Bolehkah Diet Vegetarian pada Kucing?
03/06/2015 1847 Views

Bolehkah Diet Vegetarian pada Kucing?

Mungkin banyak diantara catlovers yang memberi makan kucingnya dari sayuran dan turunannya, seperti tempe, tahu, nasi, kentang dan sebagainya. Apakah kucing benar-benar hewan karnivora? Atau omnivora seperti anjing, dimana anjing bisa hidup tanpa daging? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu bahwa secara natural, kucing adalah hewan karnivora. Tidak seperti anjing, kucing harus makan daging untuk bertahan hidup di alam liar. Namun berkat teknologi makanan modern, kita dapat memberi makanan yang sehat (dalam bentuk dry food dan wet food) pada kucing tanpa menggunakan daging. Sebelum kita memberi makan kucing berupa sayuran dan turunannya, penting bagi kita untuk memahami cara kerja tubuh kucing dan mengapa kucing memiliki kebutuhan gizi khusus.

Pertama, mari kita melihat asam amino, pembentuk protein. Kucing membutuhkan 22 asam amino. Tubuh kucing hanya dapat memproduksi 12 saja, jadi sisa 10 asam amino lainnya didapatkan dari makanan yang berasal dari protein hewani dan nabati.

calico-250-250 kotak-250x250

Selain itu kucing juga membutuhkan salah satu nutrisi asam amino yang disebut dengan Taurine. Taurine memang tidak digunakan untuk membentuk protein, tapi sangat penting bagi kucing untuk menjaga penglihatan, fungsi jantung dan reproduksi tetap normal. Daging dan ikan mengandung taurine dalam cukup besar, sehingga kucing di alam liar dapat memperoleh jumlah yang cukup dari mangsanya. Sedangkan sumber protein nabati tidak memiliki kandungan Taurine.

the-importance-of-taurine-in-a-cats-diet-51fe57edc4991

Pertimbangan lainnya: Kucing dapat mentolerir lebih banyak lemak dibanding hewan lainnya. Sumber makanan yang memiliki kandungan lemak yang tinggi berasal dari sumber hewani. Asam Lemak Esensial ini diperlukan untuk pertumbuhan kulit dan bulu kucing tetap normal, serta untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Kebanyakan hewan membutuhkan tiga asam lemak, yaitu asam linoleic, linolenic, dan arachidonic. Kebanyakan spesies mengkonsumsi asam linoneic (contohnya, asam linoleic dengan konsentrasi tinggi dapat ditemukan dalam minyak jagung) lalu mengkonversinya menjadi asam linolenic dan arachidonic dari asam linoleic tersebut. Namun kucing tidak dapat mengkonversi asam linoleic menjadi asam arachidonic di dalam tubuhnya. Oleh karena itu kucing harus mendapatkan asam arachidonic secara langsung, asam lemak tersebut didapatkan oleh kucing berasal dari daging yang dimangsanya di alam liar. Kebutuhan kucing akan asam arachidonic memberikan bukti bahwa kucing adalah karnivora.

Vitamin A merupakan bahan penting lainnya yang dibutuhkan kucing. Semua hewan membutuhkan vitamin A untuk penglihatannya agar normal dan aktivitas metabolisme lainnya. Sebagaian besar hewan memiliki enzim dalam usus mereka yang dapat mengkonversi beta-karoten menjadi vitamin A. Beta-karoten dapat ditemukan di dalam sayuran hijau dan kuning. Sebagian besar hewan menghasilkan vitamin A lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuhnya, lalu tubuh mereka menyimpan kelebihan vitamin A tersebut di dalam hati. Kucing kekurangan enzim untuk mengkonversi beta-karoten menjadi vitamin A, sehingga kucing harus mendapatkan vitamin A secara langsung dari makanannya. Sayuran hanya mengandung beta-karoten, bukan vitamin A. Oleh karena itu kucing di alam liar mendapatkan vitamin A dari memakan hati mangsa mereka.

Nutrisi penting lainnya untuk kucing adalah cyanocobalamin (Vitamin B-12), yang dibentuk oleh bakteria dalam saluran usus hewan herbivora, seperti sapi, dan disimpan dalam tubuh mereka. Kucing di alam liar mendapatkan nutrisi ini dari mangsanya.

bigstockphoto_cat_eating_dry_cat_food_3814709

Jadi apakah kucing dapat bertahan hidup dengan makanan yang bukan berasal dari sumber bahan hewani? Tentu saja jawabannya tidak. Teknologi dapat menyediakan taurine, asam arachidonic dan Vitamin A dan B-12. Itu semua didapatkan dengan disintesis secara kimia atau diisolasi dari zat lain, tetapi sumbernya masih dari bahan hewani.

Dengan pertimbangan kebutuhan nutrisi kucing, memberikan makanan yang berasal dari bahan nabati saja (seperti tempe, tahu, nasi, dan sebagainya) secara terus menerus tanpa memberikan daging dapat menyebabkan resiko kesehatan yang serius bagi kucing.

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Nutrisi dan Makanan Kucing

Apakah Cara Kita Memberi Makan Kucing Sudah Benar? Perhatikan 7 Hal Berikut

Memberi makan kucing memang susah-susah gampang. Terkadang teman kucing kita sedikit pemilih makanan dan mungkin juga ia memiliki kebiasaan makan yang aneh. Atau mungkin sebaliknya, kucing kita sangat rakus makannya

Nutrisi dan Makanan Kucing

Kebutuhan Nutrisi Khusus pada Kucing

Kucing tentunya memerlukan makanan khusus pada kondisi tertentu, misalnya ketika sakit atau usia lanjut. Untungnya sekarang ini sudah banyak produk makanan khusus untuk kondisi khusus pula. Beberapa diantaranya adalah makanan

Nutrisi dan Makanan Kucing

Bolehkah Kucing Memakan Coklat?

Siapa diantara catlovers yang suka dengan coklat? Pasti hampir seluruh catlovers suka dengan coklat. Pernakah catlovers memberikan coklat pada kucingnya? Jika pernah, coba hentikan mulai dari sekarang. Coklat tidak baik

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!