Kenali Gejala Penyakit si Kucing Sebelum Terlambat!
10/10/2016 2317 Views

Kenali Gejala Penyakit si Kucing Sebelum Terlambat!

Kucing merupakan hewan perliharaan paling menyenangkan di dunia, dan kita semua pasti setuju dengan hal itu bukan? Meongan mereka, tingkah laku mereka, cara mereka tertidur, cara mereka meminta makan dan segalanya tentang mereka selalu menjadi hal yang menarik untuk kita lihat. Ya, meski jumlah kucing di dunia ini mungkin sangat banyak sekali dan jauh lebih banyak daripada jumlah hewan peliharaan lainnya di dunia, itu tidak membuat kita sebagai pecinta kucing merasa bosan atau bahkan jengah dengan kucing. The more cats, the better! Ya mungkin itu slogan yang juga sangat cocok bagi kita sebagai pecinta kucing ya catlovers? Akan tetapi, pertanyaannya adalah apakah kita sebagai pecinta kucing telah mengerti mereka lebih dalam? Hal terpentingnya, apakah kita sebagai pemelihara telah mengenal tanda-tanda yang si kucing tunjukkan jika ia sedang sakit? Mungkin iya dan mungkin tidak, tapi bagi yang belum tahu jangan takut! Karena cattery.co.id akan membahas tanda-tanda yang sering si kucing tunjukkan apabila ia sedang terganggu kesehatannya pada artikel kali ini!

cat-Kucing yang bahagia sudah pasti kucing yang sehat!

Jumlah kucing (yang dipelihara dan terlantar) di Amerika Serikat dapat dipastikan lebih banyak 15 juta ekor dibandingkan anjing (yang dipelihara dan terlantar) dilansir oleh CATalyst. Maka dari itu pula perawatan kucing jauh lebih sedikit disbandingkan perawatan anjing. Tidak begitu banyak pemelihara ataupun tidak yang membawa kucing ke dokter hewan untuk perawatan dan medical check-up rutin agar si kucing terhindar dari berbagai penyakit. Nyatanya, check-up rutin si kucing jauh lebih penting dikarenakan tanda-tanda si kucing meraasakan sakit atau gejalnya terlihat lebih ‘halus’ daripada tanda-tanda dan gejala penyakit yang dialami anjing. Maka dari itu, mampir ke dokter hewan terdekat untuk memeriksakan si kucing secara berkala bukanlah hal yang dapat disepelekan dan mulailah dari sekarang.

A001_C025_0706XSJangan pernah menyepelekan perubahan pada si kucing.

calico-250-250 kotak-250x250

Lalu, berikut tanda-tanda yang dimunculkan si kucing jika ia sedang merasa sakit. Amatilah:

Nafas Tidak Sedap (Bau)

Nafas si kucing yang tidak sedap dapat menjadi indikasi si kucing mengidap penyakit.

Nafas si kucing yang tidak sedap juga bisa menjadi tanda bahwa si kucing sedang sakit. Lalu, tanda ini bisa menjadi alarm bahwa ginjal si kucing atau gigi si kucing sedang dalam kondisi tidak sehat, bahkan serius. Lalu, nafas si kucing yang berbau ‘manis’ (beberapa kali juga ada yang mencium seperti bau buah-buahan) bisa menjadi tanda jika si kucing sedang diabetes. Nah, jika catlovers mencium bau-bau ini ketika si kucing membuka mulut atau menghembuskan nafas-nya di dekat catlovers, seberalah konsultasikan dengan dokter hewan.

Menjadi Lebih Akrab atau Kurang Akrab dengan Kita

cat-looking-out-window-blindsAkrab atau tidaknya si kucing secara mendadak dapat menjadi tanda bahwa si kucing sedang terganggu kesehatannya.

“Seekor kucing yang sebelumnya sangat dekat dengan kita sebagai pemeliharanya lalu menjadi seperti tidak kenal, menyendiri atau agresif adalah tanda yang paling sulit terlihat sebagai penanda bahwa si kucing sedang sakit. Lalu, apabila tadinya kucing peliharaan dirumah sering menyendiri dan tidak akrab dengan siapapun lalu berubah menjadi sangat akrab dan berdekatan dengan orang-orang, ini juga dapat dijadikan tanda bahwa terjadi sesuatu dengan kesehatan si kucing” tertulis pada buku panduan pemelihara kucing besutan CATalyst Council yang berjudul ‘CATegorical Care : An Owner’s Guide to America #1 Companion”. Jadi, jika catlovers merasakan adanya perubahan sikap pada si kucing, mulailah membawa si kucing ke dokter hewan agar bisa dikonsultasikan lebih lanjut.

Perubahan Fisik

o-COLE-facebookKenali perubahan fisik si kucing!

Selain perubahan sikap, perubahan fisik juga dapat menjadi patokan bahwa si kucing sedang mengalami gangguan pada kesehatannya. Seperti misalnya bulunya yang selalu berdiri dan berantakan, meningkatnya frekuensi si kucing buang air besar atau kecil atau bantalan si kucing basah. Ini bisa jadi merupakan gejala dari beberapa penyakit seperti: hipertiroidisme, gangguan kelenjar utama pada kucing atau alergi.

Menurunnya Nafsu Makan atau Minum

13-cat-wants-to-tell-you-huggingMenurunnya nafsu makan atau minum si kucing dapat menjadi indikasi adanya penyakit yang dirasakan oleh si kucing!

Kita sebagai pemelihara pasti merasa sedih jika si kucing tiba-tiba tidak memakan makanan dan minuma yang telah kita sediakan, apalagi jika kita tahu bahwa itu adalah makanan atau minuman favorit si kucing. Ternyata, kita memang wajib khawatir dan sedih loh catlovers jika si kucing berkurang nafsu makan atau minumnya karena ini dapat menjadi pertanda dari beberapa masalah kesehatan, dari masalah gigi bahkan sampai kanker ginjal. Bahkan jika si kucing tidak sama sekali makan selama 1×24 jam dan bisa lebih lama lagi, si kucing wajib dibawa ke dokter karena ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh si kucing telah mengidap komplikasi dari beberapa penyakit serius. Tentunya kita tidak mau si kucing menjadi seperti ini kan catlovers?

Meningkatnya Nafsu Makan atau Minum

81378764Meningkatnya nafsu makan atau minum si kucing juga harus di perhatikan!

Nah, nafsu makan dan minum si kucing yang mendadak meningkat juga dapat menjadi pertanda bahwa si kucing sedang dalam keadaan sakit loh catlovers! Dokter Hewan Dr. V, yang mengelola blognya di Pawcurious, mengatakan salah satu pengalamannya sejak ia menjadi seorang dokter hewan. “Seringkali kita sebagai dokter hewan bertanya kepada sang pemelihara kucing bagaimana nafsu makan si kucing, dan bagaimana juga nafsu si kucing untuk minum, dan jawabannya adalah ‘oh ya, si kucing nafsu makannya sangat besar dan meningkat! Lalu ia juga tidak lupa untuk minum setiap kali makan atau bermain!’. Ironisnya meningkatnya nafsu makan dan minum si kucing juga sama bahayanya dengan menurunnya nafsu makan dan minum mereka. Ini dapat menjadi gejala awal dari hipertiroidisme dan juga diabetes. Diikuti juga dengan radang usus, obesitas dan masalah lain yang umum untuk si kucing yang memiliki nafsu makan yang besar” tukas Dr. V.  Well, sepertinya kita harus mulai mengatur jadwal si kucing makan dan minum ya catlovers?

Perubahan Poop atau Pipis si Kucing

Dollarphotoclub_64087757Periksalah litter box si kucing secara berkala!

Jika catlovers merupakan pemelihara yang memerhatikan si kucing hingga pada saat si kucing buang air besar atau kecil. Catlovers merupakan pemelihara yang baik! Lalu, jika kita merasakan adanya perbedaan dari frekuensi si kucing buang air besar atau kecil, perubahan bau atau besar dan banyaknya poop atau pipis si kucing dan juga perilaku si kucing pada saat poop atau pipis segeralah beritahu dokter hewan kenalan catlovers! Salah satu contohnya adalah jika adanya peningkatan buang air kecil si kucing mulai terlihat, ini dapat menjadi indikasi bahwa si kucing sedang diabetes, dan jika si kucing tiba-tiba mulai tegang atau mengeong dengan suara memekik di dalam atau diluar litter box, ini bisa menjadi tanda bahwa si kucing memiliki penyakit pada saluran kandung kemihnya.

Ada Sesuatu yang ‘Pasif’ atau ‘Mati’ dari Si Kucing

Alone-Cat1Jangan pernah menyepelakan insting kamu kepada si kucing!

Kembali kepada Dr. V. Ia mengatakan bahwa kita sebagai pemelihara kucing dirumah jangan sekali-kali meremehkan insting kita sendiri. Kucing adalah makhluk yang amat sangat halus, perasa dan lem but, sehingga perubahan kecil saja di dalam perilaku atau sikapnya dapat berarti sangat banyak. “Pemelihara yang terbaik adalah pemelihara yang sudah sangat mengenal peliharaannya hanya dari suara-nya. Terlebih pada para pemelihara kucing. Jika meong-an si kucing sudah terdengar berbeda, pasti kita sudah memiliki rasa resah tersendiri dan takut si kucing mengalami sesuatu bukan? Jadi segeralah bawa si kucing ke dokter hewan jika kita merasa adanya sedikit hal berbeda dari si kucing.” Tukas Dr. V.

cat-lifespan-the-life-expectancy-of-cats-568e40723c336Semoga si kucing selalu sehat dan begitu juga dengan catlovers dirumah! All love!

Jadi hari ini ktia belajar bahwa sedikit saja perubahan yang terjadi pada si kucing, itu dapat menjadi patokan bahwa si kucing sedang merasakan sesuatu yang juga berbeda. Kembali lagi, sesayang appaun kita kepada kucing, kita tidak akan mengerti secara harfiah meong-an si kucing, sehingga jalan terbaiknya adalah mengunjungi dokter hewan untuk memastikan kondisi si kucing. Tentunya. Cattery.co.id akan selalu mendoakan agar catlovers terus selalu sehat dan juga si kucing selalu bebas dari jeratan penyakit yang membahayakan!

 Sources:

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kucing Sakit? (Bag 1)

Pernakah catlovers menyadari bahwa kucingnya sedang sakit? Apa tanda-tanda jika kucing kita sedang sakit? Pada artikel kali ini Cattery.co.id akan membahas bagaimana mengetahui bahwa kucing kita sedang sakit (bagian 1)

Cara Merawat Kucing

Bagaimana Cara Mengangkat Kucing dengan Benar?

Kucing harus diajarkan untuk ditangani sejak kecil agar terbiasa dengan kita. Penanganan kucing seperti mengangkatnya, memotong kuku, dan juga memeriksa telinga dan mulut. Tidak bisa dihindari bahwa catlovers pasti akan

Cara Merawat Kucing

9 Tips Jitu Untuk Mengendalikan Emosi si Kucing yang Sedang Memuncak

Hallo catlovers! Apa kabarnya kamu dengan si kucing dirumah? Cattery.co.id selalu mengharapkan kamu dan si kucing dalam keadaan sehat dan selalu antusias dengan hal baru yang kalian temukan bersama! Seperti

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!