13 Tips Merawat Kucing Flu
08/09/2016 9379 Views

13 Tips Merawat Kucing Flu

 

Kucing adalah salah satu hewan yang rentan terkena penyakit flu, apalagi ketika musim pancaroba tiba. Untuk wilayah tropis seperti di Indonesia, penyakit flu sebenarnya umum ditemui dan bisa dibilang rawan terjadi di sepanjang tahun. Oleh karena itu sebagai pemilik kucing yang bertanggung jawab, kita harus mengetahui gambaran umum tentang penyakit flu ini, dan perawatan dasar untuk mengobatinya.

Kucing Flu dapat disebabkan karena beberapa macam virus dan bakteri. Yang paling sering ditemui adalah feline herpesvirus, feline calicivirus, dan chlamydia. Jika tidak ditangani secara tepat, flu pada kucing dapat berakibat lebih fatal dibandingkan dengan flu manusia.

Gejala awal kucing flu ditandai dengan ciri

calico-250-250 kotak-250x250
  • bersin
  • sulit bernafas
  • hidung berair
  • mata berair dan mengalami peradangan
  • demam
  • mulut berludah/ salivation
  • sariawan

Sebelumnya, kami pernah membahas tentang apa dan ciri-ciri kucing flu disini http://www.cattery.co.id/apakah-flu-kucing-cat-flu/

Kucing yang terkena flu, dapat dengan mudah menularkan penyakitnya kepada kucing lain yang berada satu lingkungan dengannya. Jika penyakit flu disebabkan oleh bakteri, biasa pemberian antibiotik dapat menyembuhkannya. Akan tetapi, jika disebabkan oleh virus, daya tahan tubuh si kucing lah yang memegang peranan penting dalam penyembuhan. Biasanya dokter hewan akan merujukkan untuk melakukan perawatan di rumah, karena dalam kondisi seperti ini kucing membutuhkan
suport dalam bentuk perhatian dan perawatan penuh dari kita sebagai pemiliknya.

Lalu langkah apa saja yang perlu dilakukan ketika merawat kucing flu di rumah? Berikut Cattery.co.id akan mengulas tips merawat kucing flu

1. Karantina

FLU

Lakukan pemisahan ruangan untuk kucing yang sakit dengan yang masih sehat. Media penularan penyakit flu dapat melalui udara ketika kucing bersin. Dapat juga melalui pemakaian tempat makan dan mangkok minum yang berbarengan. Karantina juga diperlukan mengingat kebiasaan kucing yang senang meng-grooming satu sama lainnya, karena hal ini juga merupakan akses bagi penyakit untuk berpindah tempat.

2. Tempatkan Kucing di kamar yang bersih, nyaman dan hangat

BED

Perhatikan kondisi tempat kucing tinggal. Untuk mempercepat penyembuhannya, sediakan tempat yang nyaman dan bersih. Kebersihan kandang/ruangan juga perlu di jaga ketika kucing dalam kondisi sehat.

3. Bersihkan mata dan hidung

Close-up portrait of Siberian cat

Ketika terkena flu, mata dan hidung kucing biasanya ikut mengalami peradangan. Terutama untuk kucing ras persia, mata dan hidung nya perlu dibersihkan setiap hari. (cara membersihkan mata kucing pernah kami ulas disini http://www.cattery.co.id/7-tips-perawatan-grooming-untuk-anak-kucing-kitten/ )Kotoran dan cairan biasanya intensitasnya bertambah ketika kucing terkena flu. Lakukan pengecekan sesering mungkin, jangan biarkan mata dan hidung kucing dalam kondisi tertutup atau tersumbat. Bersihkanlah dengan air hangat, atau produk distilled water yang dapat dibeli di apotek.

4. Berikan L-lysine untuk kucing

Seperti juga manusia, sekali kucing dijangkit oleh herpes virus, maka virus ini akan ada terus dalam sistem tubuhnya. Pemberian lysine dapat menghambat perkembangan virus. lysine adalah asam amino (bahan penyusun protein) yang diperlukan sebagai bahan pembentuk sel dan sering digunakan sebagai perangsang nafsu makan. Hal ini dapat menjadikan penguat sistem daya tahan tubuh kucing untuk melawan penyakitnya. Contoh lysine untuk kucing bisa dibeli disini http://www.calico.co.id/index.php?route=product/product&path=99_113&product_id=511

5. Berikan vitamin C
Sama halnya seperti manusia, pemberian vitamin C dapat menjadi booster bagi daya tahan tubuh kucing.

6. Berikan cuka apel
Ini adalah alternatif lain yang perlu dicoba. Cuka apel dapat membantu PH tubuh agar tetap stabil. Cuka apel dapat diberikan melalui campuran setengah sendok teh ke dalam minuman atau makanan basahnya.

7. Perhatikan makan dan minum Kucing
Letakkan makanan dan minuman kucing selalu dekat dalam jangkauannya. Untuk melawan penyakitnya dan mencegah dehidrasi, kucing perlu makan dan minum yang cukup. Bantu kucing dengan pemberian makanan kalengan yang direkomendasikan oleh dokter hewan. Makanan kalengan biasanya berbau lebih tajam, dan dapat memancing nafsu makan kucing.

8. Berikan penguapan

Simba checking the aerosol machine
Pengguanaan alat nebulizer kini telah umum dipakai untuk membantu pengobatan pasien flu. Hal ini pun dapat dilakukan untuk kucing kita di rumah. Humidity dan uap obat yang dikeluarkan lewat uap dapat membantu melegakan pernafasan kucing. Cara lain yang lebih tradisional , kucing dapat ditempatkan didalam ruangan yang beruap panas selama beberapa saat. Jangan lupa untuk mengeringakan kucing segera dengan blower atau hair dryer setelah melakukan pengobatan
ini.

9. Bantu kucing untuk grooming
Kucing yang sedang sakit flu biasanya lebih malas untuk melakukan grooming sendiri. Sisirlah badan kucing, untuk menjada kondisi badannya dan bulunya tetap bersih.

10. Jangan pernah memberikan obat Flu manusia
Kucing alergi terhadap beberapa zat yang terkandung dalam obat flu manusia, seperti paracetamol. Pemberiannya dapat berakibat kucing mengalami keracunan dan bahkan hingga kematian mendadak. Konsultasikan dahulu obat-obatan yang akan kita berikan untuk kucing kita kepada dokter hewan.

11. Berikan kucing sinar matahari pagi

cat-sun
Paparan sinar matahari pagi memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Sinar matahari dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh, karena ketika terpapar sinar matahari, tubuh menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang membantu menangkal infeksi dan berbagai penyakit akibat bakteri, jamur, dan virus.

12. Buat jadwal ke dokter hewan

Lakukan pantauan terhadap perkembangan kondisi kucing kita yang terkena flu. Buat janji untuk bertemu dan konsultasi dengan dokter hewan jika dalam beberapa hari kondisi kucing tidak membaik, bahkan terlihat memburuk. Perlu diambil tindakan segera jika ditemukan gejala seperti
– kucing tidak mau makan
– kucing lesu
– kucing muntah dan atau diare
– kucing demam
– kucing dalam kondisi umur senior (diatas 7 tahun) atau belum melakukan vaksin
– kucing menderita penyakit komplikasi lain
– mata kucing berubah warna dari cerah menjadi keruh
– ingus kucing berubah menjadi lengket dan keruh

untuk tanda-tanda kucing sakit pernah kami ulas di http://www.cattery.co.id/bagaimana-cara-mengetahui-jika-kucing-sakit-bag-1/

13. Jangan telat vaksin ketika kucing sehat

Biasanya, ketika kucing sakit kepala kita ikut pening. Tapi ketika kemudian kucingnya sehat kembali, lupa deh untuk vaksin rutin. Jangan sampai lupa ya catlovers!

Bagaimana kondisi kucing kalian dirumah, semoga dalam keadaan sehat selalu ya… dan jika ditemui gejala seperti yang kita bahas tadi diatas, lakukan pengobatan awal segera, dan jangan lupa untuk tetap konsultasikan segala tindakan kita dengan dokter hewan.

(mir)

Artikel ini disponsori oleh:
Plasa Emas Fancy Feast Advertise with us

You might also like

Penyakit Kucing

Alasan Mengapa Bulu Kucing Rontok?

Apakah ada kucing catlovers yang rontok bulunya? Beberapa jenis kucing wajar jika ia merontokkan bulu musim dinginnya. Namun jika bulu kucing rontok sangat banyak dan hampir menjadi botak di beberapa

Penyakit Kucing

Kesulitan Memberikan Obat pada Kucing? Ini Solusinya!

  Semua yang mempunyai kucing di rumah pasti setuju, bahwa sebagai pemilik, kita di tuntut harus mengusai berbagai pofesi. Seperti baby sitter, ahli gizi, groomer, bidan, bahkan tenaga ahli medis.

Penyakit Kucing

6 Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Anak Kucing

Selamat, akhirnya kucing kita telah melahirkan anak-anaknya! Keluarga kita akan bertambah lagi dengan kedatangan kucing-kucing kecil ini. Bayi kucing memang sangat lucu karena berukuran kecil seperti buntelan bulu, namun tentu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!