Kucing Ber-collar “Badut” merupakan Jawaban Untuk Perlindungan Burung Langka?
01/12/2015 1790 Views

Kucing Ber-collar “Badut” merupakan Jawaban Untuk Perlindungan Burung Langka?

Pada artikel cattery.co.id yang berjudul ‘Cat-Mageddon! Australia akan Membantai 2 Juta Kucing Liar!’ kita telah membahas bahwasannya kucing-kucing liar di Australia merupakan alasan utama mengapa burung-burung liar yang langka disana cepat menuju kepunahan. Mungkin benar bahwasannya burung-burung liar langka di Australia seringkali menjadi hewan buruan para kucing liar disana. Tetapi jika dilihat dari sudut pandang lain, membasmi kucing bukanlah cara yang terbaik untuk menghentikan animo tersebut, tetapi malah merugikan faktor alam yang telah ada. Sudah menjadi prediksi yang hampir 100% terbukti bahwasannya jika kucing hilang dari ekosistem hewan liar di Australia, ini akan membuat ekosistem tersebut tidak lagi seimbang. Misalnya saja, populasi hewan pengerat seperti tikus dan gerbil akan meledak dan Australia kemungkinan besar akan dipenuhi dengan keberadaan hewan pengerat yang sangat merugikan ini. Pastinya warga Australia tidak ingin hal ini terjadi bukan? Sebenarnya ada cara yang lebih manusiawi dan tidak merugikan satu pihak pun untuk menanggulangi permasalahan keseimbangan ekosistem ini. Seperti yang akan cattery.co.id bahas kali ini. Disimak ya!

ROY-2CC_1024x1024Clown Collar

Ternyata, New Zealand mengalami hal serupa dengan Australia. Mereka kesulitan untuk menyeimbangkan populasi burung langka yang ada di Wellington karena selalu diburu oleh kucing liar. Namun tidak seperti Australia yang telah berencana untuk membasmi kucing-kucing liar yang ada disana sebagai penyelesaian masalah ketidakseimbangan ekosistem. Bagi kita sebagai catlovers pastinya hal tersebut tidaklah manusiawi bukan? Namun pihak Wellington, New Zealand pada akhirnya memilih cara yang lebih baik dalam penanggulangan masalah ini. Mahasiswa dari Victoria University dan Konselor Wellington membentuk sebuah tim penelitian untuk meneliti hal ini guna mendapatkan cara terbaik untuk mengatasi ketidakseimbangan ekosistem yang terjadi di Wellington. Mereka meneliti apakah mendandani kucing seperti badut akan mengurangi tingkat kepunahan burung-burung liar langka yang ada disana?

remley_for_website

calico-250-250 kotak-250x250

Jika kita pikir, apakah hubungan dengan kucing yang terlihat seperti badut dengan tingkat kepunahan burung-burung liar? Bagi tim peneliti dari Victoria University kucing-kucing liar yang didandani seperti badut ini akan dikenakan collar berwarna-warni (ada yang berbentuk kalung biasa, kerah khas badut yang berlepit-lepit atau dasi kupu-kupu yang berwarna-warni) sehingga keberadaan mereka yang mencolok akan mudah disadari oleh burung-burung langka mangsaannya. Dan memang pihak Victoria University dan juga Konselor Wellingtong telah mendiskusikan hal serupa dengan beberapa perusahaan Collar di Wellington agar mereka merilis collar yang bercorak cerah dan berwarna-warni untuk para kucing liar yang menjadi ancaman kepunahan burung-burung langka, lalu pihak perusahaan collar tersebut pun peduli dan langsung menyetujui hal tersebut. “Sebenarnya penglihatan burung-burung kebanyakan itu sangat peka terhadap warna-warna yang terang dan mencolok bahkan disaat gelap / malam sekalioun” tukas seorang peneliti dari pihak Victoria University yang bernama Dr Heidy Kikillus.

rainbowcatco

“Ternyata collar-collar yang berawarna-warni ini telah digunakan juga oleh beberapa negara diluar New Zealand yang mengalami permasalahan serupa menyangkut ketidak seimbangan ekosistem karena kucing liar. Dan kami benar-benar mencontohnya karena hasil dari percobaan negara-negara tadi sangatlah menjanjikan dan mereka tidak lagi memiliki daftar burung-burung liar yang diambang kepunahan. Dan pertanyaan kami pada awalnya adalah ‘apakah mendandani kucing liar seperti badut dapat mengobntrol situasi alam liar?’” tukas dr. Heidy. “Kami benar-benar yakin dan berharap bahwasannya kucing yang telah dikenakan collar badut ini akan mudah terlihat oleh calon mangsaannya yang berupa burung-burung lir langka sehingga mereka dengan mudah melarikan diri sebelum tertangkap oleh si kucing” tambah dr. Heidy.

images

Ternyata, banyak pula pemelihara kucing di Australia yang mengikuti hal ini mengingat kucing-kucing peliharaan mereka seringkali keluar rumah dan bisa saja memburu kucing liar yang langka disana. Dan benar saja, tingkat kepunahan burung-burung liar langka yang termangsa oleh kucing-kucing liar dan peliharaan di Australia telah menurun sekitar 54%. Cukup drastis bukan? Dan melihat hal tersebut pihak New Zealand melalui Victoria University menghimbau kepada masyarakatnya yang memelihara kucing untuk ikut serta dalam penelitian mereka yang akan dimulai pada musim panas kedepan. “Partisipan akan diberikan collar yang berwarna-warni dan berbahan tidak keras seperti collar kucing yang sedang sakit dan dibuat oleh sebuah perusahaan Amerika yang dinamakan Birdbesafe dan diminta untuk merekam (berupa video) kegiatan si kucing selama mengenakan collar dan tidak mengenakan collar selama 8 minggu kedepan. Dari sini kita akan melihat berapa jumlah burung liar langka yang termangsa oleh si kucing disaat ia memakai collar badut yang diberikan dan berapa jumlah burung liar langka yang termangsa oleh si kucing disaat ia TIDAK memakai collar badut yang diberikan” tukas dr. Heidy.

dr_couscous_birdsbesafe_1200

Hasil dari penelitian tadi akan digabungkan dan dianalisa, dan kemungkinan besar juga akan dijadikan penambahan materi pengajaran dan penelitian yang sangat komprehensif di tiap-tiap universitas di Wellington yang memiliki kelas penelitian behavoristik kucing. “Kucing telah mendapatkan banyak perhatian di media menyangkut potensi mereka yang sebenarnya baik namun dipandang negatif untuk alam liar sebagai seekor hewan pemburu, dan itu akan menjadi sebuah kesuksesan bagi kami dan peneliti lain apabila collar badut dapat menjadi media pembantu pemecah masalah ketidak seimbangan ekosistem yang sedang melanda New Zealand, terutama Wellington” tukas dr. Heidy. “Kami sebagai tim peneliti merasa sangat senang melihat antusiasme para pemelihara kucing di New Zealand yang ingin ikut serta dalam penelitian ini dan menjadikan kucing peliharaan mereka sebagai objek penelitiannya, kami terus menjaga hubungan kami dengan mereka agar kerja sama terus terjalin hingga penelitian ini membuahkan hasil. Ini merupakan kesempatan besar juga untuk kami sebagai tim peneliti untuk memiliki partner yang merupakan pecinta kucing agar kita juga dapat mempelajari tentang kucing secara bersama-sama” tambah dr. Heidy.

1448837541419

Hebat ya catlovers melihat New Zealand, tepatnya bagian Wellington pada akhirnya mendapatkan cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ketidak seimbangan ekosistem disana. Mereka tidak melihat populasi kucing liar dan peliharaan disana sebagai penyebab utama yang merugikan, namun mereka lebih berfikir bahwasannya ada jalan yang akan menjadi jembatan terbaik agar tidak ada yang dihilangkan dari ekosistem tersebut, dan collar badutlah yang mereka harapkan menjadi jembatan tadi. Partisipan yang mengikutsertakan diri dan kucing mereka dalam penelitian ini bahkan tidak akan dikenakan sanksi atau hukuman apabila pada masa penelitian kucing mereka berhasil memangsa burung liar yang langka. “Ini merupakan proses alam, kita tidak bisa menghentikan apa yang alam inginkan, namun kita bisa mengalihkannya apabila kita tahu benar apa yang akan terjadi” tukas dr. Heidy.

1448837541419Sepertinya kucing-kucing juga terlihat lebih lucu ya dengan collar badut ini?

So, Australia, sebenarnya sudah banyak loh warga dari negara kalian yang mengikuti metode ini dan benar-benar mengurangi tingkat kepunahan burung liar langka disana hingga 54%. Hanya saja kenapa pihak pemerintahan Australia tidak menggubris dan mengangkat cara terbaik ini sebagai salah satu pemecah masalah mereka?

(ibr)

 

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

Stevie: Kucing Penderita Kebutaan yang membuat Seseorang menjadi Pecinta Kucing

Hallo catlovers! Kembali lagi bersama kami di cattery.co.id yang selalu menyuguhkan berita-berita ter-update tentang kucing dan meliputi segala aspeknya seperti kiat-kiat untuk merawat si kucing, tips kesehatan untuk si kucing,

Cat News

Seorang Anak Perempuan Meminta untuk Diberadakannya Armada Polisi Kucing

Hallo catlovers! Apa kabar catlovers dan juga si kucing di rumah? Kami selalu berharap agar kita semua selalu berada di dalam kondisi prima agar tetap kuat beraktivitas dan tentunya kita

Cat News

George si Kucing yang Senang Berjalan dengan Kedua Kakinya!

Kucing memang tidak akan pernah bisa kita tebak perilaku dan sifatnya. Tidak jarang pula mereka bersikap diluar nalar kita sebagai pemeliharanya. Tidak hanya terus mengeong atau berguling-guling, tetapi juga disaat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!