Kyle, Kucing yang Mengetuai Gerakan ‘Cats Against Domestic Violence’
17/02/2016 1347 Views

Kyle, Kucing yang Mengetuai Gerakan ‘Cats Against Domestic Violence’

Hallo catlovers! Apa kabarnya? Semoga baik-baik saja dan kami harapkan segalanya tetap dalam keadaan baik dan terus semangat! Ya, seperti biasa kami juga akan mengawali artikel ini dengan sebuah pertanyaan : Apa catlovers pernah mendengar atau melihat adanya kucing yang seringkali diganggu oleh orang-orang tidak berperikemanusiaan di lingkungan sekitar? Lalu jika pernah (ataupun belum pernah) apakah hal pertama yang akan catlovers lakukan? Lari karena tidak ingin terlibat atau menghampiri mereka dan membela si kucing?

Ya, mungkin tanggapan dan jawaban banyak sekali terumuskan apabila kita sedang dihadapi dengan situasi seperti ini ya catlovers, tapi tentu saja hal yang terbaik untuk bisa kita lakukan pada situasi seperti itu adalah menghampiri pelaku dan membela si kucing. Nah kali ini ada seekor kucing yang ternyata telah menjadi ketua dari sebuah pergerakkan yang menolak dan mengecam adanya aksi penyiksaan terhadap kucing. Tentu saja si kucing ini juga memiliki sejarah sampai akhirnya ia menjadi ketua dari pergerakkan ini. Nah, ingin tahu lebih jauh tentangnya dan juga pergerakannya? Maka dari itu, terus simak artikel cattery.co.id kali ini ya catlovers!

KyleExtraKyle the Great!

Ketua dari pergerakan itu adalah seekor kucing bernama Kyle. Kyle adalah kucing persia yang amat menarik dan memiliki identitas fisik yang khas berupa corak bulu berwarna putih dan berbentuk seperti kumis dari Salvador Dali (Juga mirip dengan Hamilton the Hipster Cat). Kyle sebelumnya adalah seekor kucing yang tinggal di sebuah tempat penyelamatan dan penampungan kucing yang tidak memiliki program pembasmian kucing secara berkala untuk kucing-kucing yang tidak teradopsi. Mengapa Kyle pada akhirnya memiliki seorang pemelihara? Ini berawal disuatu malam dimana pemeliharanya Jen dan suaminya sedang merenung untuk mencari solusi bagaimana caranya menghidupkan kembali suasana rumah yang sepi karena kucingnya yang bernama Mer menjadi kian lesu dan juga kesepian.

calico-250-250 kotak-250x250

Lalu Jen dan suaminya yang telah memelihara Mer selama kurn wantu setahun iseng mengakses internet dan mengakses sebuah situs dimana orang-orang yang ingin mengadopsi hewan dapat mendapatkan hewan yang cocok di PetFinder. Tentu tidak sebentar waktu yang Jen, suaminya dan Mer habiskan untuk terus terpaku kelayar dan memilih kucing apa yang sekiranya dapat mereka adopsi sebagai teman dari Mer yang mulai kesepian dirumah. “Hingga pada akhirnya kami tertegun melihat seekor kucing persia berbulu hitam yang memiliki corak berwarna putih pada bagian atas bibirnya dan menyerupai kumis yang juga dimiliki Salvador Dali” tukas Jen. Akan tetapi Jen mulai mencari lagi kucing lain, dan sontak Mer langsung melompat kepelukan Jen dan seperti tidak ingin halaman yang memunculkan gambar Kyle digantikan dengan kucing yang baru. “Dari sinilah saya tahu sepertinya Mer akan bersahabat baik dengan Kyle yang kami lihat di PetFinder” tukas Jen. Lalu tidak berfikir lama, Jen dan suaminya sekaligus Mer langsung pergi menjemput Kyle berdasarkan alamat tempat penangkaran kucing tempat Kyle berada. Mer selalu mengeong seperti tahu bahwa mereka sedang pergi menjemput Kyle. “Kami harus berkendara selama kurang lebih 3 jam untuk sampai ke penangkaran kucing tempat Kyle berada dengan membawa Mer di dalam mobil reot kami” tukas suami Jen.

Kyle6Jen dan suaminya mengetahui keberadaan Kyle melauli PetFinder

Tapi 3 jam lama perjalanan menuju penangkaran tempat khyle berada benar-benar terbayarkan, karena kesan pertama yang diterima Jen amat sangat senang pada saat melihat Kyle. “Pada saat kami baru sampai di tempat penangkaran kucing tersebut, kami akhirnya melihat kucing berkumis ini dan pribadinya lebih menakjubkan setelah kami lihat langsung. Ia seperti memiiki nafas yang berat, kumis yang gagah dan seperti merasa perlu perhatian tetapi juga malu untuk mendapatkan perhatian pada saat yang sama. Sungguh pribadi yang unik menurut saya!” tukas Jen. Lalu kekaguman Jen dan suaminya tidak berhenti sampai disitu. “Sama halnya saat kita merasa jatuh cinta kepada orang yang tepat. Kebaikan dari dirinya kemudian keluar satu persatu dan semakin banyak!” tukas Jen. “Kami semakin kagum disaat petugas penangkaran tersebut dengan jujur mengatakan bahwa Kyle si kucing berkumis ini pernah menjadi saksi sebuah aksi pembunuhan!” tambah Jen.

Kyle4Kyle merupakan saksi dari satu kasus pembunuhan!

“Jujur saja pada empat tahun pertama kami memiliki Kyle kami selalu menyebutkan kepada teman-teman kami dan kerabat kami yang melihat Kyle bahwa Kyle merupakan seekor kucing yang pernah menjadi saksi dalam sebuah aksi pembunuhan” tukas Jen. Namun hal tersebut mulai berhenti dilakukan oleh Jen sampai musim gugur 2014 lalu ketika Kyle mulai memiliki popularitas di akun instagram pribadinya. Pada saat itu Jen mulai mencari tahu bahwa sebenarnya apa sejarah cerita dibalik Kyle si kucing yang pernah menjadi saksi satu aksi pembunuhan. “Ternyata aksi pembunuhan yang dilakukan Kyle adalah sebuah kekerasan dalam rumah tangga dimana seorang suami telah membunuh istrinya dan itu dilakukan didepan mata Kyle” tukas Jen. “Tentu saja ini juga dapat dilihat sebagai aspek yang amat serius dalam sejarah Kyle, dan ini juga merupakan sebuah tanda bagi kita untuk membangun sebuah penangkaran kucing khusus bagi kucing peliharaan yang tidak terpelihara semenjak pemeliharanya mungkin terlibat dalam sebuah aksi pembunuhan / kekerasan rumah tangga tempat si kucing ini dipelihara. Toh kita juga tidak pernah tahu bahwa mungkin saja si kucing memiliki trauma tertentu karena ada dalam lingkungan KDRT seperti itu” tukas suami Jen.

Kyle3Dalam hal ini Kyle merupakan salah satu korban psikis (dan mungkin juga fisik) dari kasus pembunuhan pemeliharanya yang telah lalu dan termasuk kedalam kasus Domestic Violence (Kekerasan dalam rumah tangga)

Lalu berawal dari sinilah Jen dan suaminya mulai menjalani sebuah pergerakkan yang dinamakan Cats Against Domestic Violence dengan Kyle sebagai icon mereka. Mereka juga membangun sebuah penangkaran khusus kucing yang senasib dengan Kyle (tidak terpelihara karena pemelihara sebelumnya terlibat dalam sebuah aksi kekerasan dimana si kucing ini menjadi saksi dari kekerasan yang dilakukan). “Kami memulai kampanya #CatsAgainstDV untuk menarik perhatian semua orang akan pentingnya pembangunan penangkaran yang dikhususkan untuk hewan-hewan peliharaan yang senasib dengan Kyle (yang pernah menjadi saksi dalam sebuah kekerasan dalam rumah tangga)” tukas suami Jen. “Hingga 45% wanita yang tinggal dalam sebuah rumah tangga yang penuh dengan kekerasan sama sekali tidak memikirkan keselamatan, keamanan atau traumatis yang bisa saja tertuju juga pada hewan peliharaannya, dan diestimatsikan juga bahwa kurang dari 5% penangkaran khusus hewan Domestic Violence di Amerika Serikat dapat menerima hewan peliharaan yang menjadi korban” tukas Jen.

10957680_1658181184409042_244312814_nKucing ‘followers’ Kyle di instagram yang juga mendukung gerakan #CatsAgainstDV

“Sekarang Program percontohan yang amat menakjubkan telah dijalankan oleh Urban Resource Institute (URI) di kota New York yang disebut URIPALS – United Resource Institute People and Animals Living Safely- telah mendemonstrasikan betapa berharga dan pentingnya program perlindungan hewan peliharaan seperti Kyle. Nyatanya URIPALS sekarang adalah satu-satunya program di New York City yang menawarkan program perlindungan hewan peliharaan bagi korban KDRT dan juga hewan peliharaan mereka” tukas Jen. Tapi pasti kita berfikir kembali kan catlovers, seberapa pentingnya hewan peliharaan bagi mereka yang merupakan korban dari kekerasan dalam berumah tangga? Disini suami Jen mengatakan bahwa kebanyakan pengadopsi hewan pasti akan sangat setuju bahwa hewan adopsian mereka merupakan bagian dari keluiarga mereka, ataupun salah satu dari anak-anak mereka. Disinilah kenyataan muncul bahwa tidak akan mungkin kita dapat menomor terakhirkan hewan peliharaan kita dalam situasi sesulit apapun apalagi jika itu bersangkutan dengan bahaya yang datang untuk kita sebagai pemelihara ataupun hewan peliharaan kita. “Bahkan seringkali juga disaat sang korban dari kekerasan dalam rumah tangga ini meninggalkan hewan peliharaan mereka dirumah selagi mereka kabur dari rumah, sang pelaku akan menggunakan hewan peliharaannya sebagai ‘alat pengancam’ agar si korban kembali kerumah. Tentu disini banyak sekali kasus yang berakhir dengan hewan peliharaan mereka terluka bahkan dibunuh” tukas suami Jen. Tentu, jika korban akhirnya memiliki tempat perlindungan bagi dirinya dan juga hewan peliharaannya, itu akan berangsur-angsur menghilangkan perasaan tertekan para korban KDRT dari kehidupannya. Selain itu dengan adanya tempat penampungan hewan khusus Domestic Violence ini akan mengurangi beban si korban daripada harus terus membawa hewan peliharaan mereka kemanapun disaat mereka sedang berada diluar rumah. Lagipula jika hewan peliharaan mereka ditinggal dirumah dan sang pelaku menggunakan hewan ini sebagai alat pengancam dan membunuhnya, kemungkinan akan juga berimbas kepada aspek psikis anak-anak yang dimiliki oleh si korban dan sang pelaku. Selain itu hewan peliharaan sebenarnya memiliki manfaat terapeutik untuk membantu si korban dalam masa penyenmbuhan” tukas Jen.

Kyle2Kyle kini adalah ketua pergerakan kucing dalam Cats Against Domestic Violence

“Seperti Kyle contohnya, kami memiliki kecurigaan terhadap telinga Kyle yang terlihat sedikit bengkok. Kami yakin ini merupakan hasil dari kekerasan rumah tangga yang pernah disaksikan oleh Kyle. Bahkan dokter hewan kami mencatat ada luas jaringan luka di dalam telinganya, dan ini juga menunjukan bahwa ia telah menderita trauma yang kita belum tau secara pasti” tukas Jen. “Dan ya, Kyle masih membawa beberapa ‘luka’ secara psikis. Enam tahun kami memelihara Kyle, Kyle masih seringkali tersentak dan takut apabila teman kita atau orang yang belum ia kenal mencoba menggendongnya. Akan tetapi ia sebenarnya adalah kucing yang sangat penyayang, ia memiliki rasa cinta yang sangat besar. Sekali kita bisa memeluknya dan menggendongnya, ia akan langsung mendengkur dengan nyaman” tukas suami Jen. “Lalu jika kita kembali kepada Kyle sebagai saksi sebuah pembunuhan, sebenarnya ada tiga hal yang sangat mungkin membekas di benak Kyle. Yakni, pertama, mantan pemelihara Kyle meninggal karena trauma di kepala. Kedua, pembunuhan tersebut diklasifikasikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Ketiga, polisi menjadikan Kyle sebagai barang bukti. Tertulis jelas bahwa Kyle dijadikan barang bukti karena kami pernah melihat salinan daripada berkas pengadopsian Kyle disaat kami pertama mengambilnya yang tertulis : “Hewan ini berjenis kelamin laki-laki, hitam dan putih, jenisnya adalah kucing persia. Hewan ini datang ke penampungan ini pada tanggal (tanggalnya kebetulan sedikit buram) dan polisi menyita barang bukti ini karena pemiliknya DINYATAKAN MENINGGAL” tambah Jen.

Kyle1Telinga Kyle yang sedikit bengkok dicurigai oleh Jen dan suaminya adalah sebuah tanda bahwa Kyle pernah diperlakukan tidak manusiawi oleh pelaku dari pembunuh pemeliharanya yang telah lalu.

“Jadi sebenarnya kami tidak bisa memastikan apakah Kyle benar-benar ada disana pada waktu kejadian pembunuhan. Jika saja Kyle dapat berbahasa manusia mungkin ‘rahasia’ yang terkumpul di dalam dirinya akan terkuak semua, jadi disini Kyle adalah saksi bisu dari pembunuhan pemelihara sebelumnya. Tapi kami cukup yakin bahwa ia mengamati dan mungkin menderita beberapa kekerasan dalam kehidupan ia bersama pemelihara sebelumnya” tukas Jen.

CJ1e_xlUwAA7IPEKyle dalam kampanya NO MORE!

Wah catlovers, sangat campur aduk sekali ya kehidupan Kyle? Bahkan kita manusia saja bisa jadi tidak memiliki masa lalu sesulit Kyle ya catlovers! Beruntungnya Kyle tidak menjadi korban langsung dari Domestic Violence yang diderita oleh pemeliharanya sebelum Jen dan suaminya. Sekarang Kyle telah berada di tangan yang tepat, yakni Jen dan suaminya. “Kami yakin bahwa Kyle bisa menjadi seekor ‘kucing detektif’! Ia memiliki kumis asli yang ukurannya sangat panjang yang mungkin dapat dijadikan scanner untuk permukaan jejak kaki. Ia dapat menggunakan kelincahannya dalam menghindari penyergapan dirinya sebagai mata-mata dan dia juga bisa menggunakan kekuatan pelukan atau dengkurannya untuk merayu para saksi dalam berbagi informasi bersama penyidik” tukas Jen sambil bercanda dan memeluk Kyle. “Dan sekarang ia mungkin dapat juga menjadi model melihat dirinya yang seperti makin ‘siap’ bergaya di depan kamera untuk di posting kedalam Istagram pribadinya!” tukas suami Jen.

CCjlpOqUwAAtXhKWell said Kyle! We will stand behind you!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Attention! Kucing Selamat dari Kebakaran yang disebabkan Petasan!

Catlovers, kebakaran itu memang musibah yang mayoritas disebabkan oleh kelalaian manusia secara sengaja ataupun tidak. Seperti kebakaran karena konsleting listrik atau kebakaran hutan mungkin tidak bisa dikategorikan karena kelalaian manusia.

Cat News

Seorang Bocah Melindungi Induk Kucing dan Bayinya dari Badai Topan

Kumpulan foto ini keren banget. Seorang bocah terlihat sedang melindungi kucing dari hujan lebat setelah badai topan yang melanda Manila. Tampaknya kucing yang diselamatkan baru saja melahirkan, karena dibalik perutnya

Cat News

Fotografer Ini Mengabadikan Momen para Kucing Liar dan Malaikatnya di Brooklyn

Fotografer dan kucing mungkin memang seperti kita dan kucing ya catlovers. Ya, ikatan antara mereka seperti tidak ada habisnya. Kucing seringkali menjadi gudang ispirasi mereka dalam mengambil gambar yang penuh

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!