Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kucing Sakit? (Bag 2)
29/06/2015 8576 Views

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kucing Sakit? (Bag 2)

Pernakah catlovers menyadari bahwa kucingnya sedang sakit? Apa tanda-tanda jika kucing kita sedang sakit? Pada artikel kali ini Cattery.co.id akan membahas bagaimana mengetahui bahwa kucing kita sedang sakit (bagian 2) (Lihat bagian 1). Dengan mengetahui gejala awal kucing sakit, kita bisa melakukan tindakan preventif dan tidak akan terlambat untuk mengobatinya.

Muntah

Muntah ringan pada kucing seringkali membuat catlovers menjadi khawatir. Namun muntah ringan pada kucing bisa jadi karena kucing terlalu cepat makannya dan pencernaannya belum siap menerimanya, atau merupakan reaksi pencernaan terhadap benda asing yang masuk ke dalam perut seperti cat grass yang dimakan kucing untuk membersihkan sistem pencernaan. Atau hanya reaksi psikologis kucing untuk mengeluarkan hairballs. Namun jika muntah terjadi terus menerus, terutama terdapat darah dalam muntahannya, maka sudah cukup alasan yang kuat bagi catlovers untuk segera membawa kucingnya ke dokter hewan.

dsggdfg

calico-250-250 kotak-250x250

Temperatur

Indikasi mudah jika temperatur kucing naik adalah jika telingnya terasa panas. Termometer rektal (termometer yang diukur pada dubur kucing) dibutuhkan untuk mengetahui temperatur pastinya, temperatur kucing normal berkisar antara 38-38,5oC. Jika kamu belum bisa mengukurnya, sebaiknya minta bantuan pada yang sudah terbiasa dan ahli.

Denyut Nadi

Titik mengukur denyut nadi kucing berada di bawah lengan (ketiak) dan kaki belakang (pangkal paha). Denyut nadi kucing bervariasi antara 120 dan 170. tergantung pada seberapa aktif kucing tersebut. Namun rata-rata denyut nadi kucing sekitar 150.

Check-up Rutin

Pemilik kucing yang sayang dan bijak tentu akan melakukan check-up pada kucingnya secara rutin untuk memastikan kucingnya tetap sehat. Tanda-tanda awal penyakit seperti serangan ear mites dan kutu dapat diantisipasi untuk mencegah bertambah parahnya penyakit tersebut. Check-up dapat dilakukan pada waktu kita sedang bersantai dengan si kucing, atau pada saat kita sedang grooming rutin si kucing. Jika kucing menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan dan tidak nyaman, kita bisa melakukan check-up seperti yang telah dijelaskan dalam artikel ini dan sebelumnya. Lalu, jika kita perlu untuk datang ke dokter hewan, kita dapat memberikan segala laporan rinci pada hal apapun yang tidak biasa pada si kucing yang dapat kita sadari.

Bulu dan Badan

Salah satu alasan kenapa kita harus grooming kucing secara rutin, walaupun kucing shorthair, adalah karena kita akan dengan cepat mengetahui jika ada benjolan atau earmites dan kutu pada si kucing. Jika pada saat kita grooming ditemukan beberapa kotoran seperti pasir, coba periksa lebih lanjut. Sisir lah kucing diatas kertas penyerap yang telah dibasahi. Jika pasir tersebut meninggalkan noda darah, itu adalah kotoran yang dihasilkan oleh kutu penghisap darah. Jika tidak, mungkin si kucing hanya habis guling-gulingan di taman.

Benjolan kecil berwarna abu-abu atau putih menunjukkan adanya kutu. Kutu tersebut sangat menyakiti si kucing karena kepala kutu tersebut menancap ke dalam kulit kucing dan meninggalkan badannya saja yang terlihat. Kutu tersebut harus segera dicabut, namun juga harus berhati-hati dan pastikan kepala kutu tersebut juga terangkat. Karena jika tertinggal, maka akan menjadi luka dan bernanah.

vet-checking-cat-teeth-iStock_000029679882-335lc032514

Telinga, Hidung dan Mulut

Cek selalu telinga kucing agar selalu bersih dan bebas dari lapisan lilin berwarna coklat dan biji kecil yang tersangkut. Bahkan goresan kecil harus tetap dijaga agar tetap bersih untuk mencegah terjadinya infeksi. Cek mulut si kucing apakah ada gigi yang patah atau berubah warna, gusi bengkak dan nafas tak sedap, dan pastikan tidak ada benjolan di lehernya.

Cakar

Cakar kucing indoor butuh diperiksa secara rutin jika seandainya butuh dipotong dan untuk mencegah cakarnya tumbuh ke dalam. Juga periksa jika ada luka pada bantalan kaki kucing.

Berikut adalah cara mengetahui jika kucing kita sedang sakit (bag 2). Semoga artikel ini memberi pengetahuan bagi catlovers bagaimana mengetahui gejala awal kucing sakit, sehingga kita bisa melakukan pengobatan secara dini. Silakan lihat: http://www.cattery.co.id/bagaimana-cara-mengetahui-jika-kucing-sakit-bag-1/ untuk mengetahui artikel sebelumnya.

 

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Menghindari Bencana Saat Hari Raya Bagi Pemilik Kucing

Ketika kita heboh menyambut hari raya lebaran, Natal, tahun baru, Nyepi, Waisak, kemerdekaan RI, Imlek, atau lainnya, kucing kita belum tentu merasakan hal yang sama. Bahkan beberapa cara kamu merayakannya bisa menyebabkan kucingmu

Cara Merawat Kucing

Kenali Gejala Penyakit si Kucing Sebelum Terlambat!

Kucing merupakan hewan perliharaan paling menyenangkan di dunia, dan kita semua pasti setuju dengan hal itu bukan? Meongan mereka, tingkah laku mereka, cara mereka tertidur, cara mereka meminta makan dan

Cara Merawat Kucing

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Anak Kucing

Beberapa catlovers pasti sudah bisa membedakan jenis kelamin jantan atau betina pada kucing. Namun bagaimana membedakan jenis kelamin kucing yang baru lahir? Catlovers yang sudah berpengalaman pun terkadang terkecoh ketika

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!