Cat-Mageddon! Australia Akan Membantai 2 Juta Kucing Liar!
20/07/2015 6158 Views

Cat-Mageddon! Australia Akan Membantai 2 Juta Kucing Liar!

Di Indonesia kucing liar sangat membludak jumlahnya dan apakah hal ini mengganggu suatu ekosistem? Mengganggu keberadaan suatu spesies? Mengganggu masyarakat luas? Tidak sama sekali. Tetapi, beda hal-nya dengan negeri tetangga, Australia. Mereka akan menyatakan diri untuk memerangi 2.000.000 kucing! Apakah alasan mereka melakukan hal itu?

Greg Hunt, Menteri Lingkungan Hidup Federal Australia menyatakan “tahun 2020, saya ingin 2.000.000 kucing telah dimusnahkan, 5 pulau baru dibuat, 10 tempat yang bebas dari kucing liar dan lahan seluas 10 hektar untuk mengontrol spesies yang terancam punah”, ia juga menambahkan dalam pidatonya di Kebun Binatang di Melbourne dan dilaporkan oleh International Business Times “kucing liar sudah termasuk binatang golongan buas (berbahaya), dan berbagai upaya akan dilakukan untuk memburunya. Metodenya dapat berupa penembakan, umpan atau racun”.

Greg yang juga menjabat sebagai Komisaris yang bertanggung jawab atas spesies hewan yang terancam punah di Australia berkata “Australia tidak membenci kucing, tetapi keberadaannya sangat mempengaruhi kepunahan yang terjadi terhadap spesies-spesies asli Australia” Ia juga menambahkan “Kami tidak bisa mengesampingkan kerusakan yang ditimbulkan kucing, 120 spesies asli Australia terancam punah akibat mereka”

greg huntGreg Hunt

calico-250-250 kotak-250x250

Pemerintahan Australia juga sudah menjadikan kucing sebagai hama. Menteri Kelingkungan Australia menambahkan “kucing liar teridentifikasi telah mengurangi populasi 35 spesies burung, 36 mamalia, 7 reptil dan 3 amfibi”.

Tetapi hal ini juga tidak mendapat respon yang baik dari banyak catlovers sendiri. Banyak yang menolak pembantaian kucing ini tetap terjadi, banyak dari catlovers yang menanggapi animo ini dengan tanggapan yang tidak mendukung sperti yang terlihat dari konversasi yang terjadi di twitter berikut: https://twitter.com/43v3rblue/status/621843580403879937

gsdgdsg

Cattery.co.id pun menyayangkan sekali tindakan ini diambil oleh pemerintah Australia. Apalagi hal ini sangat menyangkut eksistensi kucing dalam jumlah banyak. Kalau saja Australia ingat dengan peristiwa “Great Emu War” yang terjadi pada tahun 1932. Mereka menurunkan armada tentaranya yang bersenjatakan senapan mesin (machine gun) untuk membasmi burung Emu yang “katanya” hama bagi ladang gandum mereka. Dan sekarang? Tidak ada satupun spesies Emu yang ada di Australia yang tersisa karena pertimbangan pemecahan masalah yang tidak sempurna.

Semoga Australia tidak lagi mengulang sejarah itu kembali. Masih banyak cara yang lebih baik dan manusiawi untuk menjadi jalan keluar dari masalah ini. Mungkin dengan memperbanyak penangkaran kucing atau mengirim kucing-kucing liar ke luar negara mereka dan ditujukan ke negara yang dapat menerima kucing-kucing itu. Pastinya Australia tidak mau sampai akhirnya kucing juga punah dalam pemecahan masalah ini bukan?

Ayo bantu tandatangani petisi online-nya disini

gdgdsfda

Berikut beberapa gambar kucing liar di Australia

feral-cat-2

feralcat

feral-cat

rosie

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

‘Unsinkable Sam’, Kucing yang Selamat dari 3 Kapal Karam pada Masa Perang Dunia 2

Pastinya kita seringkali melihat si kucing bertingkah laku yang membuat kita menggertakan gigi saking gemasnya. Entah dengan si kucing berguling-guling, melakukan self-grooming, mengendap-ngendap bahkan disaat ia tertidur sekalipun pasti selalu

Cat News

Film Berjudul “A Street Cat Named Bob” akan Dirilis

Lagi-lagi kucing menjadi bintang dan kali ini tidak hanya sekedar menjadi bintang di sosial media, melainkan bintang film layar lebar! Hebat sekali bukan? Dan kucing ini bermain dengan seorang aktor

Cat News

Seorang Guru Mendapatkan Kejutan Mengharukan Setelah Kucingnya Meninggal

Beberapa siswa memutuskan untuk memberikan guru mereka kejutan mengharukan setelah kucingnya kemarin meninggal. Ketika Rachel Hanhart dan teman-teman sekelasnya mengetahui betapa sedih dan bingungnya guru mereka, Bu Andrews, ketika kucingnya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!