangat baik karena meskipun memiliki sampel yang berjumlah sangat banyak, namun setiap sampel-nya tetap diperhatikan dengan objektif dan memiliki penilaian yang beragam, apalagi dengan adanya tindak lanjut yang dilakukan dalam jangka pendek dan juga jangka panjang semakin membuat penelitian ini memiliki hasil yang cukup konkret. Natalie juga menyimpulkan, “dari sudut pandang perilaku si kucing di kemudian hari dan juga penelitian ini, masa pra-pubertas (sebelum si kucing memasuki masa puber / sosialisasi dengan lingkungan dan kucing lainnya secara mendalam) pada kucing merupakan masa terbaik untuk diberlakukan sterilisasi”. “Penelitian ini juga akan terus berjalan dan bersifat on going process dikarenakan masih banyak rasa ‘penasaran’ kami yang belum terjawab sebagai peneliti” tutup Natalie.

198389-Cat-On-The-SwingSo, catlovers sudahkah kucing kita di sterilisasi? Jika sudah, pada usia berapakah itu? Jika belum, kapankah itu? All love!

Sources:

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Tiga Tahap Kehidupan Kucing

Berapa umur kucing catlovers? Apakah kucing catlovers masih kecil, dewasa atau sudah senior? Kali ini cattery.co.id akan membahas tiga tahap kehidupan pada kucing. Kucing yang masih kecil, dewasa dan senior

Cara Merawat Kucing

Sudah Benarkah Cara Catlovers Menyayangi Kucingnya? Ini 9 Tips-nya!

Pasti semua catlovers sangat menyayangi kucingnya, kita pasti akan sering menghabiskan waktu untuk bermain serta merawatnya. Namun sayangnya ketika mengadopsi kucing, kita tidak diberikan buku panduan cara menyayangi si kucing.

Cara Merawat Kucing

Kucing Akan Mengalami Obesitas jika Terlalu Disayang

Solusi untuk mengatasi obesitas adalah pemikiran yang kreatif. Ahli tingkah laku Jon Bowen menjelaskan semuanya. Para ahli fitness akan dengan senang hati memberitahu kamu bahwa obesitas disebabkan oleh terlalu banyak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!