Fakta Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya.
30/06/2015 5152 Views

Fakta Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya.

Mengapa kucing mengubur feses/kotorannya? Bagi kucing, mengubur kotorannya adalah insting alami bagi keluarga feline. Jadi alasan mengapa kucing mengubur kotorannya bukan hanya sekedar karena kucing mencintai kebersihan

Tindakan kucing mengubur kotorannya berasal dari sejarah panjang penggunaan urin dan feses untuk menandai teritorialnya. Bau kotoran semua kucing mungkin sama saja bagi kita, namun kucing bisa membedakan bau kotoran tiap-tiap kucing karena adanya penanda aroma kimia unik yang disebut feromon, yang terdapat pada urin dan kotoran mereka. Aroma ini digunakan oleh kucing untuk mengirimkan sinyal sosial dan reproduksi kepada spesies yang sama. Mereka menggunakan berbagai variasi cara untuk menandakan teritorialnya, seperti mencakar, menggosokkan bagian tubuhnya terhadap sesuatu, dan yang pastinya meninggalkan kotorannya tidak tertutup.

Kucing adalah hewan teritorial dan masyarakat mereka terstruktur dalam kendali hierarki dominan yang diatur oleh aturan yang ketat. Di alam liar, kucing dominan termasuk genus Panthera seperti singa, harimau, macan tutul dan jaguar yang berkompetisi merebut teritorial seringkali tidak mengubur kotoran mereka sebagai cara mereka mengklaim wilayah tersebut. Kucing yang lebih inferior dan lebih kecil akan mengubur kotoran mereka untuk memastikan bahwa kucing yang lebih superior tidak merasa tertantang.

slide0015_image028

calico-250-250 kotak-250x250

Kucing liar juga akan menyembunyikan kotorannya untuk menghindari menarik perhatian predator yang tidak diinginkan, yang mungkin akan menyerang diri mereka atau sarang anak-anak kucingnya. Kucing domestik indoor yang sudah jinak pun memiliki naluri melindungi diri yang sama. Meskipun rumah catlovers tidak ada predator, namun si kucing masih tidak yakin, dan akan mengubur kotorannya untuk berjaga-jaga.

Tingkah laku kucing kita yang mengubur kotorannya di dalam pasir menunjukkan bahwa kucing tersebut inferior dan mengakui bahwa kita adalah “Kucing” dominan di rumah.  Namun jika kita memiliki lebih dari satu kucing di rumah, kemungkinan kita akan menemukan ada kucing yang tidak mengubur kotorannya, ini untuk menunjukkan status dominannya. Dengan meninggalkan jejak kotorannya, artinya ia telah mengklaim wilayah tersebut.

Mungkin ada beberapa catlovers yang memiliki kucing yang tidak menggunakan litter box sebagai tempat membuang kotorannya. Si kucing mungkin menganggap bahwa dirinya lebih dominan dibandingkan kita. Namun ini bukan lah alasan utama, bisa jadi karena si kucing sedang sakit, infeksi saluran kemih, masalah pencernaan atau hanya karena si kucing kurang pelatihan untuk menggunakan litter box secara benar. Insting alami kucing untuk mengubur kotorannya didapat dengan cara melihat induk mereka, sehingga beberapa anak kucing mungkin perlu diajarkan bagaimana menggunakan litter box.

Kucing bukan satu-satunya hewan yang mengubur kotoran mereka, untuk menghindari predator dan perselisihan teritorial, hewan lainnya seperti armadilo, minks dan beberapa musang lainnya juga mengubur kotorannya. Jadi selalu jaga kebersihan kucingnya, catlovers!

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

[Video] Mungkin Inilah Kucing dengan Bulu Terlebat yang Pernah Kamu Lihat!

Kucing memanglah jenis hewan peliharaan yang paling menggemaskan di seluruh dunia, bukan begitu catlovers? Bahkan banyak juga para pemelihara hewan lainnya menganggap bahwa kucing merupakan jenis hewan jinak (domestik) yang

Dunia Kucing

10 Kemiripan Antara Kucing Besar dengan Kucing Domestik yang Ada di Rumah

Mungkin bagi kita agak sulit membandingkan kucing liar yang berukuran besar sedang memburu mangsanya di hutan atau padang rumput dengan teman berbulu kecil kita yang senang duduk di keyboard laptop,

Dunia Kucing

5 Kucing Lucu Ini Ikut Serta Dalam Perang Dunia 2

Kali ini cattery.co.id ingin sedikit mengulas sejarah perang dunia 2, dan sepertinya hal-hal yang akan kita bahas kali ini memang tidak ada di buku pelajaran sejarah semenjak kita masih di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!