Kenapa Kucing Pemilih Makanan sedangkan Anjing Tidak?
18/11/2015 4701 Views

Kenapa Kucing Pemilih Makanan sedangkan Anjing Tidak?

Kita pasti seringkali melihat kucing yang memakan rumput atau hal apapun yang sekiranya dapat dimakan olehnya, akan tetapi ia memuntahkan kembali yang ia makan atau bahkan tidak menyentuhnya sama sekali. Lalu anjing, kapan kita tidak melihat mereka tidak memakan apapun yang mungkin ada didepan mereka? Dan tahukah bahwa banyak peneliti yang menyatakan bahwa kucing memiliki gen herbivora sedangkan anjing memiliki gen pemakan segala (dan cenderung karnivora murni). Jadi dapat dikatakan bahwasannya kucing adalah pemilih makanan yang alami sedangkan anjing merupakan pemakan segala. Tetapi ada informasi lebih detail loh catlovers tentang hal ini! Jadi, dilanjut yuk baca artikel cattery.co.id kali ini!

cat-eating-grassKucing ternyata memiliki gen reseptor dari hewan herbivora

Hannah Roland, seorang peneliti dari University of Cambridge melakukan sebuah penelitian baru dan menyimpulkan bahwasannya kucing memiliki kemampuan untuk merasakan rasa pahit apabila ia memakan tanaman yang beracun, dan ini menyatakan bahwa kucing menuruni gen hewan vegetarian (herbivora). Binatang (hampir keseluruhan) menggunakan indra pengecap mereka untuk mendeteksi apakah makanan yang ada didepannya ini bernutrisi atau malah mebahayakan dirinya. Rasa manis yang mewakili rasa gula akan dirasakan oleh para binatang apabila makanan tersebut adalah makanan yang merupakan sumber energi, sedangkan rasa pahit yang mereka rasakan pada makanan yang dimakan itu merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi untuk mendeteksi bahwa makanan yang dimakan adalah membahayakan dan cenderung beracun (tidak alami).

Nah, mengapa kucing dapat menjadi hewan yang memiliki indra yang sama adalah karena adanya evolusi yang selalu terjadi pada dunia binatang yang pada akhirnya kucing juga dapat memilih makanan yang lebih alami untuk dimakan, (dan hal ini pula yang membuat kucing banyak yang tidak akan memakan makanan yang berbahan kimia). Salah satu bukti yang diberikan oleh Hannah adalah pada saat ia meneliti kebiasaan makan kucing yang selalu diberikan makanan berupa daging dan indra pengecap-nya tidak lagi dapat merasakan rasa manis. Namun jika pendeteksi rasa pahit pada kucing berevolusi untuk menandakan adanya tanaman beracun yang ia makan, maka bisa dipastikan bahwasannya kucing (yang biasanya) menghindari tanaman juga akan dapat merasakan rasa pahit dengan baik. Manusia dan hewan lainnya yang juga memakan sayuran, tanaman dan sesuatu yang mengandung nabati pasti dapat mencicipi rasa pahit. Hal ini dikareanakan manusia dan hewan herbivora memiliki gen reseptor rasa pahit. Lalu jika kucing telah kehilangan kemampuan untuk merasakan pahit dan tidak lagi dapat merasakan rasa pahit atas makanannya yang beracun atau membahayakan, dapat dikatakan bahwa gen reseptor mereka telah bermutasi.

calico-250-250 kotak-250x250

4309808872_5091c20837_zKucing ternyata dapat membedakan mana makanan yang benar-benar alami dan mana yang mengandung bahan kimia berbahaya

Pakar-pakar genetika di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia mencoba untuk memperlajari genom pada kucing dan beberapa hewan karnivora lainnya seperti anjing, musang dan beruang kutub untuk melihat apakah ke-empat hewan karnivora ini memiliki gen reseptor rasa pahit. Setelah meneliti, para pakar genetika tadi terkejut disaat mereka menyadari bahwa kucing memiliki 12 gen reseptor yang berbeda untuk merasakan rasa pahit. Anjing, musang dan beruang kutub juga sama baiknya. Pertanyaan terbesar pakar-pakar genetika disana adalah, jika hewan karnivora merupakan hewan pemakan daging yang kecil kemungkinannya untuk menemukan dan memakan makanan pahit (seperti tumbuhan dan sayuran) di sekitarnya, mengapa mereka memiliki kemampuan untuk merasakan rasa pahit?

Lalu, untuk mengetahui lebih detailnya Peihua Jiang seorang ahli biologi molekuler di Monell Chemical Senses Center menguji selera kucing. Peihua memasukan gen reseptor pengecap milik sekor kucing yang normal ke dalam sel jaringan manusia di laboratorium. Ketika dikombinasikan, sel dan tindakan gen sebagai reseptor rasa yang merespon bahan kimi seperti jatuh diatas sel jaringan manusia. Karena reaksi ini Peihua mengetahui bahwa reseptor rasa si kucing akan merespon rasa pahit yang ditimbulkan oleh zat kimia pada tanaman beracun ataupun senyawa kimia lainnya (yang mana reseptor gen ini juga dimiliki oleh kita, manusia). Reseptor rasa si kucing yang selalu disebut ‘Tas2r2’ oleh para peneliti dapat merespon senyawa kimia denatorium benzoate, yakni zat kimia yang terasa pahit yang tersebar pada kuku-kuku anak kecil (kotoran kuku, ini mengapa anak kecil tidak boleh dan tidak diperkenankan untuk menggigiti kukunya).

1Lalu kenapa ya kucing menyandang predikat ‘pemilih makanan’?

Penemuan atas gen reseptor pahit pada kucing menjelaskan mengapa kucing mendapatkan reputasi sebagai “pemilih makanan”. Namun mengapa anjing yang memiliki gen reseptor pahit yang sama dengan kucing tidak memiliki reputasi yang sama dengan kucing? Lalu mengapa kucing menjadi lebih rewel untuk masalah makanan? Jawaban utamanya mungkin terletak pada bagaimana reseptor kucing mendeteksi senyawa pahit dan kimia yang beracun. Penelitian yang telah dilakukan awal tahun ini menunjukkan bahwa beberapa gen reseptor kucing sangat sensitif terhadap senyawa pahit dan zat kimia, bahkan lebih sensitif terhadap denatorium dari reseptor gen yang sama pada manusia.

cute-kitty-eating-hamburger-400x296‘I Can “HAZ” Cheezeburgerzzz!’

Jadi, mengapa kucing memiliki kemampuan untuk merasakan rasa pahit? Kita sebagai catlovers yang pastinya memelihara kucing dirumah pun sangat menyadari bahwa kucing kita memiliki pilhan makanan yang sangat tidak dapat diprediksi. Ia mungkin beberapa kali membawakan kita “hadiah” yang berupa katak, kodok ataupun hewan lainnya yang mengandung rasa pahit dan tentunya racun pada kulit dan tubuh mereka. Hasil penelitian Peihua menunjukkan bahwa reseptor pahit pada kucing memberdayakan kucing itu sendiri untuk menangkal racun-racun yang mereka gigit sehingga mereka terhindar dari keracunan atas sesuatu.

Favim.com-22725‘Aku tidak suka makanan itu. Kau boleh memakannya, cepat makan!’

Mungkin kucing juga lebih sensitif terhadap bahan kimia pahit dari anjing, atau mereka dapat mendeteksi senyawa pahit dalam jumlah besar yang terdapat pada makanan sehari-hari mereka. Makanan yang mungkin menurut anjing ataupun kita sebagai manusia rasanya hambar, bisa saja menjadi makanan yang sangat lezat dan aman dimakan untuk kucing karena ia lebih memiliki reseptor pengecap yang lebih peka daripada anjing ataupun manusia. Jadi, daripada kita memberlakukan labelling ‘pemilih makanan’ kepada si kucing, mungkin lebih baik kita menganggap mereka sebagai seekor hewan yang sangat cerdas. Bagaimana tidak, mereka bisa tahu mana yang baik bagi mereka untuk dimakan tanpa harus mengetahui ataupun berkonsultasi kepada dokter. Keren kan?

(ibr)

 

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

8 Stereotip para Pecinta Kucing yang Ternyata Benar!

Para Pecinta Kucing seringkali mendapatkan cap buruk. Mulai dari “carzy cat ladies” hingga asumsi bahwa pecinta kucing membenci orang lain, dan masih banyak asosiasi negatif lainnya yang dimiliki oleh pecinta

Dunia Kucing

Mengapa Kucing Benci untuk Berpergian dengan Mobil?

Catlovers disini pasti pernah kesulitan untuk membawa kucingnya untuk pergi menggunakan kendaraan seperti mobil. Mengapa kucing tidak menyukai pergi menggunakan kendaraan? Cattery.co.id akan mencoba untuk menjawab pertanyaan berikut. Tidak seperti

Dunia Kucing

[Video] Mungkin Inilah Kucing dengan Bulu Terlebat yang Pernah Kamu Lihat!

Kucing memanglah jenis hewan peliharaan yang paling menggemaskan di seluruh dunia, bukan begitu catlovers? Bahkan banyak juga para pemelihara hewan lainnya menganggap bahwa kucing merupakan jenis hewan jinak (domestik) yang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!