Cat Alley, Gang yang dipenuhi Graffiti Kucing oleh Seniman Jalanan
03/12/2015 1824 Views

Cat Alley, Gang yang dipenuhi Graffiti Kucing oleh Seniman Jalanan

Catlovers yang sudah dewasa mungkin pernah melalui masa muda yang sangat beragam, dan kita harus akui bahwasannya masa muda adalah masa yang penuh dengan kegembiraan dan masa dimana bakat-bakat kita mulai terlihat. Pasti masing-masing dari kita pun memiliki bakat yang berbeda-beda, ada yang dibidang seni, olahraga, pelajaran dan lainnya. Nah, yang di bidang seni terutama seni lukis mungkin saja ada yang menjadi seorang “tagger” atau “bomber” (seorang pelukis tembok yang membuat graffiti kucing). Ya, hasilnya sangat sering kita lihat di tembok-tembok jalanan yang tadinya mungkin hanya sekedar tembok polo dan retak belaka, menjadi tembok yang sangat penuh dengan tuangan kreatifitas anak-anak seni yang sangat imajinatif dan indah. Ada yang berupa gambar bertema kenyataan seperti politik dan gaya hidup ataupun gambar yang bertemakan fiktif yg surreal. Namun kali ini graffiti sangat syarat dengan tema kucing di Manchester. Seorang artist (sebutan untuk seorang bomber atau tagger yang telah terkenal secara underground) menyulap sebuah gang yang tadinya hanya memiliki tembok bata merah dan benar-benar seperti tembok di gang kebanyakan menjadi tembok-tembok yang penuh warna, imajinatif dan tidak ketinggalan kesan imut dari kucing yang menjadi idenya. Ingin tahu selengkapnya? Ayo scroll terus kebawah dan simak artikel cattery.co.id kali ini!

dwGreg Barret (berkaus oranye) dan Dick Anangost (paling kanan) merupakan pencetus dari sebuah kontes pembuatan graffiti kucing di Dean Avenue, New Hampshire, Manchester

Sebuah gang di Manchester berubah namanya dari Dean Av. Menjadi Cat Alley. Ini berawal dari sebuah ide liar nan imajinatif 2 orang yang bernama Dick Anangost dan Greg Barret. Dick merupakan orang asli Manchester yang merupakan seorang pengelola utama dari Palace Theater dan Greg merupakan seorang pemilik utama dari Kas-Bar Reality. Posisi mereka yang sangat diperhitungkan di Dean Av. lalu dimanfaatkan untuk menyuarakan aspirasi dari para artist yang selalu ingin menorehkan kuas dan menyemprotkan spray-can-nya di tembok kosong. Dick dan Greg pada akhirnya mengadakan sebuah kontes graffiti kucing di Dean Av. yang terbuka untuk seluruh artist yang mengharuskan para artist untuk menuangkan segala ide imajinatifnya di sepanjang tembok kosong di Dean Av. lalu tema dari graffiti ini adalah kucing yang lucu. Ide tema kucing ini ternyata lahir dari sebutan lain Dean Av. yakni “Cat Alley”. Melihat sejarahnya ini merupakan penamaan yang diberikan dari seseorang yang dituakan di Dean Av. yang bernama C.T Durgin. Pada awal Dean Av. didatangi oleh Durgin, ia melihat ada 2 kucing yang sedang berkelahi hebat tepat didepan Dean Av. sampai-sampai Durgin sulit memisahkan kedua kucing itu. Setelah itu pula Durgin segera menamakan Dean Av. sebagai Cat Alley.

dsc00240 Tembok Dean Avenue yang tadinya sangat kosong dan sepi akhirnya berwarna dan indah dengan adanya sentuhan graffiti kucing dan mural dari artist-artist Manchester

calico-250-250 kotak-250x250

Namun sebelum ide para kontestan dapat ditorehkan ditembok Dean Av., mereka harus memberikan sketsa graffiti mereka yang kelak akan digambarkan secara langsung pada tembok-tembok di Dean Av. Sketsa ini mereka kirim ke Palace Theater agar diseleksi lebih lanjut oleh Dick dan Greg. “Banyak sekali sketsa graffiti yang sangat indah sehingga kami bingung memilih yang mana yang akan jadi tema utama dari graffiti yang akan digambar disepanjang tembok di Dean Av.” tukas Greg. Lalu pada akhirnya tema jatuh pada “Kucing” dan Peter Noonan yang merupakan seorang artist bomber di Manchester keluar sebagai pemenang dan diberikan kehormatan untuk menggambarkan graffiti tema kucingnya di Dean Av. Akan tetapi, sebuah perhelatan kontes pasti tidak pernah terlepas dari satu hal yang sangat penting : uang.

artist-signSebuah selebaran yang ditujukan kepada masyarakat yang ingin mendonasikan sejumlah uangnya untuk perhelatan kontes graffiti dan mural di Cat Alley yang bertemakan kucing

Dick dan Greg sempat merasa bingung perihal aliran dana yang dibutuhkan agar kontes tersebut tetap berjalan. “kami membutuhkan uang dalam jumlah yang cukup banyak, dan itu dialokasikan untuk membeli peralatan kebutuhan para artist yang akan menggambar di Dean Av. seperti cat, spray-can, kuas, pallette dan masih banyak lagi yang lainnya” tukas Dick. Lalu untuk menanggulangi masalah ini Dick dan Greg sempat mengadakan sebuah acara untuk para donatur yang ingin mendonasikan sejumlah uangnya agar kontes ini tetap berjalan. Acara ini diadakan disebuah taman di Manchester yang bernama Veterans Park dengan mengadakan sebuah konser dari Intown Manchester, namun tetap saja donasi yang terkumpul belum cukup untuk menutup kebutuhan kontes Cat Alley. Tetapi titik terang mulai terlihat disaat pihak Manchester Artist Commission memperhatikan ide dari Dick dan Greg ini.

da5c3494c9d8c0e0119d16b58896e987Beberapa karya dari Cindy O’ Rourke yang merupakan seorang perawat diluar menjadi seorang artist

Ann Kelley sebagai ketua dari Manchester Artist Commission tertarik atas diadakannya kontes ini dan berniat mendukung segala yang dibutuhkan dalam kontes ini sehingga ia mengirim seseorang dari Manchester Artist Commission untuk menelepon Dick, dan orang itu bernama Anthony Williams. Anthony merupakan seorang seniman juga yang bergabung dalam Mancehster Artist Commission dan merupakan seorang artist yang sudah sangat terkenal karya muralnya. “Saya tertarik untuk ikut mendukung kontes Cat Alley ini karena mural merupakan keahlian dan major saya. Saya telah tergabung juga dengan sebuah komunitas mural yang bernama Eagle Eyes dimana sejak tahun 2006 kami telah memperindah dan menyulap hampir seluruh tembok di Manchester dengan graffiti kucing kami, salah satu mahakarya kami ada di Litchfield Lane” tukas Anthony.

pizza-cat-mural-cat-alley-manchester-nhKarya dari seorang artist yang masih berumur 11 taun yang juga tergabung sebagai artist yang menggambar di Cat Alley dan bernama Kaitlin Gould. Karya-nya bernama Pizza Cat

Pihak Manchester Artist Commission mendukung secara materiil dan Anthony bertugas sebagai penjaga disaat para artist-artist sedang membuat graffitidan mural di Dean Av. Artist-artist yang tergabung untuk menggambar di Dean Av. (Cat Alley) adalah Peg Lipin, Bill Earnshaw, Brian Lapree, Noonan, Cindy O’Rourke (seorang perawat), Del Christensen, Aimee Cozza, Kaitlin Gould (masih berumur 11 tahun), Brianna Gould, Caroline Chavette, Emily Drouin, Alex Mathieu dan Anita Huddlestun.

alley-cat-pizzeria-50a9df5f1d45e016da000196Sebuah toko pizza dibuka dekat Dean Avenue terispirasi dari karya Kaitlin Gould yang bernama Pizza Cat

“Mereka semua adalah orang-orang yang mencintai kota-nya dan mereka sebenarnya melakukan hal yang baik sebagai bomber dan tagger untuk tembok di kota-nya” tukas Greg. Barret benar-benar memiliki visi yang kuat dalam pengadaan kontes ini, ia benar-benar ingin memajukan dunia seni jalanan, memberikan ruang kepada para bomber dan tagger untuk mengekspresikan imajinasinya yang sangat hebat dijalanan. “Seperti kita tahu, jalanan merupakan sarana terbaik untuk menunjukkan sesuatu yang kita punya, setiap orang pasti berlalu lalang dan melihat sekitarnya. Bomber dan tagger disini tidak mengaharapkan sedikitpun uang untuk karyanya diperlihatkan ke khalayak umum, mereka hanya ingin diakui dan memiliki reputasi sebagai artist. Lagipula mural dan graffiti kucing tidaklah memperburuk tembok kota, melainkan memperindah dan memberikan warna beragam pada tembok-tembok yang biasanya hanya berwarna solid abu-abu dan penuh dengan retakan” tukas Greg. “Kami tidak habis fikir dengan pihak pengamanan kota yang acap kali menghapus karya mereka di tembok kota, ide mereka dengan mudahnya dihapus oleh pihak pengamanan kota dengan memberikan cat abu-abu diatas graffiti para bomber. Jujur saja, apakah cat abu-abu yang tidak rapih dan berkesan kelam itu lebih memperindah tembok kota daripada graffiti atau mural para bomber? Tentu tidak!” tambah Greg.

152633_cat44Sebuah karya dari artist yang bernama Caroline Chavette yang menginterpretasikan seekor kucing yang menjadi seorang pelayan toko kopi

“Ditambah lagi tema dari kontes kami adalah kucing. Sebagai binatang yang sangat bersahabat dan juga banyak di Manchester menjadi binatang peliharaan, hal ini merupakan terobosan terbaik agar graffiti dapat benar-benar diterima seluruh kalangan masyarakat” tukas Dick. “Kelucuan dan keimutan dari kucing menjadi daya tarik besar orang-orang yang melihat hasil dari graffiti dan mural artist-artist disini. Para artist yang ada dikontes ini juga menginterpretasikan kucing benar-benar sebagai hewan yang sangat lucu dan imut seperti dalam kehidupan aslinya” tambah Dick.

NEPS2(pp_w740_h494)Foto beberapa orang yang lewat di Cat Alley. Sekarang Cat Alley masih terus menjadi objek yang bagus untuk tempat berfoto-foto di Manchester

“Saya sadar sebagai artist mural bahwasannya saya juga berawal sebagai tagger “under the bridge” (sebutan untuk para tagger dan bomber yang masih secara illegal dan menumpahkan idenya secara liar di tiap-tiap sarana dan prasarana kota). Tetapi setelah saya masuk di Eagle Eyes saya mulai belajar banyak tentang respect. Kita sebagai seniman jalanan juga tidak bisa seenaknya menggambar di sarana dan prasarana yang dipergunakan untuk fasilitas umum dan merupakan hasil dari dana pajak seperti : telepon umum, bangku taman, pohon, kaca sebuah gedung atau kereta dan sebagainya. Akan tetapi kita cukup menggambar di tembok yang cukup luas, toh seni gambar akan terlihat jelas pada objek yang diam dan besar bukan?” tukas Anthony. “Ini harus dibiasakan sejak dini oleh para bomber muda yang terlahir dimanapun. Maka kelak mereka akan dikenal sebagai artist yang terhormat dan bahkan karya-karyanya dapat dijadikan legenda” tambah Anthony.

“Intinya, kita harus dapat memberikan mereka cara positif untuk mereka menuangkan kreatifitas mereka” tambah Anthony lagi.

imagedfgdbSebuah karya dari artist, Peg Lipin

Catlovers, benar ya sepertinya seni jalanan mungkin dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperindah kota, selama para seniman jalanan menggambar di tembok-tembok kota, tidak di fasilitas umum yang digunakan oleh khalayak ramai. Dan kucing disini mungkin juga dapat menjadi terobosan tema yang sangat unik dan lucu. Kita lihat dari karakteristik kucing yang sangat catchy pasti akan membuat semua orang tertuju perhatiannya pada karya-karya mural atau graffiti yang bertemakan kucing tadi. Di Indonesia pun kucing merupakan hewan yang sangat bersahabat dengan manusia, jadi tidak menutup kemungkinan bahwasannya kucing dapat dijadikan tema utama untuk para seniman jalanan Indonesia, khususnya ibukota Jakarta ini agar masyarakat dapat secara luas menerima mahakarya mereka! Just give it a try pals!

64c8d2d72603ea979589bf0c91a11871Sekarang Dean Av lebih sering disebut sebagai Cat Alley dan tidak lagi menjadi gang yang sama seperti gang yang lainnya!

(ibr)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cat News

(Video Kucing) Reaksi si Kucing Melihat Pemeliharanya setelah Berpisah Lama

Catlovers dirumah pasti memiliki profesi yang beragam dan berbeda satu sama lain. Mungkin ada yang berprofesi sebagai pilot, polisi, pekerja kantoran, koki, dokter, musisi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Cat News

Golden Kitty Award: Penghargaan Terhadap Video Kucing Terbaik!

Catlovers semua pasti pernah kan mengambil video kucing? Mungkin disaat ia sedang bermain dengan scratch-toys nya, bola bulunya atau bahkan yang sedang tertidur dan di isengi oleh catlovers sendiri hingga

Cat News

Di Jepang ada Kuil Kucing dengan Ribuan Patung Maneki-Neko!

Catlovers! Kembali lagi bersama dengan cattery.co.id Portal Kucing no. 1 di Indonesia! Tentunya kali ini kita juga akan memberikan artikel tentang si kucing yang terhangat dan up-to-date. Kali ini kita

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!