9 Mitos dan Fakta Seru Tentang Litter Box Kucing
01/07/2015 13136 Views

9 Mitos dan Fakta Seru Tentang Litter Box Kucing

Catlovers mungkin seringkali memiliki masalah dengan litter box pada kucing. Pada artikel kali ini Cattery.co.id akan membahas mengenai fakta dan mitos masalah litter box. Berikut mitos dan fakta masalah mengenai litter box pada kucing.

Mitos: Kucing mempunyai naluri alami untuk menggunakan litter box.

Fakta: Pada faktanya, tidak semua kucing dapat terbiasa menggunakan litter box. Kitten akan belajar menggunakan litter box dengan memperhatikan kebiasaan induknya. Untuk kucing yang ditinggal induknya sejak bayi, pemakaian litter box dapat diajarkan. Sediakan box pasir dikandang, jika tampak akan buang air, segera pindahkan kucing ke dalam litter box. Berikan hadiah snack atau puji dan belai kucing jika melakukan hal yang benar.

Mitos: Kucing tidak peduli dimana litter box diletakkan

calico-250-250 kotak-250x250

Fakta: Fakta membuktikan hal ini tergantung dari pribadi si kucing. Ada beberapa kucing yang tidak merasa terganggu pemindahan litter box, akan tetapi ada beberapa juga yang berhenti menggunakan litter box. Penyebabnya perlu dicari, mungkin karena litter box ditempatkan di tempat yang notabene merupakan wilayah kekuasaan saingannya, atau mungkinn juga letaknya sulit dijangkau oleh si kucing. Letakkan litter box di tempat yang dapat dilihat oleh kucing, usahakan jangan terlalu sering memindahkan letak litter box, agar kucing dapat mengenali dan membaui  daerah nya.

Mitos: urin atau feses kucing di luar litter box merupakan tanda ada masalah kesehatan

Fakta: Tidak selamanya urin kucing diluar litter box pertanda kucing sedang sakit. Tapi hal ini perlu diperhatikan, karena pasti ada penyeban lain, misalnya, ukuran box yang terlalu kecil bagi badan ucing, atau jumlah litter box yang terlalu sedikit dibanding jumlah kucing di ruangan/kandang. Untuk masalah kesehatan, biasanya ditemukan masalah ginjal atau pencernaan pada kucing.Konsultaikan dengan dokter hewan untuk menemukan solusinya dan pengobatannya.

Mitos: kucing akan memakan pasir di litter box

Fakta: Ada benarnya, kasus seperti ini biasa dijumpai pada kitten yang mulai belajar makan. Akan tetapi secara umum, memakan pasir di litter box ada lah suatu penanda bahwa kucing terkena anemia. konsultasikan dengan dokter hewan. Untuk kasus yang parah, pasir akan terjebak di perut, dan disembuhkan dengan cara operasi.

Mitos: Kucing cenderung akan menutup kotorannya

Fakta: Ditutup atau tidak, itu tergantung dari si kucing sendiri. Ada beberapa kucing yang tetap membiarkan dalam keadaan terbuka dan mengawasinya.Hal ini terkait dengan masalah wilayah kekuasaan /teritori

Mitos: Pasir gumpal tidak perlu diganti, cukup hanya buang bagian kotornya saja.

Fakta: Ini adalah pendapat yang salah. Pasir gumpal yang dipakai beberapa waktu akan mengeluarkan bau yang tidak sedap selain itu serpihan pasir kotor seringkali tertinggal di dalam box, tercampur dengan pasir yang bersih. Kucing senang litter box nya bersih, ganti lah pasir gumpal dengan pasir yang baru setiap 3 minggu sekali.

Mitos: Kucing senang pasir yang beraroma/ mengandung wewangian

Fakta: Berdasarkan penelitian, kucing lebih menyukai pasir yang tidak beraroma wangi. Aroma wangi justru akan mengganggu kucing untuk mengenali daerah kekuasaannya.Untuk mengontrol dan menjaga ruangan agar tidak bau, sekop kotoran yang terdapat di bak pasir paling tidak sekali dalam sehari.

Mitos: Satu litter box dapat dipakai bersamaan oleh beberapa kucing

Fakta: Hal ini adalah keliru. Sangat baik jika satu kucing memiliki satu litter box, hal ini dimaksudkan agar tidak ada antrian dalam penggunaan litter box. Tempatkan Litter box di daerah yang dapat dilihat dan mudah dijangkau oleh kucing. Kucing akan merasa terganggu dan tidak nyaman dengan bau kotoran atau urin kucing lainnya.

Mitos: Debu pasir dapat mengakibatkan gangguan pernafasan kucing

Fakta: Ini adalah fakta. Beberapa kucing sensitif atau memiliki alergi terhadap partikel atau debu yang berasal dari pasir kucing. Oleh karena itu, ada beberapa alternatif media yang digunakan sebagai pengganti pasir di litter box, antara lain daur ulang kertas koran, serutan kayu.

Berikut adalah penjelasan mengenai mitos yang sering beredar diantara cat fancies. Semoga dengan penjelasan berikut, catlovers lebih memahami mengenai persoalan litter box.

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Perlengkapan Kucing

10 Tips Menghilangkan Bau dan Noda Urin Kucing

Sangat menyenangkan melihat tingkah laku kucing yang manja di rumah. Kehadirannya dipercaya sebagai penghilang rasa stres setelah kita beraktivitas seharian di kantor. Akan tetapi, bagaimana mungkin akan menjadi suasana nyaman

Perlengkapan Kucing

Food Puzzle, Rahasia Membuat Kucing Lebih Bahagia ketika Makan

Saat Catlovers memutuskan memelihara kucing dalam ruangan, perlu dimengerti bahwa bagaimanapun juga mereka adalah binatang pemburu alami. Menempatkan kucing dalam ruangan dapat menyebabkan sejumlah masalah perilaku dan kesehatan mereka lho

Perlengkapan Kucing

Kandang Kucing

Kucing adalah hewan yang menyenangkan, sehabat manusia. Perawatan, makanan, perhatian, tentunya berpengaruh besar terhadap kesehatan kucing. Termasuk dalam hal kandang. Kandang kucing yang tidak sesuai standar kesehatan, tentunya berbahaya untuk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!