Ada Apa Dibalik Otak Kucing Kita?
14/09/2016 4733 Views

Ada Apa Dibalik Otak Kucing Kita?

catbrain

Saat kita meletakkan barang belanjaan, kucing kita biasanya memperhatikannya secara seksama, mengikuti kita dari dapur ke kulkas dan balik lagi. Terkadang membuat kita penasaran apakah dia mengingat tempat kita menyimpan makanan manusia favoritnya (yang tentunya tidak boleh dia konsumsi) atau memikirkan rencana untuk membuka pintu lemari untuk mendapatkan bonus pada saat kita tidak dirumah. Ada apa di dalam otaknya ya?

Secara fisik, otak kucing tidak terlalu berbeda dengan otak manusia. Faktanya, walaupun otak kucing lebih kecil bila dibandingkan dengan mamalia lainnya tetapi strukturnya mirip dengan otak manusia, sama-sama memiliki korteks cerebral dan lobus. Seperti pada manusia, korteks cerebral bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, belajar serta memori jangka pendek dan jangka panjang. Jadi kemungkinan kucing kita tadi benar-benar mengingat tempat dimana kita meletakkan makanan yang tidak boleh dia konsumsi.

catbrain-724x1024

calico-250-250 kotak-250x250

Berikut ini Cattery.co.id akan membahas peranan otak dalam setiap tahapan usia kucing :

Anak kucing

Korteks cerebral memainkan peranan penting pada perkembangan anak kucing yang memungkinkannya untuk memiliki kemampuan belajar. Dengan berinteraksi, seekor anak kucing memperhatikan apa yang dilakukan oleh kucing lain, hewan peliharaan yang lain dan bahkan manusia, ini akan membantu bagian lain dari otaknya berkembang dengan baik. Ketika kita membawa kucing kecil ke rumah di usia 4 bulan, biasanya dia mengikuti kucing yang lebih besar, contohnya mengikuti untuk mengelilingi rumah secara konstan dan meniru tingkah lakunya.

“Anak kucing pada awal kahidupannya membutuhkan interaksi sesamanya dan spesies lain untuk meningkatkan kemampuan social (cerebral) dan koordinasi fisik (cerebellum) melalui bermain, menjelajah dan berpura-pura berburu.” Kata Heidi Pavia-Watkins, D.V.M dari Rumah Sakit Hewan Bandara Irvine di Costa Mesa, California.

Jangan Khawatir : Jika anak kucing kamu terlihat sedikit malu dan tidak melompat lompat pada perabot rumah, kemungkinan dia sedang mengamati semua disekelilingnya dan belajar dari berbagai aktivitas. Pelan-pelan bujuklah dia untuk bermain dengan mainan interaktif.

Perhatikan: Anak kucing yang terlihat susah pada waktu makan atau terlihat seperti tidak mengerti kegunaan litter box, mungkin dia sedang terluka atau sedang sakit. Segera periksakan ke dokter hewan.

18c901fd25deb2f933aefb96ccabd2e4

Kucing dewasa

Saat anak kucing kamu beranjak dewasa, dia akan terus belajar dari pengulangan atau dari pengamatannya. Inilah sebabnya mereka tahu dengan benar dimana kita menyimpan makanannya, dan kenapa dia selalu menunggu misalnya dibawah lemari langganannya setiap pagi sampai kita memberinya makan. Setiap area dari otak kucing memiliki tugas spesial. Hubungan dari area-area ini memberikan informasi dua arah secara cepat. Sehingga memungkinkan kucing bereaksi cepat dengan lingkungannya.

Jangan khawatir : situasi baru atau perbahan pada lingkungan kucing dewasa mungkin akan membuatnya sedikit menyingkir, dan dia akan merindukan lompatan diatas sofa atau menjadi kebingungan saat tidak bisa menemukan sesuatu yang dicarinya. Berikan sedikit waktu agar dia terbiasa dengan perubahan.

Perhatikan : Jika kucing dewasa kamu tidak bisa secara konsisten mengantisipasi dan mengingat aktivitas yang biasa dilakukan dirumah atau letak perabot-perabot rumah, atau kepribadiannya berubah mendadak mungkin harus diperiksa dokter hewan. “Kucing dewasa dengan cedera otak atau penyakit otak biasanya perilakunya berubah (agresif atau lemas) atau perubahan kordinasi.” Jelas Dr. Pavia-Watkins.

Cat-hide-and-seek_2560x1600

Kucing Senior

Otak kucing senior juga menunjukkan tanda semakin tua sama halnya pada manusia. Asosiasi praktisi kucing amerika (The American Association of Feline Practitioners) memperkirakan bahwa 50 persen kucing berumur 15 tahun atau lebih, menunjukkan gejala-gejala gangguan kognitif otak :

  • Berkurangnya interaksi dengan manusia dan hewan peliharaan lain.
  • Nafsu makan berkurang.
  • BAB dan BAK diluar litter box.
  • Berkurangnya kemampuan menyelesaikan masalah.
  • Berkurangnya kewaspadaan terhadap sekelilingnya.
  • Siklus waktu tidur yang tidak teratur.
  • Tangisan yang keras saat malam hari.

Sebelum mendiagnosa sendiri, sebaiknya periksakan kepada dokter hewan secara menyeluruh. “Dokter hewan akan mengevaluasi kucing kamu untuk mengesampingkan proses organ dan penyakit spesifik seperti hipertensi, hipertiroid, penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, atau penyakit saluran kemih,” kata Dr. Pavia-Watkins.

Jangan khawatir : nutrisi yang tepat, stimulasi mental yang rutin, dan tindakan pencegahan dapat membantu kucing senior kamu melawan penurunan fungsi otak akibat usia. Menghabiskan waktu yang lebih banyak dengan kucing senior kamu akan membuat mentalnya tetap fit.

Perhatikan : Kucing senior yang memiliki gejala gangguan kognitif membutuhkan bantuan dari pemiliknya untuk mendapatkan hidup yang berkualitas, jelas Dr. Pavia-Watkins. Pastikan dia memiliki akses yang mudah untuk minuman dan makanan segar, tempat istirahat yang nyaman, perawatan untuk rasa sakit dan rasa tidak nyamannya, kebebasan untuk bertingkah normal, dan kebebasan dari stress dan rasa takut.

cat-brain

Untuk gambar yang terakhir ini tentunya hanya bercandaan ya catlovers 😉

(nes)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Anatomi Kucing

Sistem Pencernaan pada Kucing

“Tak kenal maka tak sayang”, sebagian catlovers pasti tahu arti peribahasa ini. Cattery.co.id memiliki satu pertanyaan untuk catlovers, apakah catlovers benar-benar sudah mengenal kucingnya? Jawabannya pasti iya. Dari luar mungkin

Anatomi Kucing

Siapa yang Lebih Unggul, Indra Kucing atau Indra Manusia?

Kucing adalah hewan yang memiliki insting alami sebagai pemburu, mengungtit mangsanya, melacak bau benda asing dan memahami kelemahannya sehingga kucing akan mempersiapkan diri dan selalu awas terhadap bahaya. Indra kucing sangat

Anatomi Kucing

Ekor Kucing: Bentuk, Fungsi dan Penunjuk Emosi

Ekor kucing merupakan salah satu anatomi yang unik pada kucing. Selain menjadi fungsi vital dalam menjaga keseimbangan tubuh, ekor juga bisa menunjukkan emosi pada kucing – apakah ia sedang takut,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!