9 Tips Jitu Untuk Mengendalikan Emosi si Kucing yang Sedang Memuncak
05/10/2016 3037 Views

9 Tips Jitu Untuk Mengendalikan Emosi si Kucing yang Sedang Memuncak

Hallo catlovers! Apa kabarnya kamu dengan si kucing dirumah? Cattery.co.id selalu mengharapkan kamu dan si kucing dalam keadaan sehat dan selalu antusias dengan hal baru yang kalian temukan bersama! Seperti biasa cattery.co.id kali ini sudah menyiapkan artikel terbaik tentang si kucing hanya untuk kamu, dan sudah pasti akan amat sangat berguna dalam kehidupan kamu dan juga si kucing tentunya! Sekarang kita akan membahas 9 tips untuk mengendalikan emosi si kucing yang sedang memuncak. Nah, pasti menarik dan akan berguna untuk dibaca bukan? Ayo kita mulai artikelnya!

cat_guitar_mood_look_cats_pov_2265x1454Ya, layaknya manusia. Kucing juga bisa menjadi moody.

Bagaimanapun hewan peliharaan tetaplah hewan yang memiliki insting yang tidak selalu bisa kita tebak. Terutama jika kita berbicara perihal agresi si kucing (atau agresi hewan peliharaan manapun dalam hal ini). Kira-kira apa yang harus kamu lakukan jika si kucing agresinya sedang memuncak? Nih, beberapa tips untuk kamu yang bisa dicoba:

  1. Kunjungan ke dokter hewan sangatlah penting jika kamu menyadari sikap si kucing mulai berubah dan agresinya selalu memuncak, karena kemungkinan terbesar penyebabnya ada pada gangguan medis. Semakin cepat kamu melihat adanya perubahan sikap pada si kucing dan menanggulanginya via dokter hewan, semakin besar kemungkinan kamu mencegah adanya perubahan agresi si kucing.Kemungkinan perubahan agresi si kucing ini bisa berawal dari apa saja seperti misalnya rasa sakit dari luka yang membekas dari perkelahiannya denga kucing lain, arthritis, atau hipertiroidisme. Ini juga alasan untuk kamu yang memelihara kucing agar tidak menyepelekan check-up berkala ke dokter hewan. Bukankah akan sangat membahagiakan jika tidak ada penyakit yang dirasakan oleh si kucing?

animals_cats_mood_ultra_3840x2160_hd-wallpaper-336642Bawalah si kucing ke dokter hewan favoritnya. Agresi atau emosi yang mulai sering memuncak dan berubah-ubah bisa menjadi salah satu gejala adanya penyakit yang timbul di dalam tubuh atau psikis si kucing.

calico-250-250 kotak-250x250
  1. Jika kamu tahu si kucing merasa ada yang salah atau tidak baik melalui bahasa tubuhnya, kegelisahannya, jarang berinteraksi dengan teman kucingnya, kamu ataupun mainannya, merasakan stress dan sebagainya, mulailah sediakan tempat yang lebih privasi untuk si kucing. Bagaimanapun kucing merupakan hewan yang soliter dan lebih senang jika memiliki waktu sendirinya beberapa saat. Jadilah lebih proaktif kepada si kucing dan tawarkanlah kepada si kucing tempat yang nyaman dan aman untuk memiliki waktu menyendiri dan bersantai.

cat-lights-background-1680x1050Si kucing terkadang harus memiliki ruang sendiri untuk menenangkan dirinya dan sekedar bersantai.

  1. Bagi kamu yang memelihara lebih dari satu kucing di rumah dan seringkali terjadi perkelahian (apalagi jika pertarungan itu berlangsung rutin), mulailah memberikan beberapa opsi kepada mereka dari mulai mainan interaktif dan tempat yang cukup diberi jarak mengingat kucing merupakan hewan peliharaan yang sangat teritoris. Memberikan beberapa handuk bekas, kain bekas dan potongan karton disekitar mereka juga akan sangat memblokir pandangan mereka satu sama lain sehingga mereka akan lebih sibuk fokus dengan property-properti tadi. Dengan cara ini, kamu juga memiliki kesempatan agar si kucing dapat meredam agresi yang meledak-ledak. Namun jika agresi si kucing berlanjut memuncak dan memburuk, pengenalan ulang kepada sesama kucing dirumah juga dapat menjadi salah satu jalan keluarnya!

orig_160018Bukankah lebih menyenangkan jika kita memelihara lebih dari satu kucing dan mereka akur?

  1. Bayi dan hewan peliharaan tidak boleh dibiarkan bersama-sama tanpa pengawasan kita. Bahkan jika kamu tahu si kucing sangat toleran dan ramah, bagaimana kira-kira reaksi si kucing jika didatangi oleh si bayi dan si bayi kemudian menarik ekor si kucing dengan keras, memukul tubuh si kucing atau menjenggut bulu si kucing? Tentu saja si kucing memiliki gerak reflek yang sangat cepat, antara lain : mencakar atau menggigit. Ya, pilihannya hanya dua itu, dan tentu saja yang menjadi targetnya adalah si bayi tadi. Hal ini tentu akan menyebabkan trauma yang berkepanjangan untuk si kucing ataupun si bayi sehingga dapat mempengaruhi agresi si kucing kedepannya.

baby-and-cat,-scream-163897Bayi dan si kucing jika berada di dalam satu ruangan harus berada di bawah pengawasan kamu ya catlovers!

  1. Jika kamu memiliki anak-anak di dalam rumah, kamu harus memberikan pengarahan kepada anak-anak perihal bagaimana cara yang benar untuk berinteraksi dengan si kucing. Tentu untuk menghindari adanya perkelahian antara si kucing dan juga anak-anak dirumah. Anak-anak juga harus memahami sejak dini perihal apa saja yang harus dan tidak untuk dilakukan bersama si kucing. Tentu kita harus mengajari mereka bagaimana caranya mengelus kucing, bermain dengan kucing dan memberikan kejelasan kapan si kucing juga memiliki waktu untuk sendiri seperti pada saat mereka sedang makan dan tidur.

11-Signs-Your-Cat-Loves-You-2-1024x768Ajarkanlah kepada anak bagaimana cara mengelus kucing yang baik.

  1. Ajari juga anak-anak dirumah cara yang tepat untuk berinteraksi dengan si kucing. Ajarkan bagaimana cara mengelus leher si kucing dengan tangan mereka dan juga sekujur tubuh si kucing. Seiring bertambah umur anak-anak dirumah, mulailah ajari mereka bagaimana cara membaca bahasa tubuh si kucing. Seperti apa yang akan si kucing lakukan jika si kucing sedang nyaman, gelisah dan bad mood.

animals-cats-children-2570784-1600x1066Jika anak telah mulai tumbuh, ajarkanlah mereka untuk membaca bahasa tubuh si kucing.

  1. Jika kucing kamu sedang re-aktif, berilah mereka waktu untuk sendiri dan bersantai karena ini merupakan tindakan terbaik untuk dilakukan jika si kucing mulai merubah sikapnya. Matikan juga lampu tempat mereka menyendiri selama beberapa waktu agar mereka lebih memiliki privasi dengan kesendiriannya. Jangan mencoba untuk menghibur dan menenangkan si kucing dengan cara mendekati mereka langsung karena bisa saja ini menjadikan diri mereka lebih gelisah dan tidak tenang dari sebelumnya.

wp-14565824067831Mulailah mengenal emosi dan agresi si kucing melalui bagaimana ia menggerakkan buntutnya.

  1. Jangan pernah menghukum si kucing dengan kekerasan! Ini hanya akan menimbulkan trauma berkepanjangan, rasa takut bahkan memicu emosi mereka sehingga menganggap kamu juga sebagai musuh mereka. Hewan tidak hanya menampilkanagresi-nya hanya pada saat mereka kesal terhadap sesuatu, melainkan juga pada saat mereka dalam posisi yang terancam. Nah, dengan mengetahui hal ini kamu harus lebih peka dan tenang menghadapi si kucing yang pasti memiliki tindakan yang amat sangat sulit ditebak beberapa waktu untuk menghindari agresi yang memuncak.

cat-3fJangan pernah menghukum si kucing. Apalagi melalui kekerasan, karena itu hanya akan membuat si kucing trauma sekaligus menaikkan tingkat agresi dan juga emosinya.

  1. Carilah orang yang professional dan berkualitas untuk mendampingi kamu dalam mempelajari sikap si kucing terutama jika itu menyangkut dengan masalah agresi si kucing sehingga kamu tidak perlu lagi menebak-nebak apa yang sedang terjadi dengan si kucing. Tentu ini juga akan mengurangi rasa kekhawatiran kamu dengan perubahan sikap si kucing. Mulailah mencaridokter hewan yang cocok dengan pembacaan sikap si kucing sehingga evaluasi yang kamu dapat perihal sikap si kucing akan jelas dan tidak samar-samar.

Lovely Cats Cute SleepDampingan, bimbingan dan juga saran dari behaviorist atau dokter hewan yang profesional juga sangat membantu untuk kita dapat mengendalikan agresi dan emosi si kucing sejak dini!

Well, catlovers! Itulah tadi tips-tips untuk mengurangi agresi si kucing yang memuncak. Kucing yang merasa bahagia pasti juga berawal dari pemelihara yang benar-benar mengerti pribadi mereka! Have a good cat and day buddies!

 hug-hugging-couple-love-mood-people-men-women-happy-cute-cat-wallpaper-1

All Love!

Sources:

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Cara Merawat Kucing

Penyebab Hilangnya Nafsu Makan pada Kucing

Kucing dan kebiasaan rewel mereka dalam memilih makanan terkadang menjadi hal sepele bagi beberapa orang, tapi jangan salah Catlovers itu sebenarnya bisa menjadi masalah serius bagi kucing. Meskipun banyak hewan peliharaan

Cara Merawat Kucing

Kenali Gejala Penyakit si Kucing Sebelum Terlambat!

Kucing merupakan hewan perliharaan paling menyenangkan di dunia, dan kita semua pasti setuju dengan hal itu bukan? Meongan mereka, tingkah laku mereka, cara mereka tertidur, cara mereka meminta makan dan

Cara Merawat Kucing

Tiga Tahap Kehidupan Kucing

Berapa umur kucing catlovers? Apakah kucing catlovers masih kecil, dewasa atau sudah senior? Kali ini cattery.co.id akan membahas tiga tahap kehidupan pada kucing. Kucing yang masih kecil, dewasa dan senior

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!