Kenapa Kucing Mencakar dan Menggigit Ketika Dielus-elus?
29/08/2015 15436 Views

Kenapa Kucing Mencakar dan Menggigit Ketika Dielus-elus?

Setiap kucing memiliki berbeda-beda sifat dalam hal berapa kali ia ingin dielus atau dipegang. Beberapa kucing sangat menyukainya, beberapa bersikap biasa saja, dan beberapa hanya suka dielus sebentar saja sebelum mereka memberi tahu pada pemiliknya bahwa itu cukup. Karena kucing tidak bisa mengatakan secara lisan, maka biasanya si kucing menunjukkan pada kita untuk berhenti dengan cara menggigit atau mencakar.

Kucing yang seperti ini seringkali adalah kucing yang ramah dan jinak, kucing yang senang mencari kasih sayang dari pemiliknya. Ia akan mengeong, menggosokan ke kaki orang, lompat ke pangkuannya dan mendengkur. Si kucing terkadang menikmati elusan pemiliknya, sebelum ia menjadi marah dan menyerang orang yang mengelus-elusnya. Kebanyakan kucing akan mencoba menghambat tangan kita dan memberikan gigitan lembut, namun beberapa kucing gigitannya cukup keras sehingga melukai tangan kita. Bahkan beberapa kucing akan mendesis dan mencakar kita.

Sifat kucing ini mungkin akan membingungkan kita, sebagian besar kucing biasanya akan memberikan peringatan terlebih dahulu ketika mereka sudah mulai tidak nyaman. Jika kita memperhatikannya, kita akan melihat tubuh kucing menjadi tegang. Telingannya akan rata dengan kepalanya dan ekornya akan bergerak. Dia mungkin sedang gelisah. Jika kita terus mengelusnya, si kucing mungkin akan mendesis atau menggeram, dan dalam waktu singkat, ia akan mencakar dan menggigit kita.

600px-kitten-biting-woman

calico-250-250 kotak-250x250

Tingkah laku jenis agresif kucing ini sulit dipahami dengan baik, namun para behavioris berpikir bahwa kontak fisik, seperti mengelus, dapat menjadi tidak menyenangkan bagi kucing jika hal tersebut diulang-ulang. Faktanya, kontak yang diulang-ulang dapat menyebabkan gairah, semangat, rasa sakit dan bahkan listrik statis pada bulu kucing. Bayangkan jika ada seseorang yang mengusap-usap punggung kita, tapi bukannya menggerakan tangannya ke seluruh punggung, dia hanya mengusap-usapnya pada satu tempat saja. Hal ini tentu akan membuat kita jengkel bukan? Kucing mungkin merasakan hal yang sama ketika kita mengelusnya berulang-ulang di tempat yang sama.

Tidak ada yang tahu bagaimana mencegah jenis agresifitas ini berkembang, namun sebagian besar setuju bahwa kucing yang memiliki tingkat sosialisasi yang baik pada masa kecilnya, biasanya sangat menyukai sentuhan oleh kita ketika si kucing dewasa. Kucing yang biasa di grooming oleh pemiliknya dengan lembut ketika masih kecil, biasanya akan menyukai kontak fisik dengan manusia dibandingkan kucing yang tidak merasakan hal ini ketika masih kecil. Sifat ramah dan jinak ini juga sepertinya diwariska oleh ayahnya. Anak kucing yang ayahnya ramah terhadap manusia, biasanya lebih mungkin untuk menjadi ramah dan jinak juga dibandingkan dengan kucing yang ayahnya tidak ramah, terlepas dari perilaku ibunya.

petting-induced-aggression

Bagaimana Cara Mengajarkan agar Kucing Senang Dielus-elus?

Kebanyakan kucing dapat diajarkan untuk mentolerir elusan kita jika mereka belajar mengasosiasikan elusan dengan treats/snack yang enak. Selanjutnya ketika kita sedang mengelus si kucing, perhatikan tanda-tanda ketika ia sudah tidak nyaman. Kucing bisa hanya toleran untuk dielus hanya lima detik atau hingga 30 detik. Perhatikan berapa kali kamu dapat mengelus kucing si kucing sebelum ia menjadi marah. Apakah ia kucing dua elusan, tiga elusan atau bahkan lima elusan. Kita harus tahu hal ini jadi kita bisa membatasi elusan kita dengan elusan yang dapat ditolerir oleh kucing.

Ketika selanjutnya kucing kita menunjukkan mood bahwa ia ingin dielus oleh kita dengan datang pada kita dan mengusapkan badannya ke kita, kita harus memiliki beberapa treats/snack favoritnya. Jangan mengangkat atau memeluk si kucing, cukup mengelusnya saja.
1. Ingat berapa kali kita dapat mengelus si kucing sebelum ia menjadi gelisah, dan hanya berikan elusan sebanyak itu saja.
2. Lalu berikan si kucing treats/snack kucing sedikit saja.
3 Abaikan kucing setelah itu, setidaknya 10 menit. (Kita mungkin perlu untuk menjauh jika ia menginginkan snack/treats lebih.)

petting-cat

Jadi misalkan kucing kita hanya bisa dua kali elusan. Maka berikan dua kali elusan pada kucing, lalu berikan snack/treats sedikit dan abaikan. Lain kali ketika ia ingin meminta perhatian kita lagi, ulangi langkah-langkah tadi, selalu berhenti sebelum ia memiliki kesempatan untuk marah. Setidaknya setelah satu minggu kita mengulangi langkah-langkah diatas, coba tambahkan elusan ketiga untuk melihat apakah si kucing mau menerimanya. Biasanya si kucing akan menerimanya karena ia belajar akan mendapatkan snack/treats ketika dielus oleh kita. Secara bertahap, selama beberapa minggu, lihat apakah kita dapat mengubah kucing dua kali elusan menjadi kucing lima kali elusan. Pastikan si kucing berada dalam mood yang baik ketika melakukan latihan ini. Selalu berhenti ketika si kucing sudah mengeluarkan tanda-tanda tidak nyaman.

Lakukan pelatihan ini sebelum jadwal kucing makan, pada saat ia sedang lapar. Pelajari jenis elusan apa yang disukai kucing, apakah suka elusan panjang dari kepala hingga pangkal ekor atau kah ia suka dielus di bagian pipi dan leher, contohnya. Dan gunakan hanya jenis elusan ini ketika sedang mengelusnnya. Juga ingat lah untuk membedakan sedikit lokasi elusannya pada si kucing, sehingga elusan kita tidak terlalu repetitif dan mengganggu.

DrCouncilCatExam.Web

Hal lain yang Perlu Diperhatikan

– Cobalah bawa kucing kita ke dokter hewan, biarkan si kucing diperiksa oleh dokter hewan karena sikap agresif mendadak pada kucing bisa disebabkan karena rasa sakit. Kita mungkin saja tidak sengaja menyentuh lokasi yang membuat rasa sakit pada si kucing. Dokter hewan akan memeriksa apakah ada cedera yang tidak disadari oleh kita, seperti radang sendi, masalah pada gigi, abses, dll.

– Jangan bermain terlalu kasar dengan kucing. Kucing tidak seperti anjing, mereka tidak menikmati bergumul dengan orang. Kucing tidak senang bulu mereka acak-acakan atau dipukul lembut dengan tangan kita. Jika kita ingin bersenang-senang dengan kucing, gunakan mainan interaktif cat teaser seperti tongkat bulu.

– Jangan menghukum si kucing. Jika kita berteriak, memukul atau mengejar si kucing ketika ia menggigit kita saat kita elus-elus, maka kita akan membuat kucing semakin ketakutan dan akan merusak hubungan yang telah kita bangun. Kucing tidak bermaksud untuk benar-benar menggigit kita, ia menggigit karena ia merasa tidak memiliki pilihan lain. Jika kita memperhatikan bahasa tubuhnya, kucing sebenarnya telah memberi tahu kita untuk berhenti.

edfsaf

Nikmati Kucing Kita untuk Menjadi Dirinya Sendiri

Hormati keinginan kucing kita yang tidak ingin dielus terlalu lama. Kucing seperti orang, ada orang yang menikmati banyak kontak fisik namun ada juga beberapa yang tidak terlalu menikmati banyak kontak fisik. Hargai cara kucing dalam menyangi kita. Mungkin dia selalu mengikuti kita di sekitar rumah, tidur dengan kita di malam hari, atau sekedar menemani kita saat menonton TV. Nikmati waktu yang kita habiskan bersama-sama dengan si kucing dan jangan terlalu risaukan bahwa kucing kita tidak terlalu suka dengan kontak fisik terlalu sering. Semoga artikel ini bermanfaat bagi catlovers untuk selalu menyayangi kucingnya.

(rbb)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Perilaku Kucing

Kucing VS Timun: Jangan Pernah Menakuti Kucing dengan Timun!

Kucing dengan sayuran? Semua tahu pasangan ini tidak akan mungkin bersatu layaknya air dan minyak. Kucing merupakan karnivora yang sudah pasti tidak memperdulikan adanya sayuran disekitar mereka. Akan tetapi tahukan

Perilaku Kucing

Apa Arti Dengkuran, Meongan atau Usapan Badan Kucing pada Kita?

Video kucing berikut berasal dari serial Science of Us New York Magazine, yang menjelaskan secara ilmiah, apa maksud si kucing ketika ia mendengkur, mengeong atau mengusap-usap pada kita. Mungkin kita

Perilaku Kucing

Quiz : Apakah Kucing Kamu Penakut?

Kucing penakut adalah masalah buat para pemilik kucing. Kucing terkenal sebagai hewan peliharaan yang aktif dan bergairah. Tetapi beberapa kucing ternyata memiliki sifat penakut dan mudah gelisah, yang sebenarnya bisa saja

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!