Apakah Kita bisa Mengerti Apa yang Dikatakan si Kucing?
23/03/2016 3882 Views

Apakah Kita bisa Mengerti Apa yang Dikatakan si Kucing?

Catlovers dan juga readers setia dari cattery.co.id bagaimana kabarnya hari ini? Kami harapkan selalu dalam keadaan baik, sehat walafiat dan juga selalu bersemangat. Lalu bagi para readers dari cattery.co.id yang belum mengadopsi kucing dirumah? Cobalah sekali mengadopsi kucing! Kami yakin kelak akan ketagihan! Lalu, catlovers dan seluruh readers, kami ingin menanyakan satu hal yang mungkin cukup mustahil dijawab ‘ya’ kali ini. Pertanyaannya adalah, apakah catlovers dirumah mengerti apa yang dikatakan (arti dari meongan) si kucing? Lalu apakah kucing kita juga mengerti apa yang kita katakan kepada mereka seperti halnya ‘kamu lucu banget deh!’, ‘kamu benar-benar menggemaskan!’ atau ‘ayo kesini cepat!’? Tentu kita juga tidak akan yakin menjawab dengan kata ‘iya’ bukan? Pada awalnya kamipun seperti itu sampai kami telah menemukan sebuah riset yang dilakukan oleh Lund University di Swedia yang mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Lalu apakah jawaban dari hasil riset Lund University membuat kita dapat menjawab ‘iya’ secara lantang atau malah ‘tidak’? Ayo kita ulas bersama di artikel cattery.co.id kali ini!

hjvbbApa arti dari meongan si kucing?

calico-250-250 kotak-250x250

Riset yang dilakukan oleh Lund University ini ternyata adalah sebuah projek yang akan dikembangkan hingga 5 tahun ke depan (hingga tahun 2021) dimana para penelitinya mengharapkan pada 5 tahun kedepan mereka telah mengerti phonetics (fonetik / arti sebuah bahasa melalui suara dan bentuk mulut) daripada meongan kucing sehingga adanya kemungkinan bagi manusia untuk bisa berkomunikasi dengan kucing meskipun hanya satu arah dimana hanya manusia yang dapat mengerti bahasa kucing akan tetapi kucing tidak dapat mengerti bahasa manusia. Riset (proyek) yang dikerjakan sekaligus dikembangkan oleh Lund University ini dinamakan ‘Melody in human-cat communication’ (melodi di dalam komunikasi antara manusia dan kucing). “Jadi pada tahun 2021 para ahli phonetics dari Lund University berharap dapat memecahkan ‘teka-teki’ meongan, dengkuran dan desisan si kucing” tukas salah seorang peneliti dan juga ahli phonetics dari Lund University. Memang sebenarnya jika kita sadar meongan kucing itu dapat menjadi sangat berarti apalagi jika kucing kita yang beranjak besar dan jarang sekali mengeong yang nyatanya di alam liar pun semakin besar si kucing akan semakin jarang si kucing mengeong karena seekor kucing akan sering mengeong hanya pada saat ia masih kecil agar mendapatkan perhatian dari induknya agar disusui atau diberi kenyamanan seperti memeluknya.

maxresdefaultApakah si kucing mengerti bahasa kita? Atau jangan-jangan mereka telah mengerti bahasa kita terlebih dahulu dibanding kita mengerti bahasa mereka?

Dilansir oleh telegraph.co.uk bahwasannya semenjak domestikasi para kucing yang telah terjadi pada 10.000 tahun yang telah lalu, kucing peliharaan kita yang merupakan hasil domestikasi ternyata telah belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan manusia di lingkungannya meskipun dengan cara mereka masing-masing melalui vokal dan gerak tubuh yang dijadikan sinyal dan ditujukan kepada manusia disekitarnya apabila mereka menginginkan sesuatu seperti makanan ataupun perhatian. Dan hal tersebut selalu didasari oleh para kucing melalui produksi suaranya yang berupa meongan. Lalu, untuk ‘memecahkan’ teka-teki tersebut dan juga mengerti apa arti dari suara-suara yang si kucing keluarkan maka tim peneliti dari Lund University akan merekam suara dari 50 kucing yang berbeda dan juga hidup di lokasi yang berbeda sebagai pembanding dan melihat bagaimana efek dari meongan si kucing terhadap mood diri si kucing itu sendiri pada saat sedang senang, sedih, bersahabat, lapar, terganggu ataupun marah. Selain itu tim peneliti dari Lund University ini juga mencoba untuk mengidentifikasi perbedaan dari perubahan mood si kucing melalui arti suara (phonetics) si kucing.

Cat meowing.jpg.jpg.653x0_q80_crop-smartMeongan si kucing dapat berarti macam-macam tergantung dari dialek dan mood dari dalam dirinya.

“Terlihat bahwa kucing adalah hewan yang memiliki kemampuan untuk membuat bermacam-macam variasi atas intonasi dan melodi suaranya tergantung dari mood si kucing, mungkin untuk menyatakan sebuah pesan terhadap makhluk hidup yang ada disekitarnya atau mengirimkan sinyal kepada dirinya sendiri untuk reflek terhadap emosi yang sedang ia rasakan” tukas Susanne Schotz yang merupakan ketua dari tim peneliti dari Lund University ini dan juga merupakan seorang ahli dari phonetics. “Saya sendiri melakukan percobaan dengan merekam suara kucing peliharaan saya dan benar saja, mereka memiliki suara yang berbeda-beda dan melodi dari suara mereka disaat mereka senang dan sedih pun benar-benar berbeda setiap kucingnya meskipun adanya getaran suara yang sama” tambah Susanne. Tim dari Lund University yang meneliti hal ini tidak hanya menerjemahkan apa yang si kucing “katakan” (meongan si kucing), akan tetapi juga untuk membantu para pemelihara kucing untuk dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dengan para kucing peliharaan mereka. Para peneliti dari Lund University akan me-monitoring bagaimana para pemelihara kucing berbicara dengan kucing peliharaan mereka untuk mengetahui bagaimanakah cara-cara dari yang telah mereka buat dan peluangnya paling besar untuk berhasil.

4236980_f520Susanne ingin tahu apakah si kucing lebih senang mendengar suara anak kecil atau orang dewasa yang memanggilnya.

“Sebagai contoh, kita ingin tahu apakah si kucing lebih senang jika kita meminta ia melakukan sesuatu melalui lisan secara berulang kali atau cukup sekali saja” tukas Susanne. “Kami masih memiliki banyak hal yang belum dicoba untuk mempelajari bagaimana seekor kucing mengartikan bahasa manusia. Apakah mereka mengerti secara makna atau melalui aksi. Kami akan melakukan beberapa test pendengaran untuk mengetahui kucing lebih condong ke bagian mana. Apakah mereka lebih senang dengan instruksi dari suara anak kecil atau suara orang dewasa. Disini kami belum tahu” tambah Susanne. Tahun lalu Dr Sharon Crowell-Davis yang merupakan seorang dokter hewan bagian ilmu behavioristik di University of Georgia mengklaim bahwa ia telah memecahkan teka-teki bahasa kucing yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan dokter hewan internasional. Dr Shaton mengatakan bahwa dengkuran si kucing mengartikan kenyamanan yang ia tunjukkan kepada pemeliharanya atau sesuatu yang ada didekatnya dan merupakan sebuah ungkapan yang artinya dekat dengan ‘jangan pergi kemana-kemana, aku mohon’ dan dengkuran cenderung lebih sering terjadi pada kucing apabila ia sedang merasa sakit atau ada yang tidak sehat dari bagian tubuhnya. Sama halnya dengan kucing yang seperti menggesekkan atau menyerudukkan kepalanya ke kaki kita, itu berarti ia telah memberikan kita sebuah ‘pelukan’ dalam bahasa kucing dimana itu juga merupakan sebuah indikasi bahwa kita telah menjadi bagian dari ‘grup’ si kucing dan mereka menyambut kedatangan kita di dalam rumah. Dalam arti lain, itu merupakan bahasa si kucing yang mengatakan ‘Kau akhirnya kembali, aku rindu kepadamu’.

Young red tabby cat, Benedict, 7 months old, sitting and miaowingMenurut penelitian terdahulu yang diketuai oleh Dr Sharon, dengkuran si kucing berarti “jangan pergi kemana-mana”.

Para peneliti dari Lund University juga bekerja sama dari beberapa peneliti dari bidang yang sama di Linkoping University untuk saling bertukar informasi apakah kucing-kucing di sekitaran Lund (kawasan dimana Lund University berada di Swedia) memiliki aksen yang berbeda dengan kucing-kucing yang berada di kawasan Stockholm (kawasan dimana Linkoping University berada di Swedia).

Susanne menambahkan : “Kami juga ingin mencari tahu bahwa sudah sejauh mana kucing domestik dipengaruhi oleh bahasa dan dialek yang digunakan manusia untuk berbicara kepada mereka (para kucing), karena tampaknya kucing sekarang telah menggunakan dialek yang sedikit berbeda dalam suara yang mereka produksi”

Brown spotted Bengal female cat Kumani, miaowing. 6 months oldSiapkah kita menunggu hingga tahun 2021 dan mengetahui apakah si kucing mengerti bahasa kita dan apakah kita dapat mengerti bahasa mereka?

Nah, catlovers. Sekiranya kita sebagai pemelihara pasti ingin mengetahui lebih dalam tentang si kucing bukan? Apalagi jika kita bisa tahu apa saja yang mereka inginkan dan apa saja yang mereka suka dari diri kita, pasti kita akan merasa senang setiap waktu! Hanya saja studi ini sebenarnya masih cukup jauh dari adanya kesimpulan yang berarti meskipun mereka telah mengumpulkan sampel untuk penelitian mereka. Mereka (para peneliti) juga telah mengacu kepada penelitian yang terdahulu dan mengatakan bahwasannya kucing memiliki bermacam-macam dialek dan kemungkinan itu memiliki arti tersendiri, sehingga mereka akan terus memperdalam apa arti dari dialek si kucing. So apa kita akan menanti hingga tahun 2021 agar tahu bahasa kucing secara jelas? We will see…

 Cat Meows!

 

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Dunia Kucing

7 Kucing Pemecah Rekor Dunia

Sebagian kecil dari kita, manusia, adalah orang-orang unik yang memegang rekor dunia. Namun apa yang terlintas di benak kita ketika kucing lucu ini juga bisa pemecah rekor dunia? Cattery.co.id kali

Dunia Kucing

5 Hal yang Dapat Dilakukan Kucing Lebih Baik dari Manusia

Manusia adalah makhluk yang mendekati sempurna. Namun tidak semua hal dapat dilakukan manusia, ada beberapa hal dimana manusia tidak dapat melakukannya sedangkan makhluk lain bisa melakukannya. Salah satu contohnya adalah

Dunia Kucing

10 Hal yang Pasti Kamu Belum tahu Tentang si Kucing

Kita sebagai pecinta kucing tapi akan terus menggali apa saja yang perlu kita tahu tentang si kucing dari mulai mood-nya, bahasa tubuhnya, gejala-gelaja penyakitnya sampai makanan dan mainan favoritnya! Lalu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!