Fotografer Ini Mengabadikan Momen para Kucing Liar dan Malaikatnya di Brooklyn
23/01/2016 1933 Views

Fotografer Ini Mengabadikan Momen para Kucing Liar dan Malaikatnya di Brooklyn

Fotografer dan kucing mungkin memang seperti kita dan kucing ya catlovers. Ya, ikatan antara mereka seperti tidak ada habisnya. Kucing seringkali menjadi gudang ispirasi mereka dalam mengambil gambar yang penuh dengan cerita, seni dan juga keindahan. Tidak hanya kucing besar, kucing rumahan pun seringkali menjadi objek foto para fotografer. Banyak fotografer yang menganggap kucing yang kita pelihara tidak kalah karisma dan keindahannya dengan para kucing besar. Kali ini, kita akan mengulas seorang fotografer profesional yang menjadikan kucing jalanan sebagai objek fotonya. Ia menganggap bahwa kucing jalanan penuh dengan inspirasi, cerita dan kegigihan. Diluar hal ia menjadi seorang fotografer, ternyata ia juga seorang catlovers. Wah, sepertinya akan menjadi kisah yang menarik untuk dibahas kan catlovers? So, terus simak cattery.co.id kali ini untuk tahu kisah ini selengkapnya ya catlovers!

34_0018_feralfriends_20150429_0031Para kucing liar di Brooklyn dan seorang malaikatnya

Fotografer ini bernama Elijah Hurwitz. Disaat fotografer freelance ini sedang merasa stuck dengan inspirasinya, ia selalu mengemudikan mobilnya untuk berkeliling. Bahkan jarak mil yang telah ia tempuh bersama mobilnya untuk sekedar mencari objek foto telah menunjukkan angka 230.000 mil. Pada awal musim panas 2014, perjalannya menemukan hasil. Fotografer yang tinggal di kawasan Brooklyn’s Fort Greene ini menuruni sebuah taman yang bernama Sunset Park, dimana banyak sekali gedung-gedung disekeliling taman tersebut yang masih dalam tahap pembangunan. Ia terus mengarungi jalanan yang masih tidak rata dan berlubang dimana-mana sampai akhirnya ia menepikan mobilnya di pinggir jalan dekat sebuah Departemen Depot Sanitasi yang terletak di antara 51Street dan 1st Avenue. Disitu ia melihat ada dua anak muda yang sedang bermain frisbee sementara ada anak kucing yang tidur meringkuk di dekatnya. Ternyata, kedatangan Hurwitz ke lokasi tersebut bukanlah yang pertama kalinya, ia telah “mempelajari” kinerja orang-orang di lokasi tersebut, sampai-sampai ia tahu bahwa ada seorang pensiunan yang dulunya adalah pekerja di departemen depot sanitasi tersebut yang bernama Joe Tortora (62 tahun) pasti mampir setiap hari untuk memberi makan sekitar dua koloni kucing liar yang telah membuat “rumah” mereka di dekat fasilitas sanitasi yang ada disana. Makan malam untuk para kucing jalanan disana adalah jam 5, dan Hurwitz tahu akan hal ini karena seorang penjaga keamanan departemen depot sanitasi menginformasikan kepadanya. Hurwitz sendiri telah kembali lagi dan lagi ke lokasi ini untuk projek fotografi-nya selama kurang lebih 18 bulan lamanya hingga sekarang.

34_0011_feralfriends_IMG_1271Seekor kucing yang terbangun karena kedatangan Hurwitz dan kameranya ditengah-tengah limbah besi tua yang tidak terpakai dan terabaikan

calico-250-250 kotak-250x250

Setiap saat ia mengambil foto para kucing disana pada sore hari, perahu yang ada pada bentangan air yang amat luas di sekitar Hurwitz akan membunyikan klakson uapnya dan seketika datang banyak sekali truk sampah yang sangat besar untuk “membuang” apa yang telah mereka kumpulkan. Tentu saja “harum” dari apa yang diturunkan oleh truk sampah tadi akan menyeruak ke sekitarnya. “Hanya dengan melihat sekitar dan berjarak satu blok dari kita, kita akan tahu dimana kita sebenarnya berada” kenang Hurwitz. Lalu, seketika kucing jaanan di sekitar pun akan berlarian mengerumuni apa-apa saja yang telah diturunkan oleh truk sampah tersebut, bahkan diantara para kucing liar yang berkerumun, ada yang terlihat bermain dan tidak ikut mencari makanan seperti kucing lainnya. Mereka merasa nyaman dan aman disana. “dalam beberapa hal, itu (bak truk sampah) lebih terlihat seperti sebuah kotak toilet raksasa” tambah Hurwitz.

34_0020_feralfriends_20141022_0060Joe Tortora, sang malaikat untuk para kucing liar di Brooklyn.

Mengacu kepada DNAinfo, koloni kucing yang amat besar disana sama sekali tidak dibasmi atau diganggu keberadaannya oleh pihak departemen dan depot sanitasi yang ada disana. Bahkan seorang pengawas dari departemen dan depot sanitasi disana mengadopsi seekor kucing calico yang merupakan salah satu indukan dari kucing disana dan sang pengawas tersebut juga amat menghargai sekaligus kepada para kucing disana yang terus dapat berkembang biak dalam keadaan yang mungkin untuk manusia amat sangat memprihatinkan.

34_0015_feralfriends_IMG_1251Joe sedang mengusir sekumpulan burung besar yang seringkali mencuri makanan kucing kalengan yang diberikan Joe untuk para kucing liar disana

Tapi Hurwitz sendiri beranggapan bahwa koloni kucing yang amat besar disana cukup memakan banyak biaya, terutama untuk masalah makanan. Joe yang merupakan pemberi makan para kucing disana memperkirakan bahwa setiap harinya ia membuka 28 kaleng makanan kucing untuk para kucing disana, ditambah lagi dengan biaya dokter hewan. “Kurang lebih pertahunnya saya mengeluarkan uang sekitar $11.000 untuk para kucing liar disini” tukas Joe. Nominal yang cukup besar bukan catlovers? Namun sekarang Joe akhirnya telah bermitra dengan sebuah organisasi lokal yang bergerak di bidang perawatan dan penyelamatan kucing dengan nama Neighborhood Cats. Mitra kerja yang merekajalin menghasilkan beberapa program kerja yang tentunya dilakukan untuk kebaikan para kucing liar disana. Salah satunya adalah mereka berinsiatif untuk memberlakukan TNR (Trap-Neuter-Return) kepada para kucing liar disana. Tentu saja hal ini diberlakukan untuk mensterilkan para kucing disana agar populasinya terjaga dan tidak terus meroket jumlahnya.

34_0005_feralfriends_20141108_0092Joe terlihat sedang memberikan penyuluhan tentang Trap-Neuter-Reutrn (TNR) kepada para anak muda yang ada di Brooklyn

Projek fotografi Hurwitz yang out of the box ini pada akhirnya memunculkan sebuah tanda tanya besar ditengah-tengah kota perihal satwa liar yang ada di perkotaan. ‘Bagaimana seharusnya anggota parlemen campur tangan dalam urusan warga non-manusia (para kucing liar)?’ Tentu saja kita pun tahu bahwa kucing liar telah menjadi hewan yang mungkin populasinya agak sedikit sulit untuk dikontrol dan menimbulkan beberapa isu ditiap kota. Untuk New York sendiri, kucing liar diperkirakan berjumlah puluhan ribu. Sebenarnya hal ini tidak begitu mengganggu karena keberadaan kucing liar sendiri tidak pernah menimbulkan imbas buruk terhadap manusia yang hidup didekatnya, mereka bahkan ikut membantu menekan populasi hama tikus dan juga burung yang seringkali menjadi hama ladang. Hanya saja, terkadang burung yang menjadi mangsa para kucing di Amerika Serikat adalah burung yang dilindungi. Menurut beberapa perkiraan, 1,3 miliar burung setiap tahunnya menjadi mangsaan para kucing (dimana jenis burung disini termasuk pada berbagai jenis burung dan mayoritasnya adalah burung hama ladang).

34_0007_feralfriends_20141108_0052Joe yang sedang memasang TNR

Permasalahan lainnya yang muncul adalah bahwa para kucing liar seringkali tidak dapat bersahabat dengan para manusia. Padahal ini karena tidak adanya pihak yang dapat membuat penyuluhan atau sosialisasi tentang kucing liar kepada masyarakat. Nyatanya, kucing liar cenderung muncul sifat hewan peliharaannya jika mereka telah dibawa ke tempat-tempat penampungan, dan tentu sebelum kucing-kucing ini masuk ke penampungan, mereka harus diberlakukan TNR terlebih dahulu. Tapi amat disayangkan, seorang advokat yang mengatakan kepada The New York Times bahwa Gubernur Cuomo menolak RUU untuk mendanati inisiatif TNR musim gugur yang lalu. Berarti jelas bukan bahwa pemerintah memang tidak ingin sama sekali membasahkan tangannya dalam pengendalian jumlah kucing liar ditiap negaranya? Namun, disinilah para masyarakat memiliki inisiatif. Alih-alih tahu bahwa RUU untuk mendanai TNR ditolak mentah-mentah oleh Gubernur Cuomo, banyak organisasi-organisasi lokal yang bergerak di bidang sosial bermunculan dan memiliki program kerja untuk membuat penyuluhan dan juga sosialisasi untuk lokakarya pengadopsian kucing dan juga memberlakukan TNR kepada kucing liar. Hebat bukan?

34_0013_feralfriends_20150429_0084Joe sedang membuka air dari hydrant yang ada disekitar tempat pembuangan sampah agar para kucing dapat meminum air segar dari sana

Pada website resmi-nya NYC Department of Health and Mental Hygiene mengatakan : “kami sama sekali tidak melarang, namun juga tidak sepenuhnya mendukung TNR sebagai praktek nyata penekanan populasi kucing. Kami hanya ingin menyarankan untuk tiap-tiap organisasi dan orang yang melakukan TNR untuk terus berhatii-hati saat menangani kucing liar di lapangan untuk membatasi kemungkinan tercakar, digigit atau terkena kotoran dari para kucing liar yang berhasil diberlakukan TNR”. Memang, hukum setempat mengatakan bahwa tiap-tiap orang yang memberlakukan TNR diharuskan untuk mensterilkan atau mengkebiri hewan liar yang mereka tangkap sebelum dikembalikan ke jalanan. Disinilah pihak departemen kesehatan ikut bekerja sama dengan para organisasi tadi, mereka mengadakan “klinik keliling” dan menawarkan layanan untuk mensterilkan kucing liar dengan biaya $5. Ini juga berlaku untuk tiap orang yang memiliki kucing peliharaan dirumahnya yang belum di sterilisasi.

34_0009_feralfriends_20140902_0074Keberadaan Joe disisi para kucing liar disana amat sangat tidak dapat dipisahkan

Hurwitz sendiri mengatakan dan mengakui bahwa sebenarnya ia bukanlah pribadi yang seutuhnya seorang pecinta kucing karena pada kenyataannya Hurwitz alergi terhadap bulu. Akan tetapi rasa kemanusiaannya terhadap kucing mulai muncul pada saat ia melihat rutinitas Joe yang merupakan seorang catlovers. Ia melihat Joe yang terus memberikan makanan kepada para kucing liar yang mungkin tidak ia kenal satu persatu adalah sebuah nilai kepedulian sesama makhluk hidup yang amat sangat tinggi dan priceless. Yang lebih Hurwitz lihat adalah ketulusan dari seorang pensiunan yang mungkin tidak begitu aman perekonomiannya akan tetapi masih dapat berfikir bahwa mengeluarkan biaya untuk saling membantu sesama makhluk hidup tidaklah masalah. “Sebenarnya, tidak perlu kita melakukan hal baik yang ingin terlihat oleh banyak orang agar hanya sekedar mendapatkan pujian dan sanjungan dari banyak pihak yang melihat” tukas Hurwitz. “Apa yang dilakukan Joe, sangat penuh dengan ketulusan, keikhlasan dan juga kekuatan dalam hal itu” tambahnya. So, catlovers menurut catlovers apakah kita dan orang-orang di sekeliling kita sudah benar-benar tulus untuk saling membantu sesama makhluk hidup? Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Joe dan juga Hurwitz merupakan contoh nyata yang dapat kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari! Jadi, teruslah menolong sesama tanpa pandang bulu!

34_0003_feralfriends_20141121_0003Joe yang siap memulai aksi mulianya di pagi hari. Semangat terus Joe Tortora!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

(Video) Perkenalan Dua Ekor Kucing dengan Rubah Liar

Dua ekor kucing bernama Jimmy dan Sammy sedang bersantai bersama pemiliknya di daerah pinggiran di Inggris. Ketika itu ia menemukan seekor rubah sedang meringkuk tertidur di pintu belakang. Rubah adalah

Cat News

Penyelamatan Kucing yang Terperangkap dalam Salju

Cuaca ekstrem mungkin menjadi hal biasa di negara-negara yang dekat dengan kutub utara maupun selatan, contohnya Zlatoust, salah satu kota di Rusia. Sering kali suhu di kota tersebut mencapai titik beku 0 derajat Celcius,

Cat News

Seekor Kucing Hitam Berhasil Diselamatkan dari Kebakaran yang Terjadi di California!

Catlovers masih ingat artikel cattery.co.id tentang kebakaran hutan yang terjadi di Fresco, California yang belum lama dibahas? (lihat : Kucing dan Singa Dievakuasi di California karena Kebakaran Besar). Musibah ini

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!